Renungan, 11 November 2013

Renungan, 11 November 2013

Peringatan St. Martinus dari Tours , Uskup

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.

Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini.

Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal,
ampunilah dia.

Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.”Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: “Tambahkanlah iman kami!”

Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.” (Luk 17:1-6)

Dalam injil Yesus berbicara mengenai dua kekuatan yang selalu bekerja dalam hidup kita.  kekuatan pencobaan yang membawa kita kedalam dosa dan kekuatan iman yang memampukan kita untuk mengatasi pencobaan. Pertanyaan reflectif untuk kita renungkan adalah kekuatan mana yang selalu kita ikuti? Secara jujur mungkin kita mengatakan bahwa kekuatan dosa selalu menyeret hidup kita kedalamnya. Injil menyadarkan kita kalau kita masih jatuh dalam pencobaan janganlah membawa orang lain masuk kedalamnya sebab engkau akan menanggung dosamu sendiri dan dosa orang yang telah kamu bawa dalam dosa tersebut.

Yesus mengingatkan kita agar kita jangan memberi contoh yang salah yang pada akhirnya menjadi skandal. Yesus menghendaki agar kita mempunyai kekuatan iman untuk mengatasi pencobaan yang selalu merong-rong hidup kita. kalau kita menyadari bahwa kita masih mempunya iman yang lemah, maka kita boleh belajar dari murid Yesus untuk selalu memohon “TAMBAHKANLAH IMAN KAMI/ TAMBAHKANLAH IMAN SAYA.

Yesus terus mengajak dan mengingatkan kita bahwa kita tidak pernah akan mampu untuk berjalan sendiri. Dia menghendaki agar kita terbuka untuk terus berjalan bersamaNya. Jesus mau agar kita masih percaya pada penyelenggaraanya. Dia berkata kepada kita, “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.” Jesus meminta kepada kita  sebuah sikap hati yang percaya. Percaya pada janjiNya keselamatanya. Dia tidak meminta dari kita melebihi kekuatan kita. Dia mengajak kita untuk terus bertekun, memiliki kekuatan iman untuk mengatasi segala percobaan.  Mari kita buka hati kita memohon kepada Yesus agar iman kita semakin diteguhkan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup kita sehari-hari.

Comments are closed.
Translate »