Header image alt text

indonesian catholic online evangelization

SEMUA BISA DITANGGUNG KARENA-NYA

Posted by admin on March 31, 2022
Posted in renungan 

Jumat, 1 April 2022


Yohanes 7:1-2.10.25-30

Yesus Kristus datang karena kehendak Allah Bapa yang mengutus-Nya. “Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: “Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal.”(Yoh 7:28). Kehadiran-Nya membawa harapan dan keselamatan untuk umat manusia, namun ada sebagian dari manusia, menolak kehadiran-Nya. “Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.”(Yoh 7:30).

Sekalipun Yesus dihambat dan ditolak namun rencana Allah tetap berjalan, sebab kehendak-Nya  lebih tinggi dari keinginan manusia dan karena itu tidak bisa dihalangi oleh manusia. “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.”(Yesaya 55:8). Oleh karena itu, Yesus tetap melangkah menuju ke Yerusalem untuk memenuhi rencana Allah Bapa untuk menebus dosa-dosa umat manusia. Dan jika belum tiba saatnya yang ditentukan Allah,  mereka tidak bisa menangkap Yesus.

Dengan demikian kehendak Allah telah menyelamatkan umat-Nya melalui Kristus Yesus. Sebagai murid-murid-Nya, mereka memiliki tanggung jawab untuk menjadi saksi kebenaran dari Kristus, agar semakin banyak orang mengenal dan percaya kepada-Nya. “Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”(Mrk 16:15). Apakah mudah mewartakan kabar suka cita dari Yesus (Injil) kepada semua orang? Tidak semua orang siap dan mau menerima pewartaan tersebut. Artinya ada sebagian orang menolak bahkan berusaha menghalanginya. Jika hal itu terjadi, orang tidak perlu kaget dan heran sebab hal itu sudah dialami oleh Yesus sendiri. Oleh karena itu, masing-masing murid Kristus diajak untuk setia berjalan terus untuk mewartakan kebaikan-kebaikan Allah di dalam diri Yesus Kristus. Semua hal akan bisa ditanggung karena Tuhan Yesus hadir dan menyertai mereka. “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”(Filipi 4:13).

Rm. Didik, CM 

PERCAYA KEPADA KRISTUS

Posted by admin on March 30, 2022
Posted in renungan 

Kamis, 31 Maret 2022


Yohanes 5:31-47

Yesus berusaha untuk meyakinkan kepada para murid dan pengikut-Nya bahwa Dia datang karena Allah Bapa yang mengutus-Nya. Allah selalu menyertai umat manusia, oleh karena itu melalui Yesus Kristus, Allah hadir untuk menyelamatkan umat manusia dari belenggu maut (dosa). “Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat,” (Yoh 5:37).  Dengan demikian kehadiran Yesus Kristus membawa misi besar dari Allah untuk menghadirkan kerajaan Allah, dimana semua orang diundang untuk mengikuti Kristus, agar bisa menerima dan mengalami kebaikan, damai, kemurahan dan keselamatan dari Bapa.

Bagaimana agar seseorang percaya dan bahkan siap diutus untuk meluaskan kerajaan Allah? Pertama-tama seseorang bisa percaya jika siap untuk menerima pewartaan atau pemberitaan tentang Yesus Kristus dari para nabi dalam Kitab Suci dan juga Yohanes pembaptis yang telah mengenalkan siapa itu Yesus Sang Juruselamat. “…Ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar. Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran.”(Yoh 5:32-33). Kesiapan masing-masing orang dalam menerima dan percaya kepada Yesus berbeda-beda, bahkan ada  sebagian orang yang sulit untuk percaya kepada Yesus.

Oleh karena itu, untuk bisa memiliki iman yang kuat kepada Yesus dibutuhkan sikap kerendahan hati. Dengan sikap ini seseorang terbantu untuk bisa merenungankan semua hal-hal yang telah dilakukan oleh Yesus untuk menyelamatkan umat manusia. Mulai Yesus lahir di kadang hina, mengajarkan tentang hukum kasih dan kebenaran, menyembuhkan orang-orang sakit,  mengampuni orang berdosa yang bertobat, membebaskan mereka yang kerasukan setan, memberi makan untuk lima ribu orang, menghidupkan kembali orang yang sudah mati, dan sampai mengorbankan nyawa-Nya di atas kayu salib. Tentu, orang-orang yang hatinya bersih akan percaya kepada Yesus Kristus setelah melihat dan merenungan semua yang telah dilakukan atau yang telah dikerjakan Yesus untuk umat manusia. “Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku.”( Yoh 5:36).

Dengan demikian jalan masing-masing orang untuk bisa mengenal dan percaya kepada Yesus Kristus sudah tampak jelas yaitu merenungkan kembali Kasih setia Yesus yang telah dinyatakan di dalam sabda dan tindakan-Nya untuk umat manusia. Masihkah orang-orang ragu terhadap Yesus sebagai juruselamat manusia? “Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.”(Yoh14:11).

Rm. Didik, CM 

MENJADI TANDA

Posted by admin on March 29, 2022
Posted in renungan 

Rabu, 30 Maret 2022


Yohanes 5:17-30

Yesus menjelaskan bahwa kehadiran-Nya adalah bukti yang nyata dari Allah Bapa yang mengasihi umat-Nya. Sebab di dalam Kristus, Allah Bapa telah melaksanakan kehendak-Nya; mengampuni dan menebus dosa, serta menyelamatkan umat manusia. Dengan demikian, apa yang dilakukan oleh Yesus Kristus merupakan kehendak Allah sendiri. “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.”(Yoh 5:30).

Oleh karena itu ada kesatuan antara Allah Bapa dan Putera-Nya Yesus Kristus. Dengan demikian ketika seseorang mendengarkan dan percaya kepada Yesus maka sekaligus ia percaya dan mendengarkan Allah Bapa. Kemudian setelah percaya kepada-Nya, maka Allah akan menghantarnya untuk menerima hidup yang kekal. “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.”(Yoh 5: 24).

Yesus menurunkan semangat kesatuan kepada Allah kepada para murid dan pengikut-Nya, supaya mereka menerima keselamatan. Oleh karena itu, Yesus mengajak mereka untuk mengikuti-Nya, sebab melalui diri-Nya, mereka sampai pada Allah Bapa dan diselamatkan. “Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”( Yoh 14:6). Dengan demikian kerinduan Yesus Kristus yang  juga merupakan kerinduan Allah sendiri adalah  semua bersatu dengan Allah Bapa melalui Kristus dan masuk dalam Kerajaan Allah di mana setiap pribadi menerima suka-cita, damai dan hidup kekal. “…Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. (Yoh 17:21).

Banyak orang belum bisa percaya kepada Kristus Yesus, bahkan mereka yang sudah menerima pembaptisan pun juga masih ragu, dan bahkan tidak tahu apa arti pembaptisan dan panggilannya. Oleh karena itu, setiap orang yang mau dan sedang mengikuti Kristus perlu belajar terus dan menyadari kembali anugerah yang luhur yang menyelamatkan tersebut, agar lebih menyatu dengan Kristus dan berjalan bersama-Nya dalam menjalani kehidupannya setiap hari, sehingga hidup mereka bisa menjadi tanda  dan kesaksian yang nyata bahwa Yesus Kristus hidup di dalam diri mereka.

Rm. Didik, CM 

TUHAN ATAS HARI SABAT

Posted by admin on March 28, 2022
Posted in renungan 

Selasa, 29 Maret 2022


Yohanes 5:1-16

Tuhan Yesus berinisiatif untuk menyembuhkan orang yang sakit lumpuh karena tergerak oleh belas kasihan. “Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh?” (Yoh 5:6). Dengan demikian tindakan Yesus tersebut menjadi jawaban dari seorang yang sudah menderita sakit lumpuh selama 38 tahun. “Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.”(Yoh 5:5).

Oleh karena itu apa yang dihadirkan Yesus kepada murid-murid-Nya adalah kasih nyata. Yesus tidak hanya menyampaikan Sabda-Nya yang menumbuhkan harapan tetapi juga tindakan-Nya yang penuh kasih dan kepedulian. “Kata Yesus kepadanya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.” Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan.”(Yoh 5:8-9). Dengan demikian sebagai murid-murid-Nya tidak ada alasan lagi untuk ragu-ragu, apalagi tidak percaya kepada-Nya.

Namun sebagian orang masih belum bisa percaya kepada Yesus dan bahkan bersikap negatif dan membenci Yesus. Mereka adalah orang-orang yang keras hatinya. “Tetapi hari itu hari Sabat. Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: “Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu.” (Yoh 5:9-10). Mereka menolak dan menyalahkan Yesus dan orang yang telah disembuhkan dengan mengunakan aturan-aturan tentang hukum Sabat. Dengan demikian orang-orang yang menolak Yesus adalah mereka merendahkan nilai-nilai kemanusiaan dan belas kasih demi kekuasaan dan posisi mereka sebagai orang yang merasa lebih tahu dan bijak dari  pada Yesus karena jabatan mereka ( tokoh-tokoh orang Yahudi). Mereka menganggap diri mereka benar dalam melaksanakan hukum Sabat, namun justru sebaliknya tindakan mereka merendahkan Yesus Kristus yang adalah Tuhan atas hari Sabat. “Kata Yesus lagi kepada mereka: “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”(Luk 6:5).

Rm. Didik, CM 

MENERIMA KESELAMATAN KEKAL

Posted by admin on March 27, 2022
Posted in renungan 

Senin, 28 Maret 2022


Yohanes 4:43-53

Yesus mengajak para murid-Nya untuk percaya kepada-Nya. Ketika seseorang percaya kepada-Nya maka tidak ada raguan lagi untuk menyerahkan hidupnya pada penyelenggaraan Allah. Dengan demikian ia tidak lagi sibuk mencari tanda (bukti) tentang bagaimana Allah itu dan keberadaan-Nya, tetapi menerima dengan syukur segala yang ada sebagai bukti yang nyata bahwa Allah setia menyertainya.  “Maka kata Yesus kepadanya: “Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya.” (Yoh 4:48). Oleh karena itu, orang tersebut tidak mencari-cari tanda lagi karena hidup yang dijalani dan semua yang dialami sudah menjadi tanda yang jelas bahwa Allah menyertainya.

Dengan demikian yang menjadi hal yang penting dalam beriman adalah melembutkan hati agar bisa menerima kehadiaran Allah di dalam setiap peristiwa hidup yang dialaminya. “Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.”(Mat 5:5). Manusia ada karena dianugerahi hidup oleh Allah Sang Pencipta, namun sementara itu ada sebagian orang yang tidak percaya dan tidak mengakui keberadaan-Nya, bagaimana hal itu bisa terjadi?  Hal tersebut adalah sesuatu yang mengherankan karena masih ada sebagian orang tidak percaya. Pertanyaannya: apakah mereka merasa lebih berkuasa dari pada Allah? Ada kekuatan yang bisa membuat hati manusia buta atau gelap yaitu dosa. Oleh karena itu setiap orang perlu berjaga-jaga atau waspada supaya dosa dan kesombongan tersebut tidak menguasahi hidupnya.

Dengan demikian agar seseorang bisa percaya kepada Allah , perlu merenungankan kembali kasih Allah yang telah hadir di dalam Putera-Nya, Dia telah hadir dan melakukan segala yang terbaik sampai menyerahkan nyawa-Nya untuk penebusan dosa bagi umat manusia. Dialah tanda nyata Kasih Allah yang hidup. Lewat Tuhan Yesus Kristus manusia menerima kebenaran dan keselamatan kekal. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”(Yoh 3:16).

Rm. Didik CM 

Translate »