Header image alt text

indonesian catholic online evangelization

SETIA MEWARTAKAN KASIH

Posted by admin on April 30, 2016
Posted in renungan 

Sabtu, 30 April 2016

 

Kis 16:1-10

Yoh 15:18-21

Jika sebagai murid Kristus orang dibenci maka jangan heran sebab Yesus sudah mengatakan hal itu. “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.”(Yoh 15:18). Sebagai orang beriman pada Kristus, suatu panggilan yang dianugerahkan kepadanya, yaitu berpartisipasi dalam karya/pekerjaan Allah. Untuk menghayati panggilan tersebut, maka dibutuhkan keberanian untuk berserah kepada Tuhan, berkurban dan menyangkal diri. Dalam menghayati panggilan tersebut, tidak jarang sebagai murid Kristus ditolak dan dibenci karena imannya. Jika mengalami hal itu sebagai murid Kristus, kita tidak merasa heran karena sebelumnya semua itu sudah dikatakan oleh Tuhan Yesus.

Oleh karena itu menjadi murid Kristus perlu menyadari bahwa tujuan mengikuti Yesus Kristus adalah bukan untuk mencari kesenangan, namun untuk mengabdikan diri kepada Allah, melayani Tuhan dengan setia hidup dalam kasih. Dengan demikian, sebagai murid Kristus, kita telah menerima anugerah berupa kesempatan untuk ambil bagian dalam karya Misi Allah sendiri mewartakan kasih dan kebaikan Allah. Ketika kita menyadari anugerah tersebut maka kita semakin tidak layak dihadapan Allah karena sekalipun sebagai manusia berdosa, namun Allah memberikan kepercayaan yang sangat mulia.

Muncul kebahagian ketika kita berani berserah kepada Allah dan melakukan karya-karya cinta kasih kepada sesama, terutama bagi yang membutuhkan. Oleh karena itu, jika kita harus menghadapi tantangan berupa penolakan dari sesama, kita tidak perlu takut dan gelisah karena Allah selalu berpihak pada kita, karena kita melakukan pekerjaan-pekerjaan Nya.

Marilah berdoa,

Allah yang Maha Kasih, kami bersyukur atas anugerah iman yang Dikau curahkan kepada kami. Semoga dengan kekuatan Mu, kami siap selalu untuk menghayati iman dan akhirnya mampu berbuah dalam banyak tindakan kasih. Demi Kristus Tuhan dan penyelamat kami, Amin.

HIDUP DALAM KASIH

Posted by admin on April 28, 2016
Posted in renungan 

 

Kis 15:22-31

Yoh 15:12-17

Yesus menegaskan perintah untuk saling mengasihi. Hanya dengan cara demikian orang bisa mengikuti Yesus Kristus dengan benar. Oleh karena itu jika orang tidak mau mengasihi orang lain, dengan sendirinya menolak Yesus Kristus. Banyak orang terjabak hidup dalam kebencian, iri dan kemarahan. Itu pilihan hidup yang salah karena dalam kondisi semacam itu mereka menjauhkan dirinya sendiri dengan Damai dan Kebahagiaan. Suatu kerugian besar jika orang hidup sekali di dunia, diisi dengan kemarahan, iri dan kebencian. Jalan hidup yang demikian menghatar pada “maut” atau kematian kekal.

Tuhan Yesus sudah menunjukkan jalan yang benar, tinggal bagaimana manusia, mau atau tidak mengikuti Nya. Yang menjadi tentangan ketika mengasihi dengan ketulusan hati adalah “egoisme” kita sendiri. Oleh karena itu untuk bisa mengasihi dibutuhkan sikap rendah hati dan keberanian diri untuk menyangkal diri. Karena manusia memiliki keterbatasan, maka untuk bisa menjadi pribadi yang rendah hati dan penuh kasih kita membutuhkan kekuatan Allah.

Tuhan Yesus Kristus selalu merindukan untuk tinggal dalam hati kita agar kasihNya memenuhi hati kita. Oleh karena itu penting menjaga relasi dengan Kristus sebab Dia adalah KASIH. Bersama dengan Yesus Kristus kita akan selalu menerima aliran Kasih dan akhirnya mampu menjadi saluran kasih bagi sesama kita. Dengan demikian hidup kita akan penuh dengan damai dan sukacita dan kehadiran kita menjadi berkat bagi sesama disekitar kita.

Marilah berdoa,

Allah yang Maha Kasih. Terima kasih atas segala kebaikan dan kasih yang Dikau alirkan dalam hidup kami. Topanglah kami selalu agar mampu melaksanakan kehendak Mu untuk hidup dalam kasih. Semoga nama Mu senantiasa dimuliakan dalam hidup kami. Demi Kristus Tuhan dan penyelamat kami, Amin.

KASIH SUMBER DAMAI

Posted by admin on April 27, 2016
Posted in renungan 

Kamis, 28 April 2016

 

Kis 15:7-21

Yoh 15:9-11

Yesus menegaskan : “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.” Dari Sabda Yesus tersebut kita mengetahui bahwa yang menjadi kunci kebahagiaan hidup adalah tinggal dalam kasih Tuhan Yesus. Artinya hati dan budi dipenuhi oleh kasih Yesus. Dengan cara demikian maka segala yang terjadi akan bisa dihadapi dengan damai. Kebahagiaan bersumber dari Yesus, bukan dari kesusksesan dan harta benda. Tinggal dalam kasih Yesus merupakan pengalaman rohani yang membuat hati penuh dengan kasih. Kasih tersebut menumbuhkan damai dan suka cita yang menjadi kerinduan bagi semua orang.

Seringkali manusia lupa dan bahkan tidak menyadari bahwa kemegahan duniawi bukanlah jawaban untuk memperolah sukacita sejati. Ketergantungan pada harta duniawi membuat manusia sering mengalami kecemasan jika hartanya berkurang. Bahkan bisa membuat manusia semakin egois jika harta benda dianggap segala-galanya. Dalam kondisi semacam ini apakah orang tersebut merasakan sukacita dan damai? Yesus memberikan harta surgawi yaitu KASIH, yang membuat kita bisa merasakan ketentraman.

Yesus menganugerahkan damai dan sukacita semua kepada orang yang siap menerimanya. Orang yang siap menerima adalah orang yang rendah hati, bukan kepada orang yang congkak hati dan bukan juga kepada orang yang sombong atau orang merasa diri lebih baik dari yang lain. Allah sungguh adil, Dia tahu hati setiap orang, maka damai Nya bersemanyam hanya kepada orang yang siap untuk membuka hati bagi kehadiran Nya.

Marilah berdoa,

Allah yang Maha Kasih, kami adalah manusia yang lemah, namun Dikau menerima kami dengan penuh belaskasihan. Kami bersyukur atas segala kabaikan dan kasih Mu. KasihMu mampu menumbuhkan damai dalam hidup kami. Semoga kamipun mampu membagikan kasih dan damai tersebut kepada semua orang yang kami jumpai. Demi Kristus Tuhan dan penyelamat kami. Amin.

Yesus Pokok Anggur

Posted by admin on April 26, 2016
Posted in renungan 

Rabu, 27 April 2016

 

Kis 15:1-6

Yoh 15:1-8

Yesus menyatakan diri Nya; “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Ku lah pengusahanya.” Yesus merindukan semua orang tinggal bersama Nya. Kerinduan Yesus tersebut didorong oleh cinta Nya kepada umat Nya, sebab dengan bersatu dengan diri Nya maka orang tersebut akan mengalami kelimpahan kasih dari Yesus. Ketika kita bersatu dengan Yesus maka damai dan kasih Nya tinggal dalam diri kita. Manusia pada hakekatnya ciptaan. Siapa yang menciptakan? Sang pencipta adalah Allah. Oleh karena itu manusia tidak bisa hidup tanpa Allah. Yesus kembali memberi kesadaran kepada manusia untuk selalu ingat bahwa mereka tidak bisa hidup dengan damai jika terpisah dengan diri Nya.

Ketika kita tinggal dan bersatu dengan Tuhan Yesus Kristus, maka kekuatan dan perlindungan Allah bekerja dalam diri kita. Kita tidak merasa sendiri karena Tuhan Yesus selalu menyertai kita. Kita juga tidak akan kekurangan pengharapan, kasih, damai dan suka-cita karena Yesus selalu memberikan itu semua kepada kita. Sebaliknya jika seseorang melepaskan diri dari relasi dengan Tuhan, maka hati akan mudah diombang-ambingkan oleh perasaan-perasaan negatif, keputus-asaan, kemarahan, kecemasan, iri, dengki, kebencian, dll. Dalam situasi yang semacam ini maka seseorang sangat sulit menemukan suka-cita dan damai didalam hidupnya.

Dengan demikian sangat penting kita berjalan selalu bersama dengan Tuhan Yesus, agar kita yang lemah ini menemukan kekuatan dan damai dari Kristus. Setelah hati dipenuhi oleh kasih Allah maka kita akan bisa mengalirkan kasih Allah kepada semua orang yang kita jumpai dalam hidup. Hidup kita akan menjadi kesaksian bagi banyak orang bahwa Allah sungguh baik. Hanya orang yang rendah hati dan percaya kepada Yesus, bisa mengalami semua itu.

Marilah berdoa,

Allah yang Maha Kasih, Dikaulah tumpuan hidup dan harapan kami. Tanpa Dikau kami tidak akan pernah ada. Terima kasih atas kasihMu yang selalu mengalir dalam hidup kami. Doronglah kami untuk selalu menyadari akan segala kebaikan dan cinta Mu kepada kami, agar kami selalu mampu mewartakan kasih Mu kepada sesama kami. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami, Amin.

Saling Mengasihi

Posted by admin on April 25, 2016
Posted in Podcast 

mm_post_mdn_ext_88

Translate »