
Posted by admin on August 31, 2015
Posted in renungan
Posted by admin on August 31, 2015
Posted in renungan
Posted by admin on August 28, 2015
Posted in renungan
Peringatan wajib wafaatnya St. Yohanes Pembaptis
Yer 1:17-19
Mrk 6:17-29
Kematian St. Yohanes Pembaptis memberikan peringatan bahwa St Yohanes adalah pribadi yang berani menanggung mengambil resiko dalam menegakan kebenaran dan keadilan. Yohanes tidak takut menegur raja Herodes karena sang raja mengambil istri saudaranya sendiri yaitu Herodias. Yohanes pembaptis berani melakukan semua itu karen ia memiliki iman. Imannya telah mendorong dan memberanikan dirinya untuk bertindak benar.
Sementara dalam peristiwa kematian St. Yohanes pembaptis tersebut, kita diajak juga untuk waspada akan bahaya dosa/kebencian. Karena sakit hati, dendam dan kebenciannya terhadap Yohanes, Herodias mencari jalan apapun untuk bisa membunuh Yohanes. Akhrinya ambisi kebencian-nya terlaksana ketika putri Herodias mampu memukau raja Herodes yang kemudian berjanji akan memberikan apa saja yang diminta putri Herodias. Herodias memakai putrinya sendiri menjadi alat untuk melancarkan ambisinya untuk membunuh Yohanes Pembaptis dengan memenggal kepalanya. Akhirnya kejahatan Herodias menyeret putrinya sendiri dan juga raja Herodes yang gila dengan kekuasaan.
Peristiwa tersebut memaparkan dua hal yang sangat kontras. Pertama Yohanes bertindak atas nama kebenaran dan iman. Ia berkurban demi kebaikan dan kebenaran. Kedua Herodias bertindak karena sakit hati, dendam, kebencian dan kemudian ia menjerumuskan putrinya, Herodes ikut menjadi hamba dosa untuk melancarkan ambisinya yang jahat. Setiap pribadi dihadapkan pada dua pilihan, apakah ia bertindak seperti Yohanes Pembaptis atas dasar iman mau berkurban demi kebaikan atau seperti Herodias bertindak karena kebencian dan menjerumuskan dirinya dan orang lain pada dosa demi ambisi-ambisi jahatnya.
Allah yang Maha Kasih, bimbinglah kami orang yang lemah ini untuk memurnikan hati dan pikiran kami, agar bisa berjalan pada jalan yang benar. Lindungilah kami dari bahaya dosa sehingga kami bisa menegakkan kebenaran dan keadilan didalam masyarakat kami. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami, Amin.
Posted by admin on August 27, 2015
Posted in renungan
Peringatan Wajib St. Agustinus
1 Tes 4:1-8
Mat 25:1-13
Yesus memberikan penjelasan lewat perumpamaan tentang pentingnya sikap “berjaga-jaga”. Tidak selamanya manusia tinggal di dunia. Pada suatu saat ia akan mengalami kematian dan beralih ke dalam kehidupan kekal. Peralihan dari hidup dunia ke hidup kekal merupakan realita yang harus dihadapi. Oleh karena saat kematian tersebut tidak bisa diramal dan tidak bisa dipastikan waktunya maka perlu selalu siap kapan-pun untuk menghadapinya.
Apa yang harus dilakukan agar selalu siap? Yesus menunjukkan cara yaitu selalu mengisi minyak dalam pelita. Pelita adalah iman, minyak dalam pelita adalah relasi kita dengan Tuhan Yesus. Dengan demikian kesetiaan kita dengan Yesus Kristus adalah sumber iman dan sekaligus sumber kasih yang selalu kita wartakan, bagaikan cahaya pelita yang bisa menerangi orang dari kegelapan.
Dalam perjalanan hidup ada banyak godaan yang membuat manusia terlena dengan segala yang ia miliki. Sikap berjaga-jaga arti, orang selalu sadar bahwa perjalanan hidup manusia di dunia ini adalah sementara. Sikap berjaga-jaga membuat orang tidak hanyut dengan segala kesenangan-kesenangan dunia yang bertentangan dengan keadilan, kebenaran dan kasih. Seperti gadis yang bodoh pada akhirnya menyesal, demikian juga orang yang hanya mementingkan diri dan kesenangan nya saja, tanpa peduli dengan hal yang lain yaitu: keadilan, kebenaran dan kasih. Sebaliknya gadis yang bijak yang membawa minyak pelita masuk dalam kemuliaan di surga, mengambarkan pribadi yang selalu menjaga relasinya dengan Tuhan Yesus dalam hidup sehari-hari dan pada akhirnya masuk dalam kemuliaan Tuhan di Surga.
Tuhan Yesus yang penuh dengan kasih, bimbinglah kami selalu hamba-Mu yang lemah ini, agar selalu sadar bahwa perjalaan di dunia ini adalah perjalaan yang sementara. Engkau telah menyediakan Kehidupan Kekal bagi mereka yang setia mengikuti-Mu. Maka tolonglah kami, agar kami tidak hanyut oleh kesenangan duniawi, dan akhirnya kami layak ikut serta bergembira dalam KerajaanMu di surga. Sebab Engkaulah juru selamat kami, kini dan sepanjang masa, Amin.