MATAMU MERAMPAS KEBEBASANKU
Bacaan I : 2 Raja-Raja 17: 5-8.13-15a.18
Bacaan Injil : Matius 7: 1-5
Tanpa kita sadari seringkali tatapan mata kita mengandung sebuah penghakiman terhadap tindakan-tindakan yang dibuat oleh sesama kita. Dan tanpa kita sadari sering mata kita mengadili dan juga merampas kebebasan orang lain. Maka tidak heran jika Albert Camus, seorang sastrawan Prancis menuliskan hal ini, “matamu merampas kebebasanku”. Tentu saja sangat tidak fair jika kita melakukan sebuah pengadilan atas tindakan seseorang tanpa kita mengerti latar belakang orang tersebut ataupun latar belakang tindakan orang tersebut. Maka apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus dalam Injil pada hari ini sungguh sangat relevan bila dikaitkan dengan masalah penghakiman ini. Tuhan Yesus meminta kita untuk tidak dengan mudah menghakimi orang lain tanpa terlebih dahulu mengadakan koreksi diri. bila memang diri kita telah bersih dari segala macam kesalahan maka layaklah kita untuk mengadili.
Sabda Tuhan inipun sungguh sesuai dengan apa yang dikatakan oleh asul Yakobus, yaitu, siapakah diri kita hingga mau main hakim sendiri padahal hanya ada satu hakim yang adil yaitu Tuhan. lantas jika demikian apakah kita membiarkan setiap kejahatan? Tentu saja tidak. Penghakiman yang dikatakan oleh Tuhan di sini bukanlah masalah membiarkan kejahatan namun lebih merupakan sarana bagi kita untuk tidak mudah mengadili orang lain sesuai dengan keinginan kita. Oleh karena itu baik bagi kita bila kita selalu melakukan introspeksi diri sebelum kita menilai ataupun menghakimi tindakan seseorang.