Kecil di Mata Tuhan

Kecil di Mata Tuhan

Bagi banyak orang jalan pikiran Yesus sulit untuk dimengerti. Betapa tidak? Yesus adalah seorang guru yang terpelajar, mestinya Ia bergaul dan juga memilih pra pendampingNya dari kalangan terpelajar. Namun hal ini sungguh berbalik dari harapan ideal. Yesus tidak memilih kaum terpelajar sebaliknya Ia memilih orang-orang yang dianggap bodoh, sebut saja Simon dan Andreas, Yakobus dan Yohanes. Mereka adalah para nelayan, orang-orang yang tidak terpelajar. Yesus sama sekali tidak mempedulikan latar belakang para pendampingNya. Ia sungguh menghayati apa yang Ia katakan, bahwa apa yang kecil dan bodoh di mata dunia Ia gunakan untuk mempermalukan mereka yang pandai, bijak maupun berkuasa menurut kacamata dunia.

Sebenarnya Injil ini juga mengajak kita sekalian untuk bercermin pada diri kita masing-masing. Kita diajak untuk bertanya pada diri kita, termasuk golongan manakah kita ini? Masing-masing golongan tentunya memiliki konsekuensinya sendiri-sendiri. Namun sebagai abdi Allah kita diajak untuk menjadi pribadi yang kecil di hadapan Allah. Bila kita kecil di hadapan Allah maka kitapun akan ditinggikan dan dihargai oleh Allah.

Comments are closed.
Translate ยป