Kisah Para Rasul 13:26-33
Yohanes 14:1-6
Dalam beberapa renungan yang lalu kita telah berbicara tentang keprihatinan dunia tentang sikap dan tindakan orang-orang yang mau memporakporandakan dan menghancurkan iman umat kita kepada Kristus. Sangat mungkin kita tidak akan pernah mengalami seperti yang sama saudara dan saudari kita di daerah-daerah atau negara-negara yang terlibat konflik dan atau peperangan. Namun pada kesempatan ini kalau saya boleh bertanya, apakah anda pernah mengalami tantangan dalam bentuk lain seperti, kehilangan pekerjaan, bangkrut, difitnah, kisruh di dalam keluarga, perlakuan yang tidak adil dalam kehidupan komunitas biara yang membuat anda merasa ditinggalkan atau diabaikan oleh Yesus yang kita imani? Ataupun yang bisa menggoyahkan iman kita kepada Kristus yang adalah “jalan, kebenaran dan hidup?”
Dalam bacaan Injil hari ini Yesus mengatakan: “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepadaKu.” Sangat boleh jadi kita perlu menanggapi kata-kata Yesus ini dengan mengatakan bahwa “aku percaya akan kehadiran cintaMu Yesus, tetapi kadangkala rasanya jalan hidup mengikutiMu terlalu penuh dengan tantangan.” Maunya sih tidak mau gelisah, tidak mau cemas dan tidak pantas untuk ragu-ragu akan kehadiranMu Yesus.
Saudara-saudari terkasih,
Hari ini, Jumad minggu IV masa Paskah dalam perayaan Ekaristi, Gereja mengangkat bacaan injil dari St. Yohanes. Kita tahu bahwa murid Yesus yang satu ini sudah pernah mendengar kata-kata Yesus, sebelum pergolakan dan tantangan yang mereka hadapi sebelum Yesus ditangkap, didera, dihukum mati dan disalipkan. Sangat mungkin Gereja menghendaki agar kita selalu sadar, bahwa kita juga sebagai murid dan pengikut Yesus dewasa ini akan selalu bisa mengalami pengalaman yang sama seperti para muridNya yang pertama. Meskipun secara pribadi mereka sudah mengenal Yesus, namun kepedihan, rintihan rasa sakit yang Yesus derita masih terus melekat dalam ingatan mereka yang berakhir pada penyalipan.
Namun, saudara-saudariku terkasih,
Suatu kejutan yang terjadi setelah Paskah, Ia yang dikatakan telah mati “hadir di tengah-tengah mereka. Yesus hidup!“ Yesus berbicara kepada dan dengan mereka sambil menegaskan agar mereka tidak perlu takut dan gelisah. Apapun tantangan dan penderitaan yang kamu alami dalam kehidupanmu dan yang mengancam imanmu, percayalah kepada Kristus dan berpegang teguh pada firmanNya. Yesus tidak pernah mengajarkan bahwa kita akan bebas dari segala penderitaan dan hambatan dalam perjalanan hidup ini. Tetapi, melalui Yesus dan bersama Yesus kita akan lebih merasakan kedamaian di dalam hati. Kita tahu dan benar-beanr sadar bahwa penderitaan, tantangan dan hambatan apapun di dalam kehidupan ini pasti akan berlalu. Yesus mengatakan: “Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempatKu, supaya di tempat dimana Aku berada, kamupun berada.” Yesus menjanjikan para muridNya, dan tentunya kepada kita juga sekarang ini, bahwa apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, apapun penderitaan yang kita hadapi dan alami, kalau kita tetap percaya kepadaNya, saya yakin kita semua tidak akan dapat terpisah dari Yesus. Itulah berkat kekuatan dan besarnya Kasih Kristus kepada kita. “Tantangan dan penderitaan seperti apapun yang kita hadapi dalam dunia ini tak pernah akan memisahkan kita dari cinta Kristus.” Amin.