Header image alt text

indonesian catholic online evangelization

Peneguhan

Posted by admin on July 31, 2014
Posted in renungan 

Kamis, 31 Juli 2014: Peringatan Wajib St. Ignasius dari Loyola

Matius 13: 47-53

Dalam Injil-Injil yang ada dalam Alkitab, ada banyak sekali kata-kata Tuhan yang meminta kita supaya tidak takut. Takut karena apa? Tentu saja karena berbagai macam faktor yang kita jumpai maupun yang kita alami. Rasa takut adalah rasa yang sangat manusiawi. Kita justru akan sangat tidak manusiawi jika tidak memiliki rasa takut. Memang takut bukanlah sebuah keutamaan, namun rasa takut justru membuat kita berhati-hati. Rasa takut juga membuat kita selalu waspada dalam setiap tindakan yang kita lakukan, meskipun terkadang Tuhan juga membuat kita takut jika Ia menampakkan diri pada kita.

Dalam Injil yang kita baca hari ini, Tuhan menampakkan diri kepada para murid. Tuhan Yesus berjalan di atas air danau. Hal ini sungguh menakutkan para rasul, apalagi sebagai orang Yahudi, mereka percaya bahwa laut, atau danau adalah tempat tinggal roh-roh jahat. Karuan saja mereka sangat ketakutan ketika melihat Tuhan datang mendekat ke perahu mereka dengan cara berjalan di atas air. Ketika melihat bahwa para murid ketakutan Tuhan menyapa mereka, jangan takut, ini Aku. Mendengar hal ini Petrus sebagai keta rombongan para murid ingin membuktikan bahwa yang datang adalah sungguh-sungguh Tuhan. Maka iapun meminta supaya ia dapat datang kepada Tuhan dengan cara berjalan di atas air. Memang ia dapat berjalan namun hanya sesaat, manakala ada angin datang menghembus ke arahnya ia mulai takut dan tenggelam. Memang, ketakutan dapat menghantui kita dalam rupa apa pun juga. Bahkan ketika Tuhan menyapa kita dengan caraNya sendiri hal ini sering kali juga menakutkan kita.

Dalam situasi takut, kalut dan tidak menentu maka satu-satunya hal yang dapat kita lakukan hanyalah menyebut nama Tuhan dan memohon pertolongan dariNya. Kita biarkan Tuhan menolong kita dengan caraNya sendiri. Namun satu hal yang pasti, bahwa Tuhan ingin agar kita mau datag mendekat kepadaNya saat kita mengalami takut dan kalut. Ia akan selalu berkata, ini Aku, jangan takut. Amin.

 

Mencapai Kerajaan Surga

Posted by admin on July 30, 2014
Posted in renungan 

Matius 13: 44-46

 

Yesus dalam Injil yang ditulis oleh Matius pada hari ini menyatakan bahwa Kerajaan Surga itu seumpama seorang yang menemukan harta terpendam, dan juga seorang yang menemukan mutiara yang sangat berharga. Harta terpendam tersebut tentu saja merupakan harta karun yang yang telah sekian lama terpendam di dalam tanah. Dan tentu saja orang yang ingin memilikinya harus mempunyai niat dan tekad untuk menggeali guna menemukannya. Selain itu, Kerajaan Surga seumpama seorang yang menemukan mutiara yang sangat berharga. Dan kita tahu, mutiara yang sangat berharga hanya dapat ditemukan dalam seekor kerang mutiara yang telah sangat tua dan kerang ini hanya ada dalam lautan yang dalam. Perlu usaha keras utuk dapat menemukan mutiara yang sangat bergharga ini.

Kedua gambaran tentang harta terpendam dan mutiara yang berharga ini adalah gambaran betapa tidak mudahnya bagi kita untuk menemukan Kerajaan Surga. Perlu adanya perjuangan ekstra untuk dapat menemukannya, apalagi hidup di dalamnya. Meskipun demikian kita yakin bahwa dengan usaha yang keras dan juga dengan mengandalkan rahmat kerahiman Tuhan kita akan mampu hidup di dalam Kerajaan Surga. Tidak ada yan mustahil dalam diri Allah. Yang kita perlukan sekali lagi adalah niat, usaha serta mengandalkan rahmat kerahiman Allah. Semoga Tuhan memapukan kita semua untuk dapat bersatu dengan Dia yang maha rahim dalam kerajaanNya. Amin.

Kebangkitan dan Hidup

Posted by admin on July 29, 2014
Posted in renungan 

Selasa, 29 Juli, 2014: Peringatan Santa Marta

Yohanes 11: 19-27

 

Santo Fransiskus Asisi adalah seorang kudus yang penuh kedamaian. Ia tidak pernah punya musuh atau sesuatu yang ia takuti. Bahkan kematianpun tidak. Ia menyebut maut sebagai saudari maut. Hal ini sungguh memberi gambaran betapa ia tidak takut akan kematian. Ia yakin bahwa kematian dan hidup saling berhubungan, saling menyokong satu sama lain. Ada hidup maka harus ada mati. Dan ternyata pula apa yang dipikirkan oleh Santo Fransiskus Asisi ini juga sungguh diimani oleh Santa Marta. Ia menyatakan bahwa Yesus adalah jalan kebangkitan dan hidup. Kebangkitan mengandaikan adanya kematian. Tanpa kematian maka tak ada kebangkitan.

Yesus dalam Injil hari ini ditampilkan oleh Yohanes sebagai jalan kebangkitan dan hidup. Santa Marta adalah saksi yang memberikan keterangan akan hal tersebut. Marta menjadi saksi hidup akan apa yang dikatakan oleh Yesus ini. Dan memang benar bahwa Yesus adalah jalan kebangkitan dan kehidupan. Setiap orang hanya mungkin memperoleh kebangkitan dan kehidupan jika bersatu dengan Yesus. Tanpa persatuan dengan Yesus maka mustahil bagi kita untuk memperoleh kebangkitan dan kehidupan. Santa Marta, doakanlah kami untuk selalu berani menyerahkan diri kami kepada kerahiman Tuhan, sang Jalan Kebangkitan dan Kehidupan. Amin.

Benih Kerajaan Allah

Posted by admin on July 28, 2014
Posted in renungan 

Matius 13: 31-35

 

                Kerajaan Surga adalah kerajaan Allah, di mana segala kebaikan berasal dan tertuju. Namun ternyata kebaikan tidak pernah menampilkan dirinya secara megah dan arogan. Sebaliknya kebaikan selalu tampil diam-diam bahkan tersembunyi. Kebaikan tidak pernah menyombongkan dirinya. Hal ini sungguh dapat kita lihat dalam diri banyak orang yang berbuat baik. Mereka melakukan segala tindakan kebaikan dengan diam-diam. Meskipun demikian tindakan mereka yang diam-diam dan terkesan tidak berguna tersebut justru menimbulkan efek perubahan yang sungguh besar baik bagi pribadi-pribadi maupun bagi masyarakat.

Hari ini, Matius dalam Injil yang ditulisnya mengisahkan bagaimana Yesus mengajari kita bahwa Kerajaan Allah, yang adalah kerajaan kebaikan, seumpama biji sesawi dan ragi. Kita tahu bahwa biji sesawi adalah biji yang sangat kecil, namun biji ini bila umbuh menjadi tanaman yang besar temapt burung-burung bisa bersarang. Demikian pula dengan ragi. Ragi itu bagaikan tepung halus, namun ragi ini dapat mengubah sesuatu yang besar menjadi khamir, atau terfermentasi. Betapa ragi yang kecil dan halus ini mempunyai kekuatan untuk mengubah.

Kita sekalian adalah warga Kerajaan Allah, dengan demikian kitapun diberi warisan oleh Tuhan berupa benih-benih kebaikan. Dan kitapun juga diundang oleh Tuhan untuk mempraktekkan benih-benih kebaikan itu dalam hidup kita dai dalam keluarga maupun masyarakat. Memang, perbuatan baik kita tidak serta merta mengubah apa yang kurang baik menjadi baik. Namun yakinlah, sekecil apapun perbuatan baik yang kita lakukan, hal itu akan memberi efek perubahan bagi hidup kita, sesama kita mupun masyarakat kita. Semoga Tuhan memberkati kita. Amin.

Menjadi Pribadi Yang Dewasa‏

Posted by admin on July 28, 2014
Posted in Podcast 

salt-of-the-earth
Translate »