Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Seorang teman mengisahkan bagaimana dinamika kelompok “Anonymous Alcoholics” telah menyelamatkan hidupnya. Lebih dari 12 tahun dia tak bisa lepas dari alkohol, hidupnya hancur, tak ada pekerjaan karena tak ada orang yang mau percaya padanya. “Pertemuan kami selalu sama setiap minggu, persis hal yang sama diulang-ulang lagi, setiap orang dalam kelompok mengisahkan problem, dan usaha keluar dari lingkaran kecanduan. Tak ada yang baru. Hanya orang baru yang merasa bahwa kisah kami baru. Tapi sebenarnya sama. Tapi saya tetap datang. Kalau tidak, saya akan mulai minum lagi dan menghancurkan hidupku. Saya terus ikut kelompok ini dan saya bertahan hidup tanpa alkohol.”

bukankah Perayana Ekaristi juga punya model yang sama. Mulai dari pembukaan, tanda salib dan ….anda bisa meneruskan karena kita hapal bagaimana perayaan itu dilakukan. Tepat dalam ritual dan rutinitas Allah memberi bekal perjalanan setiap hari pada kita. Memang tata perayaannya sama, tapi kita bisa menemukan karunia yang berbeda setiap kita sungguh ikut Ekaristi.

Allah yang kita terima dan hadir dalam hidup adalah rahmat utama dalam Ekaristi. Persekutuan dengan umat beriman lain juga menjadi berkat bahwa kita bersatu dalam sebuah kelompok orang-orang yang percaya pada Yesus Kristus.

Sebagian dari hidup kita adalah kumpulan kebiasaan, dan tanpa perlu berfikir kita menjalaninya. “Straight forward, predictable, daily ritual” Semoga Ekaristi yang kita terima hari ini membawa berkat melimpah menjadi bekal kekuatan hidup setiap hari.

Terpujilah Kristus dalam Sakramen Maha Kudus, pemberi kehidupan dan penguat peziarahan, terberkatilah yang menerima kehadiranNya setiap hari, karena rahmat berlimpah hadir dan ditawarkan bagi kita.

 

Comments are closed.
Translate ยป