Kamis Pekan Adven I 2019

Kamis Pekan Adven I 2019

Bacaan: Yesaya 26:1-6; Matius 7:21. 24-27

Terkadang kita menjumpai ada saudara/saudari kita yang hidup doanya kenceng banget (Rosario setiap hari, misa harian rajin, doa lingkungan tidak pernah absen dst) tetapi ketika kesulitan atau penderitaan datang menghampirinya, ia mudah sekali lari meninggalkan Tuhan. Ada apa ini? Adakah yang salah dengan caranya berdoa mereka? Apakah ia punya dosa warisan? Ataukah ia kurang rajin lagi dalam berdoa? Semua pengandaian itu salah!

Seringkali kita merasa puas dan tenang ketika telah melaksanakan kewajiban-kewajiban keagamaan kita atau bahkan berbangga diri, pada saat mampu melampaui kewajiban-kewajiban tersebut. Perasaan itu sah-sah saja. Sebab kita manusia memang boleh berbangga dengan pencapaian yang dapat kita buat. Namun demikian, Injil hari ini mengajak kita untuk lebih masuk lagi ke kedalaman iman kita. “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga” ay 21. Maksudnya, hidup doa dan kewajiban-kewajiban keagamaan kita memang penting untuk membangun relasi yang lebih erat dengan Allah. Namun yang tak kalah pentingnya adalah perwujudan dari tindakan kultis tersebut. Kalau kita mau jujur, setiap kali kita berdoa dan memohon, Tuhan selalu mengajak kita untuk melakukan tindakan konkrit dalam hidup kita. Entah itu memaafkan teman sekerja kita, entah itu ajakan untuk lebih murah hati terhadap sesama, ajakan untuk setia kepada pasangan, tidak menaruh dendam pada orang lain yang berbuat salah dst. Nah… kalau ajakan-ajakan Tuhan ini belum kita laksanakan, artinya kita belum: “Mendengar perkataan Tuhan dan melakukannya.” Oleh karena itu, jangan heran apabila iman orang yang demikian mudah “roboh” karena tidak mendasarkan imannya dengan baik.

Hari ini kita diajak untuk berlaku bijak, dengan melandaskan hidup beriman kita pada, “Mendengarkan dan melaksanakan sabda Allah.” Semoga kita tidak mudah diombang-ambingkan kesulitan dan penderitaan hidup ini, karena kita telah meletakkan fondasi iman kita dengan benar.

Comments are closed.
Translate »