Header image alt text

indonesian catholic online evangelization

KRISTUS SUMBER KEKUATAN

Posted by admin on June 30, 2015
Posted in renungan 

 

 

Kej 21:5,8-20

Mat 8:28-34

 

Setan-setan mengenal siapa Yesus ; Anak Allah. Karena itu mereka sangat takut dan lari dari Yesus. Itu berarti bahwa Yesus telah mengalahkan mereka. Hanya Yesus yang memiliki kuasa mengalahkan roh jahat, karena Yesus adalah Tuhan. Oleh karena itu semua orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, menerima kekuatan dari Nya. Kekuatan yang diberikan oleh Yesus adalah Kasih. Kasih mengalahkan kejahatan dan dosa. Setan-setan sangat takut dengan Yesus karena Dia Kudus, pehuh kuasa dan penuh Kasih.

 

Berbahagialah orang yang dekat dengan Kristus. Kedekatan kita dengan Kristus mengalirkan kebahagiaan dan kedamaian. Juga karena Kristus tinggal dalam diri kita, maka Dia yang akan selalu menguatkan dan melindungi dari segala kejahatan dan godaan dosa. Semua itu bisa terwujud ketika manusia mau membuka hati demi kehadiran Kristus. Keterbukaan hati artinya seseorang mau memberi perhatian yang khusus untuk berdoa, merenungkan Sabda Nya dan setia melakukan kehendakNya.

 

Jika kita selalu berjalan bersama dengan Nya, maka kita akan selalu bisa mengatasi persoalan hidup, dan bisa membawa orang yang disekitar menjadi lebih baik hidupnya. Kita akan menjadi saluran berkat dari Allah untuk sesama. Kristus juga akan selalu menuntun pada jalan hidup yang benar dan menindungi dari bahaya dosa.

 

Tuhan Yesus, Engkau telah menjadikan kami murid-murid Mu, ajarilah kami untuk selalu setia kepada Mu. Semoga hidup kami, hari demi hari semakin Engkau ubah semakin kudus. Demi Kristus, Tuhan dan menyelamat kami. Amin.

SETIA BERIMAN

Posted by admin on June 29, 2015
Posted in renungan 

 

 

Kej 19:15-29

Mat 8:23-27

 

Yesus menegur para muridNya ; “ Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?”. Para murid sudah melihat dan mengalami semua mujizat yang diadakan oleh Yesus, namun mereka tetap saja ragu-ragu dan bahkan tidak percaya. Tuhan Yesus hanya ingin para murid “Percaya”. Namun mengapa hal itu sulit bagi para murid Nya? Jika mereka percaya, semua akan menjadi baik dan damai.

 

Iman/ kepercayaan bukan sebatas pada pengakuan dimulut atau dalam kata-kata. Teguran Yesus kepada para muridNya menyadarkan kita bahwa untuk beriman dibutuhkan keberanian untuk mengikuti Kristus dan berserah kepada kekuatan dan Kasih Nya. Bagaimana agar kepercayaan tersebut teguh dan mengakar? Pertumbuhan iman seiring dengan kedalaman relasi seseorang dengan Kristus. Kadar relasi masing-masing orang berbeda, ditentukan pada keterbukaan seseorang dalam menerima Yesus Kristus dalam hidupnya. Kedalaman relasi kita dengan Kristus tidak sebatas pada pengetahuan saja tetapi tergantung pada keterbukaan hati untuk kehadiran Tuhan. Semakin dalam relasi kita dengan Kristus, maka semakin kuat dan dalam juga iman kita kepada Kristus.

 

Berbahagianlah orang yang percaya/beriman kepada Tuhan Yesus. Dengan iman tersebut kita akan melihat dan merasakan Kasih Tuhan dalam hidup. Dan dengan iman tersbut kita dibimbing pada jalan yang benar dan akhirnya menerima anugerah Keselamatan dari Allah.

 

Tuhan Yesus, trima kasih atas anugerah panggilan sebagai murid-murid Mu. Semua terjadi karena kemurahan Mu semata. Tambahkanlah iman kami kepada Mu, agar kami semakin Engkau ubah diri kami seturut dengan kehendak Mu. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Hari Raya St. Petrus dan Paulus 

Posted by admin on June 29, 2015
Posted in renungan 

Kis 12:1-11

2Tim 4:6-8, 17-18

Mat 16:13-19

Yesus telah memilih Petrus menjadi pemimpin jemaatNya di dunia. Alam maut tidak akan bisa menghancurkan dan meruntuhkan jemaat yang didirikan oleh Yesus. Jemaat yang dimaksudkan adalah Gereja dimana Petrus dan penggantinya yaitu Paus akan selalu melayani dan memimpin Gereja diseluruh dunia. Gereja bukan komunitas yang tidak jelas siapa pemimpinnya. Yesus sebagai sebagai Gembala Utama telah memberikan kepercayaan kepada Petrus dan penggantinya untuk memimpin umat Allah dan bersama-sama berjalan menuju tanah air surgawi.

Sementara itu Paulus adalah seorang rasul yang memiliki keberanian untuk pergi Misi, yaitu mewartakan Injil ke seluruh penjuru dunia. Karena imannya Paulus tergerak hatinya untuk mengenalkan Kristus baik lewat surat-suratnya maupun lewat pewartaan secara langsung kepada orang-orang yang dikunjunginya. Dua figur Petrus dan Paulus memperkuat Gereja yang memiliki dasar yang iman yang berdasarkan kesaksian dari kedua belas rasul (Apostolik) dan Katholik / umum, artinya Gereja selalu merangkul semua untuk bersama-sama mewujudkan apa yang sudah mulai oleh Yesus Kristus; menghadirkan Kerajaan Allah / Kerajaan Damai di bumi ini.

Semangat Petrus dan Paulus mendorong Gereja untuk tetap setia menjaga kesatuan Gereja (komunio) di seluruh dunia dan merangkul semua untuk mengenal dan percaya kepada Yesus Kristus, Sang Messias: jalan, kebenaran dan hidup.

Tuhan Yesus, trima kasih atas Kasih Mu yang selalu mengalir dalam diri kami. Kuatkanlah kami agar selalu setia kepada Mu dan berani untuk menjadi pewarta Injil ditengah-tengah kehidupan kami. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami, Amin.

Kejadian 18:1-15
Matius 8:5-17
Saudara-saudariku terkasih,
    Bacaan-bacaan pada akhir pekan ini memberi kita kesempatan untuk merenung dan kalau sempat bertanya kepada diri kita masing-masing, “seberapa besar dan dalamnya iman kita”? Betapa tidak mudah bagi Abraham dan Sarah untuk percaya kepada pesan atau berita Tuhan yang sampai ke telinga mereka. Suatu pesan yang telah mereka nantikan sekian lama bahwa mereka akan diberi keturunan; dan bahkan Allah sudah menjanjikan kepada mereka seorang anak laki-laki.
    Sementara dari bacaan Injil hari inipun seorang perwira  dari Kapernaum, bukan seorang beriman, dan yang tidak percaya kepada Allah Israel, telah memberikan satu contoh iman yang sangat besar untuk kita. Atas dasar imannya yang besar itu akhirnya Yesus meresponse dengan mengatakan: “…iman sebesar ini tidak pernah Akku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.” Sang perwira Kapernaum, sebagai orang asing dengan segala kerendahan hati dan sadar akan keberadaannya memohon agar Yesus menyembuhkan hambanya yang sakit. Perwira itu sangat prihatin kepada keadaan hambanya yang menderita sakit…berani datang kepada Yesus memohon bantuan. Betapapun dalam pandangan masyarakat sekitar perwira itu mempunyai kedudukan yang terhormat, tetapi dihadapan Yesus ia merasa bahwa ia samasekali bukan apa-apa dihadapanNya. Oleh karena itu ketika Yesus mengatakan bahwa Yesus akan datang ke rumahnya, sang perwira itu menjawab: …“Tuan aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.” Iman perwira itu sungguh luarbiasa. Katekismus Gereja Katolik mengajarkan bahwa “kepercayaan kita kepada Tuhan, yang telah menyatakan diriNya dan memberikan diriNya untuk kita, pada saat yang sama telah memberikan kita terang yang berkelimpan agar kita boleh mencapai kesempurnaan akan arti kehidupan yang telah kita terima.”
Saudara-saudari terkasih,
     Abraham, Sarah dan perwira Kapernaum benar-benar percaya kepada Tuhan dan kemahakuasaanNya, telah membuat mereka mampu melihat arti yang paling dalam dari kehidupan yang telah mereka terima. Kalau kita juga sebagai orang beriman, sebagai orang yang percaya dan yang juga sedang mencari arti dan makna kehidupan ini, saat ini adalah suatu kesempatan yang sangat bagus untuk melihat pengalaman tokoh-tokoh iman yang kita jumpai dari bacaan-bacaan hari ini.  Sangat boleh jadi saudara-saudariku terkasih, lewat bacaan-bacaan hari ini, anda merasa sebagai orang yang lagi mencari Tuhan atau sangat mungkin sebagai orang yang sudah menemukan Tuhan  dan kehadiranNya dalam setiap langkah kehidupanmu, meyakinkan anda bahwa Tuhan selalu hadir dan mau menjawab apa yang anda minta. Seperti perwira Kapernaum itu berani datang kepada Yesus, tanpa ragu-ragu dan segala kerendahan hati memohon kepada Yesus untuk menjawab keprihatinannya akan hambanya yang sakit. Dari pengalaman tokoh-tokoh iman dalam bacaan-bacaan hari ini membantu kita untuk selalu sadar bahwa Tuhan adalah tumpuan harapan dan kekuatan kita. Dengan demikian kitapun akan selalu menempatkan Tuhan pada tempat yang pertama dan terutama dalam seluruh kehidupan kita.
Saudara-saudariku terkasih,
    Contoh iman yang kita jumpai hari ini, seperti imannya Abraham, Sarah dan perwira Kapernaum itu, membantu dan memotivasi kita agar mau berusaha menjadi seperti mereka, ketika kita mengalami, menghadapi setiap persoalan dalam kehidupan ini dan atau ketika  kita menerima Yesus dalam perayaan Ekaristi hari ini, kita sadar akan sikap perwira Kapernaum yang mengatakan, “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh”. Amin.

“Keajaiban Tuhan ditunjukkan dalam kebaikan dan kasihNya”

Posted by admin on June 25, 2015
Posted in renungan 

Kejadian 17:1,9-10, 15-22
Matius 8:1-4
 
Saudara-saudari terkasih,
    Kedua bacaan hari ini menghantar kita untuk melihat dan memahami secara lebih mendalam keajaiban-keajaiban yang Allah Bapa dan Tuhan kita Yesus Krsistus nyatakan kepada umatNya. Dari bacaan pertama, Abraham dan isterinya Sarah telah mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki pada masa tuanya…dikatakan bahwa mereka sudah berumur lebih dari sembilanpuluh tahun…“Ketika Abram berumur sembilan  puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya:…” Abram dan Sarah isterinya sudah menyerah dan kehilangan harapan untuk memperoleh keturunan, Allah kembali membangkitkan keinginan dan harapan mereka. Selanjutnya, Yesus dalam bacaan injil hari inipun menyembuhkan seorang kusta dengan hanya menyentuh/menjamah si kusta itu dengan penuh kasih, dan si kusta itu menjadi sembuh. Kita tahu bahwa pada waktu itu, tidak seorangpun yang mau menjamah orang kusta karena takut akan kejangkitan penyakit yang sangat ditakuti itu. Tetapi Yesus tidak hanya menjamahnya dengan kasih, Yesus menyembuhkan si kusta itu dengan menunjukkan sikap yang penuh belaskasih. Peristiwa ini bukanlah suatu kebetulan. Ini adalah benar-benar suatu mukjizat yang hanya Allahlah yang dapat melakukannya.
    Dewasa ini sangat mungkin masih ada pasangan yang memberikan keturunan pada usia yang sudah lanjut, tetapi tidak ada seorang wanitapun yang masih bisa hamil pada usia sembilanpuluh sembilan tahun. Hanya Tuhanlah yang bisa melakukan hal itu. Sementara kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnology di bidang kedokteran dan keahlian para dokterpun tidak bisa menyembuhkan seseorang hanya dengan menjamah atau menyentuh tangan pasiennya saja. “Lalu Yesus mengulurkan tanganNya, menjamah orang itu dan berkata: Aku mau, jadilah engkau tahir. Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.” Hanya Yesus yang bisa melakukan hal itu. Sungguh suatu yang sangat menarik perhatian bahwa Allah dapat melakukan hal-hal yang ajaib; Hanya Allah yang bisa menghancurkan kita dengan satu hembusan napasNya saja, atau mempergunakan hembusan napasNya itu untuk memberikan kehidupan kepada kita. Hal itu dinyatakan kepada kita sebagai suatu bukti betapa besar kuasa dan kasihNya kepada kita.
Saudara-saudari terkasih,
    Dalam kehidupan ini, bukan tidak mungkin kita lupa atau mengabaikan kebesaran dan kuasa Allah. Dalam kelemahan dan keterbatasan kemanusiaan kita, lalu bukan tidak mungkin kitapun sulit untuk mengerti ataupun memahami hal-hal yang diluar kemampuan akal budi kita. Lalu dengan mudahnya kita meremehkan perbuatann Allah yang ajaib itu dan bahkan menjauhkannya dari pikiran kita. Hanya mungkin kalau kita menyadari bahwa oleh keterbatasan kita tidak bisa membuat kebesaran dan kemahakuasaan Allah itu terbatas; maka dengan kesadaran seperti itu kita baru akan bisa mengerti bahwa Allah itu mahabesar, mahakuasa.

Pada kesempatan ini kita diajak untuk melihat bahwa baik Abraham, Sarah maupun orang kusta dari bacaan-bacaan hari ini, mereka tidak pernah meremehkan Tuhan. Oleh karena itu dengan penuh kepercayaan kepada kekuatan dan kasih Allah yang mereka alami, Allah mengganjari mereka dengan perbuatan-perbuatan yang ajaib. Saudara-saudari terkasih, kitapun pada kesempatan ini, atau pada hari ini dengan pengalaman iman Abraham, Sarah dan orang yang sakit kusta itu dapat belajar dan menyimak kebesaran dan kemahakuasaan Tuhan, betapa besar kasihNya kepada kita umatNya. Hidup dalam iman kepada Tuhan kitapun terilhami untuk percaya dan yakin, bawa kita akan mampu memuji dan memuliakan Tuhan dengan melakukan kehendak Allah, sebagaimana dikatakan kepada Abraham: “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjianKu, engkau dan keturunanmu turun-temurun.” Amin.

Translate »