Aku adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup.
Hari Pesta Santa Margaret dari Cortona
Kis 13:26-33; Yoh 14:1-6
Margaret adalah seorang perempuan yang hidup di abad ketigabelas di Italia. Ia terkenal akan kecantikannya, dan sejak usia yang sangat muda dijadikan gundik oleh seorang bangsawan yang kaya raya. Tapi suatu ketika, bangsawan ini dirampok di tengah jalan dan tewas seketika. Margaret ditinggal sendirian dengan seorang anak yang masih sangat kecil. Keluarga besar bangsawan itu tentu saja tidak peduli dengan nasib Margaret, yang tidak pernah menikah secara resmi. Dalam keadaannya yang susah itu, Margaret harus menentukan jalan apa yang akan dia tempuh selanjutnya.
Gambar di atas adalah sketsa dari mural kuno yang ditemukan di Basilika Santa Margaret di Italia yang menceritakan tentang hidup Margaret. Di sini Margaret (perempuan yang mengenakan kerudung di tengah) digambarkan harus memutuskan apakah akan pergi ke Cortona sesuai panggilan Yesus, atau mengikuti setan di belakangnya yang menganjurkan dia untuk menjadi gundik bagi laki-laki kaya yang lain. Usia Margaret masih muda dan masih banyak laki-laki yang tertarik dengannya.
Margaret memutuskan pergi ke Cortona. Ia merasa harus memperbaiki hidupnya setelah sekian lama berhubungan dengan suami orang lain. Di Cortona dia membantu dua orang wanita dalam kegiatan amal mereka. Margaret juga membantu wanita-wanita yang melahirkan. Ia merawat orang-orang sakit kusta dan sampai akhirnya mendirikan rumah sakit bagi orang miskin di Cortona. Karena selalu terinspirasi oleh semangat Santo Fransiskus dari Assisi, akhirnya dia bergabung menjadi anggota Ordo Ketiga Fransiskan yang diperuntukkan untuk orang awam. Setelah dia meninggal, orang-orang menganggapnya sebagai seorang santa dan banyak berdoa melalui perantaraannya.
Hidup Santa Margaret menggambarkan apa yang Yesus katakan dalam Injil hari ini, “Aku adalah jalan, kebenaran, dan hidup.” Di saat Margaret berada dalam masa paling gelap dalam hidupnya, dia memilih Yesus dengan memutuskan pindah ke Cortona. Di sini dia menemukan semangat baru yang membawa hidup baru bukan hanya untuk dirinya tapi juga bagi begitu banyak orang yang ditolongnya.
Hidup kita tidak selalu mulus dan nyaman. Terkadang kita pun jatuh ke dalam situasi di mana kita patah semangat, di mana kita merasa sangat berdosa sehingga tidak pantas dikasihi, di mana kita merasa tidak ada jalan keluar lagi. Yesus berkata, “Jangan hatimu gelisah.” Dia adalah jalan. Mungkin jalan itu tidak pernah kita pikirkan sebelumnya. Mungkin di jalan itu kita harus meninggalkan segala hal yang sudah kita kenal dan pergi ke suatu tempat yang asing, tidak jelas, menakutkan. Tapi di jalan itulah pada akhirnya kita akan menemukan hidup yang baru dan berkelimpahan.
