Jumat Pekan Adven I 2019

Jumat Pekan Adven I 2019

Bacaan: Yesaya 29:17-24; Matius 9:27-31

Bacaan injil hari ini sangat menarik untuk kita renungkan. Dua orang buta yang memohon kesembuhan, mendapatkan jawaban positif dari Tuhan. Apa kira-kira kunci utama yang dapat membuat orang buta itu melihat kembali? Jawabannya ada pada ungkapan mereka: “Ya Tuhan, kami percaya!” Kepercayaan/iman inilah yang mengubah segala sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Iman atau kepercayaan yang dimiliki 2 orang buta ini tidak hanya berhenti pada ungkapan verbal saja. Mereka berdua telah membuktikan dan memperjuangkan imannya melalui tindakan: Mencari tahu / informasi tentang siapa Yesus dan bagaimana kuasanya (bertanya). Membuka telinga lebar-lebar terhadap Yesus. Dan berteriak / ngomong / minta tolong kepada Yesus. Di sini, ditampakkan bahwa iman menuntut perwujudan konkret dari orang yang bersangkutan.

Pengalaman 2 orang buta tersebut menjelaskan kepada kita bahwa iman/kepercayaan memegang peranan yang besar dalam menghadapi persoalan-persoalan hidup. Dengan iman, segala sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Tidak ada yang mustahil di hadapan iman. Trus, kadang-kadang ada umat yang bertanya: “Romo, saya sudah menyerahkan segala persoalan hidup saya kepada Tuhan dengan penuh iman, tetapi kok nggak pernah membawa kelegaan atau ketenangan ya?” Berserah kepada Tuhan tidak sama dengan melemparkan masalah kepada Tuhan, sehingga kita menjadi lega karena terbebas. Tidak! Berserah kepada Tuhan dengan penuh iman artinya: kita berani menghadapi persoalan / permasalahan hidup kita itu bersama Yesus. Persoalan hidup itu ada untuk dihadapi dan bukan untuk hindari. Seperti 2 orang buta tadi, mereka percaya, namun mereka mau menghadapi persoalan hidupnya dengan cara: BERTANYA, MEMBUKA TELINGA TERHADAP YESUS DAN MEMINTA TOLONG KEPADA YESUS.

Melalui perikop hari ini, kita diajak untuk semakin percaya dan beriman kepada Allah dalam menyongsong kelahiran Yesus Kristus sang Juru selamat. Marilah kita bersyukur kepada Allah, sebab Yesus masih mempunyai banyak tangan yang siap menggandeng kita menghadapi persoalan-persoalan hidup ini. Serahkankanlah perjuangan dan persoalan hidup kita kepada Allah dan hadapilah bersama dengan Dia.

Comments are closed.
Translate »