Contoh kesempurnaan pelayanan hidup Yesus
Kisah Para Rasul 13:13-25
Yohanes 13:16-20
Tidak sedikit orang yang kita jumpai dalam kehidupan ini yang benar-benar mengabdikan dirinya, memberi atau menyumbangkan waktu dan tenaganya, bakat, kemampuan dan talentanya serta dedikasi mereka melaksanakan tugas, kewajiban dan tanggungjawab yang telah dipercayakan kepada mereka. Entahkah mereka bekerja di suatu perusahaan, institusi sekular ataupun rohani/gerejani. Penampilan dan pelayanan mereka harus benar-benar bisa mewakilkan perusahaan ataupun institusi dimana mereka bekerja. Paus Yohanes Paulus II, ketika mengunjungi Indonesia, ketika itu saya masih bertugas di Indonesia, slogan yang terpampang di setiap pojok kota yang ia kunjungi tertulis, “I am the servant of the servants.” Sementara orang dengan tulus mewakilkan pemimpinnya, atau memainkan peranan sebagai seorang pemimpin kepada orang-orang yang dipercayakan kepadanya. Selain itu ada beberapa orang yang benar-benar mempersembahkan seluruh kehidupannya ke perusahaan dimana dia bekerja. Ada pula beberapa anak di dalam keluarga yang secara sempurna bisa mewakilkan orang tuanya dalam segala hal atau bisa mewariskan nilai-nilai hidup orangtuanya. Contoh-contoh hidup yang demikian berbicara banyak tentang kesetiaan dan integritas, dan bahkan sering gaya dan pola hidup seperti ini akan selalu membawa hasil dan buah yang memuaskan karena berpusat pada kepercayaan, kesatuan dan kedamaian.
Nilai-nilai kehidupan seperti ini tidak hanya dibutuhkan di dunia business atau keluarga, tetapi juga di Kerajaan Allah. Bagi mereka yang mau mengambil bagian dalam Kerajaan Allah dituntut penyerahan hidup secara total kepada Allah, dan tulus mewakilkan Tuhan kepada dunia, dimana dan kemana saja mereka diutus. Ketika kita berbicara kepada orang lain dalam kaitan dengan Kerajaan Allah, kita berbicara atas nama Tuhan; kata-kata yang kita ucapkan menampilkan Allah yang hadir dalam diri kita. Kata-kata itu harus berakar dan berpusat pada kasih Allah dan berpusat pada kepercayaan kita kepadaNya.
Saudara-i terkasih,
Kitab Suci berbicara banyak tentang orang-orang yang bersedia mencintai Tuhan dengan menjalankan tugas yang Tuhan percayakan kepada mereka. Dari Abraham sampai Moses, dari Daud sampai para nabi, Kitab Suci Perjanjian Lama mewartakan kata-kata dan perbuatan mereka menumpahkan seluruh kehidupan mereka dalam tugas pelayanan kepada Tuhan. Kitab Suci Perjajian Barupun mewartakan kehidupan para rasul dan para murid lainnya. Lebih lanjut Yesus yang adalah Tuhan dan Penyelamat kita memberikan kita contoh-contoh yang sempurna tentang apa artinya menjadi seorang pelayan. Berangkat dari cinta Tuhan kepada kita dan dalam pengabdian serta kerendahan hati melaksanakan kehendak Bapak, Jesus telah menjadi manusia seperti kita agar kita semua memperoleh keselamatan. Yesus menampilkan kasih Allah dan rencana keselamatanNya. Yesus secara sempurna dalam hidupnya sebagai manusia telah menunjukkan kedalaman kasih Allah melalui mukjizat-mukjizat, penyembuhan-penyembuhan dan belaskasihan Allah dalam kematian dan kebangkitanNya.
Oleh karena itu berbicara tentang melayani Tuhan, saya mengajak saudara-saudari untuk mencontohi para hamba Allah yang telah mendahului kita; dan yang terutama mencontohi hidup dan kehidupan Yesus Kristus sendiri, yang telah memberikan kita semua contoh-contoh tentang apa artinya menjadi “pelayan, dan kepatuhanNya kepada kehendak Allah.” Yesus telah menyerahkan hidupNya agar kita semua bisa lebih memahami kedalaman kasih Allah dan pengharapan kita kepada keselamatan. Semoga kita semua juga bisa memberikan segala waktu, pikiran, ketrampilan dan apa saja yang kita peroleh dari Tuhan untuk kita bagikan kepada sesama kita, agar mereka bisa menemui Yesus yang hadir dalam diri, kehidupan dan pelayanan kita. Amin.