Diberkatilah mereka yang berjalan dalam hukum Tuhan

Diberkatilah mereka yang berjalan dalam hukum Tuhan

Deuteronomy 26:16-19
Matius 5:43-48

 

Boleh dibilang hampir semua orang pada satu saat ataupun pada kesempatan yang lain pernah ditanyakan atau bertanya tentang kemungkinan atau kriteria apa saja yang diminta untuk masuk atau menjadi salah satu anggota dari satu organisasi, untuk masuk sekolah tertentu bahkan untuk apply credit card. Kebanyakan yang bisa dan dapat diperoleh adalah sejumlah peraturan dan standard untuk menjadi anggota suatu organisasi atau masuk ke sekolah itu. Kalau kita merasa bahwa kita bisa memenuhi tuntutan, peraturan dan lain sebagainya maka kita akan bisa dapat membuat keputusan untuk masuk dan atau melamar menjadi anggotanya.
Demikian pula halnya dengan kehidupan menggereja sebagai suatu institusi dimana ada hukum Tuhan dan hukum gereja. Kita kenal ada kesepuluh hukum Tuhan yang diserahkan kepada Nabi Musa, yang sangat mungkin relatif gampang seperti: “Hormatilah ayah dan ibumu, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan ini dan itu dan lain sebagainya”. Bagi mereka yang mempunyai dan menjalani hidup etika yang baik tentu akan dengan sangat gampang menjalaninya.
Tetapi Jesus, di dalam bacaan injil hari ini menyampaikan peraturan kasih yang baru dan yang menuntut suatu refleksi yang lebih mendalam karena tidak gampang untuk dipahami dan dijalani. Yesus berkata:”Kamu telah mendengar firman: kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu”. Apakah Yesus hanya mau bercanda? Berdoa untuk musuh? Suatu permintaan yang sangat tidak riil. Kita sudah disakiti, tetapi kita masih harus tetap mengasihi dan bahkan berdoa untuk mereka yang menyakiti kita. Suatu permintaan, tuntutan yang tidak bisa masuk akal.
Tetapi ternyata Yesus tidak hanya ngomong, Yesus telah memberikan kita juga teladan, karena Yesus sendiri telah melakukan hal itu. Yesus telah mengampuni orang yang menganiaya Dia dan yang telah menyalibkan Yesus. Dari atas salib Yesus, sebelum Yesus menghembuskan napasNya Yesus berdoa: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:34) Pada dasarnya saudara-saudari sekalian “kita harus sempurna, sama seperti Bapa kita di sorga sempurna”.
Oleh karena itu, apa yang dapat kita peroleh kalau kita dapat  memenuhi permitaan dan tututan Yesus diatas?  Yang akan kita peroleh adalah “kebahagiaan kekal”. Kita dapat ikut ambil bagian dalam kebahagiaan bersama Bapa di sorga. Suatu kebahagiaan dan kedamaian yang tidak dapat kita temukan dalam kehidupan di dunia ini. Jadi berkat dan  rahmat Tuhan itu sangat besar namun tidak gampang untuk memenuhi permintaan dan tuntutan Yesus di satu pihak, namun di pihak lain kita bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan bahwa Tuhan selalu memberi kita terang dan kekuatan untuk melaksanakannya. Kita selalu mendapat guidelines, Tuhan akan selalu mengingatkan kita dengan caraNya tersendiri kalau kita sudah terlalu jauh dari jalanNya. Dengan kata lain seperti credit card membership : “no application fee or dues are necessary”. Rahmat, berkat dan kasih Tuhan begitu besar, asal kita mau membuka diri bagiNa. Amin. Sampai jumpa dan Selamat Paskah.
Comments are closed.
Translate »