Rabu, November 19, 2014

Rabu, November 19, 2014

Renungan Luk. 19:11-28
Pada hari-hari menjelang kita memperingati Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam, kita diajak oleh Injil merenungkan makna Kerajaan Allah. Dalam perumpaan yang termuat dalam Lukas 19:11-28 termuat Siapakah Alah Bapa itu yang menyiapkan kediamanNya bagi siapapun. Allah Bapa yang maha murah berkenanan mempercayakan nilai-nilai kerajaanNya kepada umatNya. Diharapkan oleh Allah Bapa bahwa umatNya bersedia dengan kekuatan Roh Kudus dan kesanggupan umat sendiri mengembangkan nilai-nilai KerajaanNya.
Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan mengenai nilai-nilai Kerajaan Allah. Nilai-nilai Kerajaan Allah menyangkut pertama-tama cara hidup kita sebagai orang Kristen yang senantiasa dihadapkan pada dua pilihan yakni hidup berdasarkan kesucian atau hidup berkecimpung dalam dosa. Kesucian hendaknya dikembangkan dalam beberapa hal seperti doa pribadi dan bersama yang tidak bisa dipisahkan dari hidup moralitas pribadi, kemudian berbelarasa dengan mereka yang malang dan miskin-bukan hanya malang dan miskin dalam arti ekonomi, namun dalam banyak hal seperti kesehatan, keharmonisan keluarga, dst. Juga sikap merasa senantiasa bergembira dalam penderitaan; senantiasa bersyukur dalam apa saja yang terjadi dalam hidup kita, dan kita tidak boleh lupa untuk terlibat secara aktif di dalam pengembangan komunitas kita khususnya pada tingkat lingkungan atau gereja basis.
Kerajaan Allah juga menyangkut motivasi kita dalam melakukan sesuatu. Apakah kita melayani sesama itu demi kebaikan sejati atau kebaikan palsu; demi keuntungan kerohanian gereja atau keuntungan material pribadi. Demikian juga apakah kita hidup beriman dengan perasaan bebas bergembira meskipun mengalami penderitaan ataukah kita hidup beriman dalam perasaan tertekan dan takut akan hukuman Allah Bapa. Apakah kita hadir di dalam perayaan Ekaristi hari Minggu karena tertekan kewajiban ataukah kita datang karena kita merasa dicintai dan dilindungi oleh Allah Bapa sedemikian rupa sehingga kita merayakan Ekaristi dengan perasaan cinta pada Tuhan Yesus dalam Sakramen Maha Kudus.
Marilah kita berkembang dalam nilai-nilai Kerajaan Allah tadi dan saling membantu, saling menguatkan, saling meneguhkan satu dengan yang lain sehingga kita bersama sebagai umat beriman tidak ada yang tertinggal dalam pengembangan nilai-nilai Kerajaan Allah itu.

Comments are closed.
Translate ยป