Gerbang “Lubang Jarum”
Bacaan : Mateus 19:23-29
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin
Konon, lubang jarum yang dimaksukkan Yesus adalah sebuah pintu sempit di kota Yerusalem yang dibuka setelah pintu utama ditutup di malam hari. Pintu ini hanya bisa dimasuki orang saja. Seekor unta hanya bisa melewatinya kalau beban yang ada dibadannya dilepaskan.
Namun kalau kita lihat sejarah kota Yerusalem, banyak ahli arkeology ragu atas penjelasan di atas. Tak pernaha ada gerbang bernama “lubang jarum” di Yerusalem. Peta di atas adalah denah kota kuno Yerusalem. Setelah Yerusalem dihancurkan oleh tentara Roma tahun 70 M, tak ada bangunan tersisa sedikitpun. Kota ini dibangun kembali sekitar tahun 1500-an pada masa kekaisaran Otoman Berjaya.
Terlepas dari keraguan akan sejarah nama gerbang “lubang jarum”, Yesus hendak menunjukkan bahwa orang yang kaya lebih punya godaan untuk membawa semua harga dan kekayaan kemana-mana. Ada ketakutan uang dan kekayaan hilang. Hal inilah yang membuat mereka tidak bebas untuk masuk lewat pintu yang sempit. Terlalu banyak beban yang dibawa!
Yesus menghendaki agar orang bisa belajar lepas dan tidak terikat pada kekayaan dunia. Uang memang dibutuhkan untuk hidup. Tapi jangan sampai uang dan kekayaan membuat kita tak bisa mendapatkan harta di surga.