HIDUP YANG BERNILAI
Kamis, 24 Maret 2022
Lukas 11:14-23
Pada suatu ketika Yesus menbebaskan seseorang dari pengaruh setan dan setelah dibebaskan, ia bisa berkata-kata dengan normal dan baik. “Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak.”(Luk 11:14). Apa yang telah dilakukan Yesus menjadi tanda dan bukti bahwa keselamatan dan kerajaan Allah telah hadir di antara manusia. “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.”(Luk 11:20).
Dengan demikian setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh keselamatan dan masuk di dalam Kerajaan-Nya. Pertama-tama yang dirasakan oleh mereka yang percaya kepada Yesus Kristus adalah damai sejahtera. “Damai sejahtera menyertai kamu sekalian yang berada dalam Kristus. Amin.” (1 Petrus 5:14b). Apa yang dianugerahkan Allah kepada mereka yang percaya, tidak sama dengan apa yang diberikan oleh dunia yang fana. Perbedaannya terletak pada hakekat dan sifatnya; dunia memberikan sesuatu yang menyenangkan dan bersifat sementara, namun Kristus memberikan sesuatu yang bernilai yaitu Roh dan kasih Allah sendiri, damai, suka-cita dan bersifat kekal. “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.”(Roma 14:17).
Oleh karena itu, perjalanan hidup manusia tidak hanya dipadang dari sudut materi dan jasmani saja, tetapi juga dari sudut spiritual, manusia memiliki jiwa dan roh yang perlu dijaga, dirawat dan diarahkan kepada sumber hidup mereka yaitu Roh Allah sendiri. “Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.”( Efesus 1:14). Dengan demikian, jika jiwa dan roh manusia ( dari sisi sepiritual ) di jaga dan selalu dekat dengan Kristus maka hidup mereka akan berada di dalam kekudusan dan kebenaran. “….Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.”(1 Petrus 1:15-16).
Rm. Didik, CM