Selasa, 1 Maret 2022
Markus 10:28-31
Setiap orang yang percaya dan mengikuti Kristus berarti hidup bersatu dengan Kristus. Persatuan Kristus dalam Roh dengan para murid-Nya merupakan keriduan-Nya agar mereka menerima damai sejahtera dan hidup kekal. “Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.”(Yoh 17:11).
Ketika seseorang bersatu dan bersama Kristus dalam perjalanan hidupnya maka Dia akan memelihara, mejaga, dan melindunginya dari segala bahaya. Dan bahkan Yesus mengajak para murid-Nya untuk tidak kuatir dan cemas saat harus berkorban demi kebaikan atau demi imanmya, karena Dia akan melipat gadakan berkat-berkat-Nya kepada orang yang setia kepada-Nya. “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.”(Mrk 10:29-30).
Oleh karena itu, Yesus menjamin setiap murid-murid yang setia hidup di dalam damai, harapan dan kasih-Nya serta Dia menyertainya setiap hari. Persaoalnya apakah masing-masing murid Kristus memiliki kesadaran dan kepekaan akan penyertaan Tuhan tersebut? Tidak sedikit orang merasakan hidupnya berjalan begitu saja tanpa kesadaran bahwa Tuhan menyertainya. Akibatnya pada saat ia mendapatkan persoalan hidup ia dengan mudah jatuh dan putus asa. Berbeda bagi orang yang dekat dengan Kristus dan menyadari kasih penyertaan-Nya, sekalipun banyak persoalan yang harus ia hadapi, namun ia tetap memiliki harapan dan kuat, sehingga ia bisa melewati masa-masa sulit tersebut dengan damai. “Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.”(Filemon 1:3).
Oleh karena itu, setiap orang yang mengikuti Kristus perlu terus disadari bahwa Dia hidup dan selalu menyertainya, agar damai, harapan dan kasih-Nya bisa dirasakan selalu. Kepekaan dan kesadaran tersebut bisa dialami jika seseorang setia dan tekun menjaga komunikasi atau relasinya dengan Kristus.
Rm. Didik, CM