Browsed by
Author: admin

Sabtu Oktaf Paskah

Sabtu Oktaf Paskah

Rm Gunawan Wibisono O.Carm
11 April 2026
Kis 4: 13-21 + Mzm 118 + Mrk 16: 9-15

Lectio
Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan. Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis. Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya. Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota. Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya. Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk”.

Meditatio
Banyak orang terlalu mengandalkan kemampuan insani. Demikian juga para murid Yesus. Kebangkitan Yesus, sang Guru pun, ingin dihitung dengan kemampuan inderawi. Pemberitahuan Maria Magdalena dan kedua murid yang pergi ke Emaus tidaklah mendapatkan perhatian mereka semua. Baru setelah melihat langsung dan berjumpa Yesus, mereka percaya. Padahal bukankah kebangkitan bukan soal waktu? Bukan soal mata? Kebangkitan adalah soal kepercayaan. Tidak seorang murid pun melihat kebangkitanNya. Maria, sang bunda pun, tidak. Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. Kepercayaaan terhadap sesama, secara istimewa dalam karya pewartaan Injil, berarti sama percayanya kepada Tuhan Alla yang bersabda. Kebaskanlah debu kakimu di kampung-kampung di mana karya pewartaanmu ditolak, dan juga apabila kamu menerima mereka, berarti kamu menerima Aku yang mengutus mereka.
‘Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk’. Berita Paskah hendaknya disampaikan kepada seluruh dunia dan isinya, sebagaimana permintaan Yesus sendiri. Karena memang kebangkitan Paskah adalah Injil kabar sukacita bagi semua orang yang berharap akan belaskasihNya. Manakah yang lebih tepat: ‘taat kepada kamu atau taat kepada Allah. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar’ (Kis 4: 19-20). Kata-kata seperti inilah yang menyemangati orang-orang untuk selalu mewartakan Injil Kerajaan Allah. Inilah semangat Paskah.

Oratio
Yesus Kristus, Engkau menghendaki kami mempersembahkan iman kepercayaan dengan setulus hati. Sebab hanya dengan kepercayaan kepadaMu, kami beroleh keselamatan. Semoga kami selalu berani memperdalam dan menjalankan iman kami dalam kehidupan sehari-hari. Amin.

Contemplatio
‘Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk’.

Mengenali Tuhan Lewat Ekaristi

Mengenali Tuhan Lewat Ekaristi

RP Hugo Susdiyanto O.Carm

Rabu 8 April 2026

Lukas 24:13-35

Duka yang mendalam mengalahkan logika dan menutup mata. Kisah dua murid yang berjalan menuju Emaus merupakan contoh nyata. Mereka adalah potret orang yang kehilangan asa. Janji sang Guru belum terrealisati sudah keburu mati disalibkan. Karenanya mereka ingin kembali ke kampung asal dan mengerjakan pekerjaan lama. Tuhan Yesus yang telah bangkit hadir, menemani perjalanan mereka, dan pelan-pelan membuka mata mereka. Selama perjalanan Tuhan menjelaskan makna Kitab Suci, , mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi,  yang selama ini mereka dengan, namun belum dipahami. Dan Ketika telah sampai tujuan perjalanan, Tuhan membuka mata hati mereka dalam perjamuan. Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Saat itu mata hati mereka terbuka. Namun di saat yang sama, Yesus sudah lenyap dari tengah-tengah mereka. Peristiwa itu mengajarkan kepada kita bahwa perjumpaan dengan Tuhan mampu mengubah seseorang. Dua murid yang kecewa itu kembali ke Yerusalem dengan semangat dan harapan baru.

Kisah dua murid ke Emaus mengajarkan kepada kita bahwa kebangkitan Kristus bukan sekedar masa lalu yang historis, melainkan sebuah realitas iman yang selalu actual dan berlangsung terus. Dengan kata lain, kebanhkitan adalah pengalaman iman yang hidup. Karenanya setiap kita diundang untuk mewujudkan semangat kebangkitan dengan tidak terus menerus berada dalam kegelapan [kubur, duka], melainkan memperjuangkan harapan dan juga keadilan.

Dua murid Emaus yang berjalan dalam keputusasaan setelah penyaliban, mengingatkan kita akan kehidupan yang tidak mudah. Namun Ekaristi [Sabda (liturgi sabda) dan pemecahan roti (liturgi ekaristi)] mengubah perjalanan kekecewaan itu menjadi perjalanan iman dan pengharapan, sebagaimana mereka katakan, “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?”

Mari kita menjadi “manusia paskah”, artinya menjadi manusia yang menjalani hidup dan kehidupan ini dengan diperbarui oleh semangat kebangkitan, seperti dua murid Emaus yang bergegas Kembali ke Yerusalem untuk mewartakan kebangkitan setelah ber-Ekaristi. Pergilah Misa sudah selesai, pergilah kita diutus.

Translate »