DEMI KEMULIAAN TUHAN (Mat 6:1-6.16-18)

DEMI KEMULIAAN TUHAN (Mat 6:1-6.16-18)

Rabu, 17 Juni 2020

Oleh: P. Stef. Buyung Florianus, O.Carm.

Demi Kemuliaan Tuhan, itulah yang harus menjadi motivasi kita untuk menghayati hidup keagamaan. Demi kehormatan Allah, itulah yang harus menjadi pendorong kita untuk melaksanakan praktek kesalehan. Yesus hari ini meminta kita  untuk meninggalkan motivasi yang tidak murni. Praktek kesalehan yang kita lakukan bukan untuk dilihat orang. Hidup keagamaan yang kita laksanakan bukan untuk dipuji oleh manusia. Semuanya kita laksanakan hanya untuk demi kemuliaan Tuhan, demi kehormatan Allah. Bila itu yang menjadi motivasi kita, dengan sendirinya kita mendapatkan anugerah keselalamatan. Kita akan memperoleh upah dari Bapa di surga.

Yesus menyebutkan secara khusus tiga praktek kesalehan. Pertama: amal kasih. Kita tidak perlu mencanangkannya bila beramal. Karena pujian dari pihak manusia hanya dilakukan oleh orang-orang munafik. Dalam beramal, kita harus melakukannya secara diam-diam dan tersembunyi. Bapa di surga sendirilah yang akan membalasnya. Kedua: doa. Dalam berdoa, kita harus melakukannya secara tersembunyi, bukan untuk dilihat dan dipuji orang. Kita diminta untuk masuk kamar, tutup pintu dan berdoa kepada Bapa yang ada di tempat tersembunyi. Sekali lagi, Bapa di surga sendirilah yang akan membalasnya.  Akhirnya ketiga: puasa. Puasa yang kita lakukan bukan untuk dipamerkan. Justru sebaliknya, kendati lagi berpuasa kita diminta untuk berbuat seolah-olah tidak sedang melakukan puasa dengan mencuci muka dan meminyaki kepala. Dengan cara demikian, hanya Bapa sendirilah yang tahu bahwa kita sedang berpuasa. Dengan sendirinya, Bapa jugalah yang akan membalasnya kepada kita.  

Dalam menghayati hidup keagamaan dan praktek kesalehan, orang sering kali memiliki motto atau semboyan tertentu. Semboyan itulah yang menyemangati hidup mereka. Motto itulah yang memberikan spirit dalam pelayanan mereka. Sebagai contoh, tarekat Religius biasa memiliki mottonya masing-masing.  Semua yang mereka lakukan hanya demi kemuliaan Tuhan. Misalnya, Ordo Karmel memiliki semboyan: “Aku bekerja segiat-giatnya bagi Allah bala tentara” (Zelo Zelatus Sum Pro Domino Deo Exercituum). Serikat Yesus (SJ) mempunyai motto: “Demi Kemuliaan Tuhan Yang Lebih Besar” (Ad Maiorem Dei Gloriam). Dan masih banyak komunitas religius, bahkan tokoh-tokoh tertentu memiliki semboyan atau mottonya tersendiri.  

Bagaimana dengan kita? Kita diminta untuk memiliki roh yang sama. Kita melakukan segala praktek kesalehan demi kemuliaan Tuhan. Kita menghayati hidup keagamaan demi kehormatan Allah. Bila itu yang menjadi intensinya, kita akan mendapatkan upah yang besar dari Bapa di surga. Semoga demikian.

Comments are closed.
Translate »