Browsed by
Author: admin

Renungan Oktober 29, 2013

Renungan Oktober 29, 2013

 

Maka kata Yesus: “Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya? Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya.” Dan Ia berkata lagi: “Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah? Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.”

 

Di dunia modern yang kita huni ini, kita dikelilingi dengan berbagai tawaran yang mengiurkan. Misalnya, ketika kita menonton TV, begitu banyak promosi, mulai dari kebutuhan rumah tangga sampai kebutuhan pribadi. Semua promosi menjanjikan “the best” bagi kita. Menanggapi semua promosi yang begitu heboh tersebut, banyak orang mengabaikan begitu saja karena banyak omongan dalam promosi itu besar tapi hasilnya tidak ada. Akan tetapi, banyak orang juga terperangkap akan promosi tersebut. Buktinya barang baru yang dipromosikan selalu berhasil memikat hati “consumer” walaupun sering orang kecewa membeli barang yang sebenarnya dia tidak perlukan. Orang akhirnya menjadi mandul, tetap menjadi “consumers” yang selalu dipakai demi kepentingan bisnis.

Sabda Allah menjadi manusia masuk dalam sejarah manusia tidak seheboh promosi yang dilakukan di masyarakat kita. Yesus datang kedunia dalam suasana yang sangat sederhana. Dia lahir dalam rupa seorang bayi yang tidak berdaya. Lahir di tempat yang tidak layak, hanya disaksikan oleh para gembala dan ternaknya. Dalam semangat kesederhanaan dan kerendahan hati inilah, Yesus kemudian mewartaka kerajaan Allah kepada setiap orang termasuk kita.

Dalam bacaan injil hari ini, Yesus mengumpakan Kerajaan Allah seperti biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang dikebunya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung diudara bersarang pada cabang-cabangnya, Yesus sebenarnya mau mengajak kita pengikutnya untuk mewartakan Kerajaan Allah mulai dari hal-hal yang kecil, hal-hal yang sederhana, hal-hal yang bisa kita lakukan. Seperti mother Teresa mengatakan “lakukan hal yang kecil dengan semangat kasih yang besar”. Yesus tidak  menghendaki kita untuk melakukan hal yang besar, yang pada akhirnya kita tidak mampu melakukannya. Jesus juga tidak menghendaki agar kita menjadi orang yang hanya besar omongnya tapi tidak mau bekerja, tidak  menunjukan contoh, tidak mau rendah hati. Yesus mengundang kita untuk menjadi orang yang berani melakukan kebaikan tanpa mencari popularitas. Mari kita belajar dari Yesus untuk tetap rendah hati dalam menyebarkan kerajaan CintaNYA mulai dari orang-orang terdekat kita.

Renungan Oktober 28

Renungan Oktober 28

Hari Raya Simon dan Yudas Rasul

Senin, 28 Oktober 2013 

Rasul Simon dan Yudas, dua murid Yesus yang jarang dikisahkan dalam Kitab Suci. Para penulis Injil menyebut nama mereka dengan beberapa nama. Lukas memanggil Simon dengan sebutan, “Simon orang Zelot”. Matius dan Markus menyebut  dia “Simon orang Kanaan.” Tidak ada lagi kisah pribadi mereka yang ceritakan penginjil.

Rasul Yudas juga jarang disebut dalam Injil. Dia bukanlah Yudas Iskariot,  karena Lukas menyebutnya, “Yudas saudara Yakobus,” dan Mateus menyebutnya dengan nama, “Thadeus.” Injil Yohanes mengatakan bahwa Yudas bertanya pada Yesus, “Guru, apa maksud semua ini?” (Yoh 14:22). Selain kalimat itu, tidak ditemukan lagi kisah percakapan Yesus dengan Thadeus.

Kedua rasul ini dirayakan bersama hari ini, salah satu alasannya karena menurut tradisi mereka bersama menyebarkan ajaran Yesus ke Persia. Menurut tradisi, Yudas dibunuh di daerah Beirut, dekat Syria tahun 65 Masehi. Bersamaan dengan dia, rasul Simon juga dimartirkan. Dalam gambar kedua santo ini, ada kapak yang menjadi symbol bahwa keduanya dibunuh dengan senjata ini. Kisah kemartiran mereka diceritakan dalam “Kisah Simon dan Yudas” dan dihubungkan dengan cerita-cerita Abdias, Uskup Babilonia.

Panggilan menjadi murid selalu membawa sebuah misi perutusan. Kedua santo ini, menjadi murid dan meneruskan tugas menyebarkan Injil ke Persia dan Siria. Perutusan itu menuntut seseorang untuk menghidupi dan  menyebarkan warta Injil. Lewat baptisan, semua pengikut Kristus diutus juga menjadi penyebar warta Injil. Sebuah permenungan bagi kita, apa tugas perutusan saya sebagai seorang pengikut Kristus? Apa yang sudah saya perbuat untuk menyebarkan nilai-nilai Kristus dalam komunitas kita?

Arwah Orang Beriman

Arwah Orang Beriman

Video Not Playing? Click Here

Berita Duka

Berita Duka

RIP: Rektor Seminari Mertoyudan Romo Ignatius Sumaryo SJ Saat Ikut Jakarta Maraton

Rektor Seminari Mertoyudan Romo Ignatius Sumaryo SJ mendadak jatuh pingsan saat ikut lomba lari Jakarta Maraton bersama beberapa romo Jesuit lainnya. Alm. Romo Maryo meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Hingga kabar duka ini kami rilis, jenazah almarhum Romo Maryo masih disemayamkan di RS Sint Carolus Jakarta.

Menurut rencana, misa requiem untuk almarhum Romo Maryo SJ akan berlangsung Minggu (27/10) malam ini di Kapel Kolese Kanisius Menteng

Berita selengkapnya..

Kami segenap Romo, Suster dan Redaksi lubukhati.org , ikut berduka cita dan mengiringi kepergian Romo Maryo, dengan doa … Selamat Jalan Romo Maryo, terima kasih atas sumbang sih mu kepada kami semua.

Redaksi, Para Romo dan Suster.

 

Renungan Oktober 26

Renungan Oktober 26

Rm Marya SJ (rektor Seminari Mertoyudan, Magelang)

Tuan biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi

(Rm 8:1-11; Luk 13:1-9)

Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan.  Yesus menjawab mereka: “Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.  Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem?  Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.”  Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: “Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!  Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,  mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!”(Luk 13:1-9), demikian kutipan Warta Gembira hari ini. Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang tidak berdosa, masing-masing dari kita pasti pernah melakukan dosa atau bahkan sampai sekarang masih selalu melakukan dosa. Semakin tambah usia berarti semakin bertambah dosanya juga, maka marilah kita ingat dan imani kemurahan dan kesabaran hati Allah terhadap kita orang-orang berdosa ini. Kita dianugerahi kesempatan untuk bertobat atau memperbaharui diri, maka marilah kita gunakan waktu dan tenaga kita yang ada untuk bertobat melalui cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari dimana pun dan kapan pun. Kiranya setiap saat kita juga sering diingatkan oleh saudara-saudari kita akan kelemahan dan pelanggaran atau kelalaian kita, maka dengan rendah hati marilah kita dengarkan dan sikapi dengan positif peringatan dari saudara-saudari kita agar kita memperbaiki kesalahan dan kelalaian kita. Hendaknya kita juga saling mengingatkan dan mendengarkan satu sama lain. Kita sadari dan hayati bahwa kita adalah orang-orang berdosa yang dipanggil Allah untuk bertobat dan akhirnya berpartisipasi dalam karya penyelamatanNya. Marilah kita kembangkan dan perdalam keutamaan-keutamaan atau nilai-nilai kehidupan yang kita miliki sekecil dan sesederhana apapun, karena dengan mengembangkan dan memperdalam keutamaan atau nilai-nilai yang kita miliki pada umumnya kelalaian atau kesalahan kita akan terhapus dengan sendirinya. Kita hendaknya juga saling mengingatkan perihal keutamaan-keutamaan atau nilai-nilai kehidupan yang kita miliki.

Mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.” (Rm 8:5-9). Sebagai orang beriman atau beragama kita semua diharapkan senantiasa hidup dalam dan oleh Roh, yang berarti senantiasa memikirkan kehendak dan perintah Allah dimana pun dan kapan pun. Apa yang akan kita lakukan tergantung pada apa yang kita pikirkan, maka hendaknya kita senantiasa memikirkan kehendak dan perintah Allah agar cara hidup dan cara bertindak kita senantiasa sesuai dengan kehendak dan perintah Allah. Memang kecenderungan kita semua adalah memikirkan hal-hal atau perkara-perkara duniawi, dan memang juga tidak seluruhnya salah. Hendaknya kita sadari dan hayati bahwa hal-hal atau perkara-perkara duniawi merupakan sarana yang dianugerahkan oleh Allah kepada kita untuk memuji, memuliakan, menghormati dan mengabdi Allah. Jika kita berani menyikapi dan menghayati bahwa harta benda merupakan sarana, maka kita tidak akan jatuh kepada sikap mental duniawi. Kepada mereka yang masih bersikap mental duniawi atau materialistis kami harapkan segera bertobat atau memperbaharui diri. Tidak ada kata terlambat untuk bertobat dan memperbaharui diri. Sekali lagi kami ingatkan bahwa Roh Allah ada dalam diri kita masing-masing, yang menggejala dalam kehendak baik, maka hendaknya kehendak baik tersebut tidak disimpan, melainkan segera diwujudkan.

TUHANlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.”Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?””Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan” (Mzm 24:1-4b)

Translate »