Menyadari Karya Roh Kudus dalam Kehidupan Kita

Menyadari Karya Roh Kudus dalam Kehidupan Kita

Bacaan I : Kis. 4:23-31

Bacaan Injil : Yoh. 3:1-8

Saudara-i
Selama masa Paskah boleh dibilang bahwa hampir semua bacaan berbicara tentang betapa hidup dan kehidupan para rasul mengalami pembaharuan yang radikal dari dan oleh Roh Kudus. Semua peristiwa yang mereka alami itu akan mencapai kulminasinya pada hari Pentekosta yang akan kita rayakan dalam beberapa minggu lagi. Sebagaimana pengalaman para murid Yesus dalam bacaan-bacaan hari ini dapat membangkitkan kesadaran kita masing-masing  akan karya Roh  Kudus dalam kehidupan kita masing-masing. Kiranya kita juga bisa memiliki kemampuan dan kegigihan yang sama dalam hal mewartakan Kristus yang bangkit serta menghadirkan buah-buah kebangkitan itu dalam kehidupan kita sehari-hari.
Dari bacaan pertama hari ini kita semua dapat belajar dari Petrus dan Yohanes bersama para murid Yesus yang lain; ketika mereka sedang berdoa mohon keberanian dan kekuatan hati menghadapi segala ancaman karena tugas pemberitaan mereka;…”Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani”. Para murid itu mengintegrasikan doa dan karya mereka dalam tugas pewartaannya.
Saudara-i,
Sementara itu dalam bacaan Injil hari ini, dalam percakapan Yesus dengan Nikodemus, Yesus menampilkan kriteria satu-satunya untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah ialah: “supaya dilahirkan dari air dan Roh”. Yesus menjelaskan kepada Nikodemus bahwa begitu Roh Kudus masuk dan menetap di dalam diri seseorang, maka orang itu akan dibimbing dan dipimpin oleh Roh Allah sendiri.  Oleh karena itu kitapun lalu bertanya kepada diri kita masing-masing: “Apakah kita cukup berani dalam menjalankan tugas panggilan kita masing-masing?” “Bagaimana kita bisa menghadirkan dan mewartakan kehadiran serta pimpinan Roh Allah dalam dan melalui kehidupan kita setiap hari?” “Sanggupkah kita melanjutkan misi Yesus  meskipun sudah sangat pasti kita akan menghadapi hambatan dan tantangannya?”
Hari ini gereja merayakan dan memperingati dua orang kudus yang dengan gigih dan berani dengan caranya masing-masing melakukan tugas pemuridannya. Dalam abad 19, Santo Petrus Chanel sudah merasa dipanggil untuk mewartakan Injil kepada umat di kepulauan Hibrida. Orangnya sangat sabar dan berhasil dalam mewartakan Sabda Allah sampai menimbulkan rasa cemburu dari pemerintahan setempat. Akibatnya dia dibunuh. Selain itu orang kudus lainnya ialah Santo Louis de Montfort yang juga bekerja tanpa kenal lelah mewartakan kabar gembira tentang kerajaan Allah. Santo Louis de Monfort meninggal dunia dalam usia yang masih sangat muda. Ia secara khusus mempromosikan devosi kepada Bunda Maria dan menganjurkan untuk senantiasa dan tak henti-hentinya berdoa rosary agar bisa selalu kuat dalam melanjutkan karya pewartaan sebagai murid Yesus.
Saudara-i,

Sesungguhnya, Roh Kudus itu akan selalu bersedia hadir dalam diri setiap orang yang mau membukan diri untuk kehadiranNya dengan segala rahmat dan berkat dalam melanjutkan misi Yesus Kristus yang kita imani. Contoh kedua orang kudus yang kita rayakan hari ini akan sangat membantu kita asal kita tekun dan berani mengadapi segala tantangan dan cobaan apapun dalam tugas pewartaan itu.  Pilihannya terletak pada diri setiap orang yang mau membuka diri dan mendengarkan panggilan Yesus. Amin.

 

Comments are closed.
Translate »