praktek kekudusan dalam kehidupan rohani
Ezekiel 18:21-28
Matthew 5:20-26
Saudara-saudari terkasih,Ada dua pernyataan praktek kekudusan dalam kehidupan rohani yang Yesus ingatkan kepada kita semua dalam bacaan injil hari ini yakni pertama hal membawa persembahan ke altar dan kedua adalah hal berdamai dahulu dengan sesama saudara kalau ternyata kita tidak mempunyai hubungan yang baik/harmonis. Kedua statement diatas menjadi sangat penting terutama bagi mereka yang mau memelihara keintiman dengan Tuhan dalam kehidupan rohaninya setiap hari (yang menghadiri perayaan Misa Kudus setiap hari atau yang selalu memelihara praktek kesalehannya dengan dan melalui kegiatan rohani lainnya).
Bagi mereka yang setia mengikuti renungan lewat “lubuk hati” ini misalnya atau yang secara teratur dan disiplin mengikuti perayaan ekatisti setiap hari, kedua pernyataan Yesus diatas menjadi sangat penting untuk kita acuhkan ketika kita menyembah dan memuliakan Tuhan. Katekismus mengajarkan bahwa puncak perayaan iman kita adalah “Ekaristi”, dimana kita mendapat kesempatan untuk membawa persembahan diri dan kehidupan kita kepada Allah disatu pihak dan di pihak lain persembahan hidup saudara-saudari yang ada di dalam hati kita ( anggota keluarga, sahabat dan kenalan kita baik yang dekat ataupun yang jauh). Bagi mereka yang sangat mungkin tidak pernah mengambil bagian dalam perayaan ekaristi setiap hari, maka apakah mungkin mengajak mereka untuk pergi bersama kita ke perayaan ekaristi hari itu. Sungguh akan sangat menarik kalau kita bisa mempergunakan kesempatan ini untuk saling membagi pengalaman iman, bahwa kita mengikuti perayaan ekaristi setiap hari bukan hanya untuk memenuhi perintah Tuhan, tetapi terutama karena ekaristi kudus itu memberi arti, kekuatan dan makna bagi kehidupan kita. Kita tahu dan menyadari bahwa kita semua membutuhkan bantuan Tuhan untuk menjadi manusia yang baik, yang kudus; dan perayaan ekaristi kita setiap hari adalah kesempatan yang sangat khusus untuk mendapatkan kekuatan dan rahmat Tuhan dalam menghadapi dunia ini dengan segala macam tantangannya dan sepak terjangnya.
Saudara-i, kita tahu bahwa perayaan ekaristi tidak membuat semua persoalan diatasi secara otomatis. Tetapi perayaan ekaristi membantu kita untuk mendapat kekuatan serta rasa tenang untuk menghadapi persoalan dalam kehidupan ini. Lagipula perayaan ekaristi merupakan suatu kesempatan dimana kita dapat meningkatkan dan memperdalam keintiman kita dengan Tuhan.
Nabi Ezekiel menyampaikan pesan Allah hari ini bahwa ketika kita melakukan sesuatu yang baik dan itu sudah sangat pasti akan dapat memelihara atau melindungi hidup kita sambil mengucap syukur kepada Allah Tuhan kita bersama saudara-saudari kita. Allah menghendaki agar kita kelak mengenyami kebahagiaan kekal di surga. Kalau mungkin membantu sesama saudara kita mencapai kehidupan kekal bersama Tuhan, dengan mengundang, mengajak mereka mengikuti dan merayakan ekarisiti kudus setiap hari.
Sebagai seorang awam dalam posisi, profesi dan tugas apapun kita semua mendapat tugas dan tanggungjawab yang sama dalam hal memberi kesaksian hidup kepada sesama saudara-i kita dalam bentuk yang lain yakni membawa sesama kita sebagai persembahan ke altar Tuhan. Dengan kata lain persembahan ke altar adalah sesama saudra kita sendiri; menghantar sesama saudara kita kepada Tuhan agar kita dapat berjalan bersama mereka mencapai kehidupan kekal bersama Tuhan, dan itulah yang akan menjadi alasan bagi kita bergembira dan bersukacita dalam kehadiranNya. Amin.