Fr. Gunawan Wibisono O.Carm
Posted by admin on November 30, 2024
Posted in Podcast
Fr. Gunawan Wibisono O.Carm
Posted by admin on November 30, 2024
Posted in renungan
Fr. Agustinus Sutiono O.Carm
In our Gospel passage today, we heard of the moment when the Lord called the first four disciples from among the fishermen of the lake of Galilee. St. Andrew was among these fishermen. He introduced the Lord to his brother Simon Peter as well as to the two sons of Zebedee James and John. According to Apostolic tradition, Andrew was a disciple of St. John the Baptist. The Lord then called him and the other disciples to be the ‘fishers of men’ who will gather and lead all mankind to the Lord. Through them, the Lord would reach out to many more people and bring them all towards His loving embrace and compassionate mercy, and that is the very important role which the Lord has entrusted and called the Apostles like St. Andrew to do.
According to Apostolic tradition, Andrew would go on to various places to proclaim the Gospels, the Good News of the Lord, including places such as Georgia, Greece and Asia Minor, parts of southern Russia and Ukraine around the Black Sea region, Romania, Cyprus, Malta and other places. There he touched the hearts and minds of many with the Good News of the Lord, with His love and kindness. He established many Christian communities in all those places, and was eventually martyred in Patras in southern Greece, being crucified on an X-shaped cross, which henceforth is known as ‘St. Andrew’s Cross’.
Let us all learn and be inspired from the good and worthy life, examples and commitment which Saint Andrew has shown to the Lord and to the people he had been sent to. From his Works and sacrifice, we know that Saint Andrew was a person of faith, full of zeal, vigour and courage in proclaiming the Good News of God. Together with the other disciples, they have shown us what it truly means to be good and faithful Christians, not just in name and formality only, but also through real actions, words and deeds based upon that living and genuine faith in God. We are called to embody our faith in our daily living and in how we interact with one another, with those whom we encounter, even acquaintances and strangers.
May the Lord continue to bless and guide us all in our journey in life so that by His blessings and providence, by His encouragement and strength we may continue to do our best in our respective lives. May our own lives and works be truly worthy of being Christians. Amen.
Posted by Romo Valentinus Bayuhadi Ruseno OP on November 30, 2024
Posted in renungan | Tagged With: Renungan Minggu, valentinus bayuhadi ruseno
Hari Minggu Pertama Masa Adven [C]
1 Desember 2024
Lukas 21:25-28, 34-36
Minggu pertama Adven menandai dimulainya tahun liturgi baru Gereja. Adven, yang berarti “kedatangan”, adalah waktu untuk mempersiapkan kedatangan Kristus, baik kedatangan-Nya yang pertama di Betlehem, lebih dari 2000 tahun yang lalu, maupun kedatangan-Nya yang kedua di akhir zaman. Pada dasarnya, melalui masa ini, Gereja mengajarkan kita untuk menantikan Yesus. Namun, bagaimana kita mempersiapkan diri kita untuk menantikan Kristus?
Ada tiga langkah kunci dalam persiapan ini:
Pertama. Mengetahui siapa yang akan datang. Hal yang paling mendasar untuk mempersiapkan kedatangan seseorang adalah dengan mengetahui siapa mereka. Persiapan yang kita lakukan untuk menyambut seorang teman dekat datang ke rumah kita sangat berbeda dengan persiapan untuk menyambut seorang presiden sebuah negara. Orang yang datang akan menentukan keseluruhan perencanaan, sumber daya yang dibutuhkan, dan tingkat usaha yang diperlukan. Semakin penting orang tersebut, semakin besar sumber daya yang kita sediakan. Masa Adven mengingatkan kita bahwa Dia yang akan datang adalah Yesus! Jika Yesus adalah Tuhan, maka seluruh hidup, waktu, kekuatan, dan hati kita akan dikhususkan untuk menyambut Dia.
Kedua. Mengetahui alasan kedatangannya. Bentuk persiapan kita juga tergantung pada alasan kunjungan. Jika seorang teman datang untuk meminjam buku, kita cukup menyediakan buku tersebut. Tetapi jika seorang kerabat dari kota lain berkunjung selama beberapa hari, kita mempersiapkan tempat untuk menginap, membeli atau memasak makanan yang diperlukan, dan memastikan segala sesuatu yang mungkin ia perlukan. Masa Adven mengajarkan kepada kita bahwa Yesus datang di akhir zaman untuk membawa penghakiman terakhir. Dia akan berlaku adil kepada orang benar dan orang jahat. Tentunya, kita tidak ingin dimasukkan dalam golongan orang-orang jahat. Jadi, persiapan kita adalah menjadi orang benar dengan setia melakukan apa yang berkenan kepada-Nya.
Ketiga. Mengetahui waktu kedatangannya. Waktu kedatangan juga membentuk persiapan kita. Seorang ibu yang mengetahui tanggal perkiraan kelahiran bayinya dapat mempersiapkan diri dengan baik. Orang tua yang menantikan kedatangan anak perempuannya setelah belajar di luar negeri, akan pergi ke bandara lebih awal, dan mungkin membawa hadiah kecil. Namun, Adven menceritakan kisah yang berbeda. Meskipun Kitab Suci menyatakan bahwa Yesus pasti akan datang, Kitab Suci juga menjelaskan bahwa kita tidak akan tahu kapan Yesus akan datang. Oleh karena itu, kita harus hidup seolah-olah Yesus akan datang setiap saat. Setiap detik dalam hidup kita adalah kesempatan untuk mempersiapkan diri kita untuk berdiri di hadapan-Nya.
Masa Adven disebut sebagai masa penantian. Melalui masa ini, Gereja mengajarkan kita untuk menantikan kedatangan Yesus dalam hidup kita.
Roma
Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP
Salah satu elemen penting dalam persiapan kita adalah Ekaristi. Misa sering disebut sebagai “kedatangan Yesus yang ketiga kalinya”. Yesus hadir secara sakramental, dan sikap kita dalam mengikuti Misa tidak akan berbeda dengan sikap kita saat menghadapi Yesus pada penghakiman terakhir. Apakah kita menerima Yesus dengan layak dalam Ekaristi? Persiapan rohani seperti apa yang kita lakukan sebelum menghadiri misa? Apakah kita menghampiri Yesus dalam Ekaristi dengan penuh semangat dan devosi atau kita merasa malas dan tidak terinspirasi?
Posted by admin on November 29, 2024
Posted in Podcast
Fr. Gunawan Wibisono O.Carm
Posted by admin on November 28, 2024
Posted in renungan
Fr. Gunawan Wibisono O.Carm
29 November 2024
Why 20, 1-4 + Mzm 84 + Luk 21: 29-33
Lectio
Suatu hari Yesus melanjutkan pengajaranNya, kataNya: ‘perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.”
Meditatio
Yesus mengingatkan para murid: ‘apabila kamu mampu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat’, itu berarti mereka mampu menilai alam semesta. Kemampuan mereka mengandaikan, bahwa mereka telah mengalami beberapa kali peristiwa demi peristiwa. Demikian seharusnya dalam mengejar keselamatan; orang harus menjadikan pengalaman keseharian sebagai bekal pelatihan untuk mendapatkan keselamatan. Bukankah sabdaNya selalu diperdengarkan? Bukankah sabdaNya memacu setiap orang untuk menikmati keselamatan? Karena itu, mereka harus segera berani memilih yang terbaik dan mendatangkan keselamatan.
‘Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu’. Guna mendapatkan keselamatan, kita pasti memilih perkataanNya yang kekal abadi. SabdaMu, ya Tuhan, adalah kebenaran dan kehidupan. ‘Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal’ (Yoh 6).
Oratio
Yesus Kristus, dampingilah kami selalu dengan terang Roh KudusMu, agar kami selalu terpaut akan sabdaMu yang memberi kehidupan, yang pada akhirnya menyatukan kami semua denganMu. Amin.
Contemplatio
‘Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu’.