Header image alt text

indonesian catholic online evangelization

PERCAYA SAJA

Posted by admin on August 30, 2022
Posted in renungan 

Selasa, 30 Agustus 2022



Lukas 4:31-37

Pada suatu ketika Yesus mengusir setan dari seseorang yang kerasukan roh. Banyak orang yang melihat-Nya kagum dan takjub. “Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar.” (Luk 4:36). Namun apakah cukup berhenti pada kekaguman? Tentu Tuhan Yesus merindukan semua tidak berhenti pada merasaan kagum dan takjub, namun Dia rindu setiap orang bisa percaya kepada-Nya. “Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi.”(Luk 4:21).

Dengan demikian, setiap orang yang percaya kepada Kristus adalah mereka yang berani mengandalkan Kristus dan hidup menyerupai-Nya. Pada saat itulah seseorang yang percaya Kristus, maka Roh-Nya akan diam dan menyertainya. Setiap orang yang menerima Roh Kudus maka  kekuatan-Nya yang akan menuntunnya. Oleh karena kehadiran-Nya maka kekuatan roh jahat yang mengombang-ambingkan manusia akan dilemahkan, dan bahkan diusir-Nya. Sebab roh jahat tahu siapakah Kristus dan kuasa-Nya. “Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” (Luk 4:34).

Oleh karena itu, kehadiran Kristus adalah jaminan akan hidup yang baik, hidup damai, dan hidup yang berlimpah karunia dari Roh Kudus yang yang membebaskan seseorang dari roh jahat yang menjadikannya hamba dosa. Dan untuk menerima kuasa, damai dan penyembuhan-Nya tidak ada cara lain selian dengan percaya kepada-Nya. “Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: “Jangan takut, percaya saja!” (Mrk 5:36)

Didik, CM 

MELAWAN KEMALASAN

Posted by admin on August 27, 2022
Posted in renungan 

Sabtu  27 Agustus 2022



Matius 25:14-30

Yesus menyampaikan pesan kepada para murid-Nya untuk memiliki keberanian untuk melawan kemalasan yang bisa menghambat pelayanan dan pertumbuhan iman mereka. Kemalasan berarti seseorang tidak mampu bersyukur dengan apa yang telah diberikan oleh Tuhan dan dengan demikian mengabaikan dan tidak bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan Tuhan kepadanya. Setelah seseorang bisa mengalahkan kemalasannya maka ia akan mampu menjalankan tanggung jawabnya dengan setia dari hal-hal yang kecil. “Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”(Mat 25:20-21).

Dengan demikian,  mereka yang berani menyangkal diri dan mampu bersykur mulai dari hal kecil adalah pribadi-pribadi yang setia yang siap untuk menjadi pelayan dan bekerja sama dengan Roh Kudus untuk menghadirkan Kerajaan Allah ; Kerajaan Damai. Dimulai dari bersyukur pada hal-hal yang kecil maka seseorang akan bisa merasakan betapa baiknya Tuhan dan dari sana akan muncul kedamaian. Kedamaian tersebut yang akan kemudian diwartakan dan akan berlibat ganda ketika telah diterima oleh orang-orang yang ada disekitarnya.
“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”(Galatia 5:22-23).

Didik, CM 

SIAP MENYAMBUT TUHAN

Posted by admin on August 25, 2022
Posted in renungan 

Jumat, 26 Agustus 2022



Matius 25:1-13

Yesus mendorong para pengikut-Nya untuk siap siaga untuk menyambut Tuhan Yesus, yang datang tanpa diketahui waktu dan saatnya. “Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.” (Mat 25:13). Dengan demikian Yesus mengajak para murid-Nya menyadari bahwa hidup di dunia ini adalah sementara dan kemudian setelah kematian mereka masuk ke hidup yang kekal.

Oleh karena itu setiap orang diajak untuk bertindak bijaksana, artinya tidak hanya memikirkan kebutuhan-kebutuhan duniawi saja namun untuk memikirkan dan bertidak yang berguna untuk menyiapkan diri masuk ke dalam hidup yang kekal kelak. “Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia! Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.”(Mat 25:7-9).

Apa yang perlu disiapkan untuk menyambut kedatangan Kristus di hari terakhir? Seperti di dalam perumpamaan ; wanita yang bijaksana yang membawa pelita sekaligus membawa cadangan minyak untuk pelitanya. Artinya seseorang perlu menyiapkan minyak hidup yaitu iman yang mendalam agar hidupnya tetap memancarkan terang yaitu kebaikan-kebaikan yang bisa dirasakan oleh orang-orang yang ada disekitarnya. Oleh karena itu, seseorang siap untuk menerima dan menyabut Tuhan ketika ia tetap setia pada imannya dan tetap berjuang untuk mewujudkannya dalam hidupnya.

Dengan demikian, minyak (iman) yang disiapkan oleh setiap orang adalah sesuatu yang amat penting. Iman tersebut akan semakin menjiwai seseorang ketika terjadi relasi personal dengan  Kristus. Sebaliknya jika relasi dengan Kristus renggang maka iman pun akhirnya menjadi kering dan meredup cahayanya.
“Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.”(Yoh 12:46). 

Didik, CM 

BERJAGA-JAGA

Posted by admin on August 25, 2022
Posted in renungan 

Kamis, 25 Agustus 2022



Matius 24:42-51

Yesus menyampaikan pesan kepada para murid-Nya untuk senantiasa berjaga-jaga atau siap siaga artinya bahwa mereka perlu sadar selalu akan tujuan hidupnya yang bukan berhenti di dunia,  namun akhir tujuan hidup manusia adalah pada kehidupan kekal. “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”(Mat 24:44).

Oleh karena itu, sikap berjaga-jaga atau siap sedia bisa terbangun dalam diri manusia jika ia tidak lupa akan arah hidupnya yang benar. Jika seseorang tidak memiliki gambaran tujuan hidup yang jelas maka ia akan hanya menuruti keinginan-keinginan sesaat. Dengan cara hidup yang demikian maka ia sangat rentan akan diobang-ambingkan oleh perasaan dan keinginan-keinginannya sendiri. “Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk, maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, ..”(Mat 24:49-50).

Dengan demikian, sikap siap siaga ini diperlukan untuk menghadapi realita hidup yang tidak selalu sama dengan keinginan manusia, namun harus terjadi karena rencana dan kehendak Tuhan, agar kemudian manusia bisa melewati semuanya dengan baik seturut kehendak Tuhan. “Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.”(Luk 12:37)

Didik, CM 

KETERBUKAAN HATI

Posted by admin on August 23, 2022
Posted in renungan 

Rabu, 24 Agustus 2022



Yohanes 1:45-51

Perjumpaan Yesus dengan Natanel menyingkapkan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Mesias yang tahu ada di dalam hati setiap orang dan apa yang telah, sedang dan akan dilakukan.  “Kata Natanael kepada-Nya: “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!” Yesus menjawab, kata-Nya: “Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu.” (Yoh 1:49-50). Oleh karena itu, setiap murid Kristus diajak untuk tidak ragu untuk percaya dan menyerahkan hidupnya kepada-Nya. Artinya, menjadikan Kristus sebagai pusat hidupnya dan semua kata dan tindakannya mengalir dari imannya.

Ketika seseorang percaya dan tinggal di dalam Kristus maka akan lebih banyak hal yang baik yang akan ia lihat dan terima sebagai tanda kasih dan perlindungan-Nya atas hidupnya. itu.  “Lalu kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.” (Yoh 1:51). Dengan imannya, seseorang akan mendapat anugerah dan kemurahan dari Allah secara pribadi. Artinya, hanya ia yang bisa mengerti dan yang bisa merasakan belas kasih dan damai dari Allah. Oleh karena itu iman adalah relasi yang personal  dengan Kristus yang memiliki dampak secara sosial, yaitu melalui buah-buah imannya maka kehadiran orang beriman menjadi berkat bagi banyak orang. “Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”(Mat 13:23).

Tidak sedikit orang yang berada di dalam krisis kepercayaan kepada Tuhan Yesus, yang berdampak pada aktifitas hidupnya. Tanda yang bisa dirasakan saat  iman seseorang menipis adalah meragukan dan mepertanyakan tentang kebenaran yang datang dari Tuhan. “Kata Natanael kepadanya: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” (Yoh 1:46). Oleh karena itu akar dari ketidakpercayaan muncul dari pemikiran seseorang. Natanael ragu dan bertanya tentang siapa itu Yesus. Keraguan itu muncul dari dalam dirinya sendiri, bukan dari orang lain.

Oleh karena itu untuk bisa percaya dengan penuh kepada Kristus, yang diperlukan kerendahan hati dan keterbukaan hati,  bukan melihat tanda dan bukti. Mereka yang berani percaya kepada Kristus adalah orang-orang yang berbahagia. “Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yoh 20:29).

Didik, CM 

Translate »