MENJADI TANDA
Rabu, 30 Maret 2022
Yohanes 5:17-30
Yesus menjelaskan bahwa kehadiran-Nya adalah bukti yang nyata dari Allah Bapa yang mengasihi umat-Nya. Sebab di dalam Kristus, Allah Bapa telah melaksanakan kehendak-Nya; mengampuni dan menebus dosa, serta menyelamatkan umat manusia. Dengan demikian, apa yang dilakukan oleh Yesus Kristus merupakan kehendak Allah sendiri. “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.”(Yoh 5:30).
Oleh karena itu ada kesatuan antara Allah Bapa dan Putera-Nya Yesus Kristus. Dengan demikian ketika seseorang mendengarkan dan percaya kepada Yesus maka sekaligus ia percaya dan mendengarkan Allah Bapa. Kemudian setelah percaya kepada-Nya, maka Allah akan menghantarnya untuk menerima hidup yang kekal. “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.”(Yoh 5: 24).
Yesus menurunkan semangat kesatuan kepada Allah kepada para murid dan pengikut-Nya, supaya mereka menerima keselamatan. Oleh karena itu, Yesus mengajak mereka untuk mengikuti-Nya, sebab melalui diri-Nya, mereka sampai pada Allah Bapa dan diselamatkan. “Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”( Yoh 14:6). Dengan demikian kerinduan Yesus Kristus yang juga merupakan kerinduan Allah sendiri adalah semua bersatu dengan Allah Bapa melalui Kristus dan masuk dalam Kerajaan Allah di mana setiap pribadi menerima suka-cita, damai dan hidup kekal. “…Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. (Yoh 17:21).
Banyak orang belum bisa percaya kepada Kristus Yesus, bahkan mereka yang sudah menerima pembaptisan pun juga masih ragu, dan bahkan tidak tahu apa arti pembaptisan dan panggilannya. Oleh karena itu, setiap orang yang mau dan sedang mengikuti Kristus perlu belajar terus dan menyadari kembali anugerah yang luhur yang menyelamatkan tersebut, agar lebih menyatu dengan Kristus dan berjalan bersama-Nya dalam menjalani kehidupannya setiap hari, sehingga hidup mereka bisa menjadi tanda dan kesaksian yang nyata bahwa Yesus Kristus hidup di dalam diri mereka.
Rm. Didik, CM