Header image alt text

indonesian catholic online evangelization

Sabtu, 31 Desember 2016

Posted by admin on December 30, 2016
Posted in renungan 

Sabtu, 31 Desember 2016

Yoh 1:1-18

Hari ini merupakan hari terakhir yang menutup tahun 2016. Perjalanan kita selama tahun ini memberikan banyak pelajaran hidup bagi kita. Allah menuntun hidup kita melalui pengalaman suka dan duka, kemudahan dan kesulitan, harapan dan juga berbagai macam keraguan. Melalui SabdaNya dan tuntunan kasihNya, kita dikuatkan dan dimampukan untuk melalui semuanya itu. Bacaan injil hari ini mengundang kita untuk merenungkan prolog Injil Yohanes, yang mengungkapkan misteri inkarnasi, Sabda menjadi Manusia. Kasih Allah adalah kekal abadi untuk selama lamanya. Prolog Injil Yohanes ini mempunyai persamaan dengan permulaan Kitab Kejadian, yaitu terdapat perbandingan sejajar tentang peran Sang Sabda. Di dalam kitab Kejadian, Allah menciptakan segala sesuatu oleh Firman-Nya. Di dalam prolog Injil Yohanes dikatakan bahwa segala sesuatu diciptakan oleh Sang Firman Allah. Sabda Allah merupakan suatu ungkapan yang umum di antara orang yahudi. Sabda Allah dalam Kitab Suci Perjanjian Lama merupakan sesuatu yang aktif, kreatif (daya mencipta) dan daya dinamis. “Oleh Firman Tuhan langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulutNya segala tentaraNya” (Mzm 33:6). “Ia menyampaikan perintahNya ke bumi dengan segera FirmanNya berlari” (Mzm 147:15). Yohanes menggambarkan dalam prolognya bahwa Allah memberi kehidupan dan terang dengan mengutus PuteraNya. “Dalam Dia ada hidup, dan hidup itu adalah terang bagi manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan” (Yoh 1:4).

Injil hari ini mengundang kita untuk melihat kembali perjalanan hidup kita selama setahun ini. Allah sungguh nyata berkarya dan hadir dalam hidup kita. Allah bekerja dalam keheningan dan menyelenggarakan kehidupan bagi umat manusia. Setiap hari kita menerima anugerahNya. Kita diundang untuk mengucapkan puji dan syukur atas kasih setiaNya. Injil hari ini dapat membantu

kita untuk mempunyai cara pandang baru untuk memulai tahun baru. Dalam Injilnya, Yohanes memberikan pesan kepada kita untuk menerima Sang Sabda, yaitu Yesus Kristus. “Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita” (Yoh 1:14). Kita diajak untuk membuka hati kita dan membiarkan Allah tinggal dan bekerja dalam hidup kita. Kita akan mengakhiri tahun 2016 dengan mengucap syukur atas kemurahan Allah dan penyertaanNya. Dan kita akan membuka lembaran baru di tahun 2017 dengan penuh iman, harapan dan cinta kasih. Allah beserta kita, EMMANUEL.

Jumat, 30 Desember 2016

Posted by admin on December 29, 2016
Posted in renungan 

Jumat, 30 Desember 2016

Mat 2 :13-15.19-23

Bacaan-bacaan Injil hari-hari ini masih mengkisahkan seputar kehidupan keluarga kudus Nazaret. Injil hari ini mengkisahkan bagaimana Santo Yusuf sebagai seorang kepala keluarga yang saleh dan taat kepada Allah. Ia sebagai pelindung dan penjaga keluarga kudus, senantiasa setia mendengarkan dan melaksanakan perintah Allah. Yusuf adalah seorang pendoa dan seorang pelaksana Sabda. Dia tanpa takut pergi ke Mesir membawa serta Bayi Yesus dan Bunda Maria dan berpartisipasi dalam karya keselamatan Allah. Ia mengemban misi keselamatan umat manusia karena Yesus, Sang Juru Selamat ada bersamanya. Melalui imannya, Santo Yusuf mampu memahami penyertaan tangan Tuhan dalam misteri inkarnasi, Allah menjadi manusia.

Bacaan Injil hari ini juga mengundangkan kita untuk menyadari bahwa Allah juga mempunyai rencana dalam hidup kita masing-masing. Seperti Santo Yusuf, kita pun dibimbing dan dituntun Allah melalui jalan yang tidak selalu mudah. Hanya sikap iman dan taat, yang memampukan diri kita untuk menjalankan misi dan panggilan hidup kita.

Allah yang maha kasih, ajarilah kami untuk setia dan taat seperti Santo Yusuf. Bantulah kami taat akan kehendakMu seperti Bunda Maria dan Santo Yusuf yang telah terbukti setia dan taat menjalankan kehendakMu dengan ketulusan hati dan sukacita. Amin

Kamis, 29 Desember 2016

Posted by admin on December 28, 2016
Posted in renungan 

Kamis, 29 Desember 2016

Luk 2 :22-35

Dalam bacaan Injil hari ini, kita merenungkan kisah Yesus dipersembahkan dalam Bait Allah. Kisah ini menunjukkan bahwa Yesus mengikuti adat istiadat yahudi dan memenuhi kewajiban hukum Musa yaitu penyucian diri di dalam Bait Suci. Yesus senantiasa menyatakan diriNya kepada semua orang dan golongan tertentu. Di saat kelahiranNya, para gembala menyambutNya dan di saat Ia dipersembahkan ke dalam Bait Suci, seorang bernama Simeon, yang sudah berusia lanjut, menatangNya dan ia pun mengumandangkan suatu kidung yang indah bahwa Allah telah melawat umatNya. LawatanNya menjadi sumber kegembiraan bagi semua orang. Kisah Injil ini mengundang kita untuk meneladan sikap keluarga Nazaret: Bunda Maria, Yusuf dan Yesus.

Mereka menyucikan diri di bait Allah. Kita pun diundang untuk secara rutin menyucikan diri kita dalam perayaan-perayaan sakramen dalam gereja katolik, secara khusus sakramen tobat dan sakramen ekaristi. St Yusuf juga mempersembahkan dua ekor burung merpati sebagai lambang persembahan kepada Allah dalam Bait Allah. Masa Natal mengundang kita untuk menyucikan hati kita karena Yesus telah lahir dalam hati kita dan kita pun dikuduskan oleh kelahiranNya. Dalam bait Allah itu, Simeon mengumandangkan kidung Simeon yang mengungkapkan rasa syukur atas kelahiran Yesus di tengah-tengah umat manusia. Bersama Simeon hendaklah kita juga mengumandangkan rasa syukur dan terima kasih atas kebaikan Allah yang telah mengutus PuteraNya ke dunia untuk menyelamatkan manusia.

Rabu, 28 Desember 2016

Posted by admin on December 27, 2016
Posted in renungan 

Rabu, 28 Desember 2016

Mat 2 :13-18

Hari ini adalah perayaan kanak-kanak suci sebagai martir. Perayaan ini untuk memperingati kemartiran anak-anak yang dibunuh Raja Herodes yang tidak menghendaki seorang raja lahir di wilayah kerajaannya. Di saat semua orang menyambut kelahiranNya dan kedatanganNya di dunia dengan sukacita dan penuh harapan, namun tidak demikian dengan Raja Herodes. Ia mengalami kegalauan dan tidak lagi berpikir jernih dengan hati nuraninya. Dia marah dan murka dengan kelahiran Yesus ke dunia sehingga ia memerintahkan untuk membunuh semua bayi yang baru lahir di wilayah kekuasaannya. Dia membabi buta dan membunuh semua bayi yang tak berdosa. Kisah ini juga masih aktual di jaman kita di mana ketidakadilan dan penindasan. Kita menyaksikan di berbagai media, anak-anak menjadi korban perang dan kekerasan. Hati nurani mulai ditumpulkan di kala kita mengutamakan ketamakan dan keegoisan kita. Bacaan Injil hari ini mengundang kita masuk dalam misteri inkarnasi, misteri Allah beserta kita. Kelahiran Yesus menjadi kabar sukacita dan Santo Yosef menjadi teladan bagi kita semua untuk menjadi pembawa kabar gembira. Ia memberikan keteladanan dalam menanggapi panggilan Allah. Santo Yosef dengan setia melaksanakan kehendak Allah meski harus melalui saat-saat sulit. “Maka Yusuf pun bangun, diambilnya Anak itu serta ibuNya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir.” Allah menyertainya dalam perjalanan peziarahannya menuju Mesir. Allah juga senantiasa menyertai dan menjadi teman perjalanan kita. Dia memberi kekuatan iman, harapan dan cinta kasih. Allah mengundang kita untuk tidak takut menjalani kehidupan karena Allah senantiasa setia.

Kanak-kanak suci yang kita peringati sebagai martir hari ini juga mengundang kita untuk mengingat dan mendoakan saudara-saudari kita yang menderita dan tersinggirkan : anak-anak korban perang, anak muda yang kehilangan harapan, para korban perang dan para pengungsi yang kehilangan tempat tinggal yang aman dan damai. Kita pun diundang untuk mau berbagi dan membangun solidaritas untuk saudara-saudari kita yang menderita.

Pesta Santo Yohanes, Rasul dan Penginjil

Posted by admin on December 26, 2016
Posted in renungan 

Selasa, 27 Desember 2016

Pesta Santo Yohanes, Rasul dan Penginjil

Yoh 20 :2-8

Hari ini Gereja merayakan pesta Santo Yohanes Rasul, pengarang Injil. Setelah merayakan Hari Raya Natal, perayaan liturgi secara berurutan merayakan Martir Santo Stefanus dan kemudian pesta Santo Yohanes, pengarang Injil yang kita rayakan hari ini. Dalam Injilnya, Yohanes dikenal sebagai seorang pengarang Injil yang menuliskan refleksi teologisnya yaitu Sabda yang telah menjadi manusia. Bacaan Injil hari ini membantu kita untuk memahami misteri inkarnasi yang kita rayakan dalam perayaan natal dalam konteks kebangkitanNya. Dalam Injil hari ini diceritakan bagaima Yohanes berjalan lebih cepat ke makam Yesus setelah ada beberapa murid memberi kesaksian akan kebangkitan Yesus. « Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu; ia melihatnya dan percaya. Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya » Yohanes memberikan teladan bagi

kita untuk menjadi saksi yang penuh suka cita dan iman yang teguh. Dia menemukan Yesus yang bangkit dan percaya kepadaNya. Kita pun diundang untuk melihat dan menjadi percaya akan kelahiran Yesus yang berinkarnasi dan tinggal di tengah-tengah kita.

Translate »