Podcast Kamis Putih : 3 Tanda Cinta


YESUS ADALAH MESIAS
Yes 61:1-3a,6a,8b-9
Why 1:5-8
Luk 4:16-21
Yesus tampil tempat ibadat dan menyatakan siapakah diri-Nya, ialah Mesias yang datang untuk menyelamatkan manusia. Apa yang telah ditulis oleh nabi Yesaya, kini terpenuhi di dalam diri Yesus Kristus. Rencana Allah meyelamatkan manusia sudah disiapkan dan akhirnya terlaksana dalam diri putra-Nya , yaitu Yesus Kristus. Yesus menyatakan bahwa kehadiran-Nya untuk memberikan pengharapan bagi manusia yang mengalami penindasan akibat dosa. Lewat pengurbanan di kayu salib, Yesus membebaskan manusia dari belenggu dosa. Dengan demikian dalam diri Kristus, semua orang yang percaya kepada-Nya memperoleh keselamatan.
Pernyataan Yesus tersebut untuk mengundang semua orang untuk mengenal dan percaya kepada-Nya. Iman atau kepercayaan adalah anugerah dari Allah, namun juga membutuhkan tanggapan dari manusia. Manusia dianugerahi kebebasan dalam memilih. Oleh karena itu manusia perlu dengan pilihannya yang bebas menjawab tawaran kasih Kristus tersebut dengan percaya. Banyak orang telah dibaptis, namun belum sungguh percaya kepada Krsitus. Baptis bukan sekedar formalitas, namun ketika dibaptis kita seharusnya berani menyerahkan diri sepenuhnya hidup kita dituntun dan diarahkan oleh Kristus.
Injil hari ini menegaskan akan pilihan kita pada Kristus. Semoga dengan mendalami pesan Injil ini, kita semakin mantap dalam iman, sehingga hidup kita sungguh-sungguh bisa diubah oleh Kristus, yang adalah Tuhan kita dan akhirnya menikmati kebahagian di Surga. Amin
Marilah berdoa:
Tuhan Yesus Kristus, trima kasih atas SabdaMu hari ini. Engkau selalu mengundang kami untuk datang kepadaMu. Didalam Dikau, kami menemukan keselamatan dan damai. Tambahkanlah iman kami, agar semakin hari semakin mengakar dalam Dikau. Sebab Engkaulah penyelamat kami,kini dan sepanjang masa. Amin.

Yes 50:4-9a
Mat 26:14-25
Yudas Iskariot, demi uang tiga puluh uang perak, tega menyerahkan Yesus, Gurunya, kepada imam-imam kepala. Hal tersebut sungguh menyedihkan dan mengecewakan. Dimanakah rasa hormat dan trima kasihnya sebagai seorang murid terhadap guru dan Tuhan nya? Yudas bukanlah murid yang setia karena tidak mensyukuri kepercayaan yang diterimanya dan memafaatkan kepercayaan tersebut demi mendapatkan keuntungan pribadi.
Yesus tahu semua yang akan terjadi, maka Dia menyampaikan hal itu kepada para murid agar mereka tahu bahwa ada penghianatan yang sedang terjadi diantara mereka. Mereka diajak untuk menyadari bahwa sebagai murid ada banyak godaan yang bisa membuat mereka jatuh dalam dosa. Yesus pernah mengatakan kepada para murid, berjaga-jagalah dan berdoalah supaya tidak jatuh dalam dosa.
Dosa adalah bentuk penghianatan yang dilakuan oleh manusia kepada Kristus. Godaan dijaman ini ada banyak macamnya, bisa berbentuk materi dan non materi. Yang jelas semuanya bertujuan menjauhkan kita dengan Tuhan. Dalam segala situasi, penting kita selalu waspada dengan segala macam godaan dosa. Tuhan Yesus sudah memberikan CintaNya dan kepercayaan panggilan sebagai muridNya kepada kita. Maka sudah sepantasnya kita selalu berusaha menjaga kekudusan diri dari segala macam bentuk dosa. Karena dosa manusia, Yesus dikhianati dan disalibkan. Jika kita tidak ingin seperti Yudas Iskariot, maka sangat penting kita melawan segala macam bentuk dosa.
Kekuatan kita untuk melawan godaan dosa adalah Kristus sendiri. Dia telah mengalahkan itu dari atas kayu Salib. Salib Kristus adalah tanda kemenangan Kristus mengalahkan dosa. Maka, jika kita dekat denganNya, kita akan semakin kuat dalam membentengi diri dari godaan dosa.
Marilah berdoa:
Tuhan Yesus, trima kasih atas SabdaMu yang mengajak kami untuk selalu waspada akan segala macam godaan dosa. Semoga kami selalu Engkau sertai agar dalam segala situasi, kami tetap setia sebagai murid-murid-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami, Amin.
Yes 49:1-6
Yoh 13:21-33,36-38
Yesus tahu siapa yang menyerahkan diri-Nya kepada imam-iman kepala Yahudi dan serdadu-serdadu Yahudi yaitu Yudas Iskariot. Ia menghianati guru dan Tuhannya. Yesus juga tahu bahwa Petrus akan menyangkal Dia, sebelum ayam berkokok sampai tiga kali. Yesus harus mengalami saat-saat yang menyakitkan, yaitu ketika orang-orang yang dekat dengan Dia meninggalkan dan menghianati-Nya. Namun Yesus taat pada kehendak Bapa-Nya. Dia tidak membenci orang-orang yang telah melukai hati-Nya. Dia ingin menyelesaikan Misi-Nya dengan menderita dan disalibkan demi menebus manusia dari belenggu dosa. Yesus ingin menunjukkan cinta-Nya kepada kita. Cinta yang tanpa syarat.
Bagaimanakah tanggapan kita dengan kebaikan dan cinta Yesus Kristus tersebut? Apakah kita seperti Yudas Iskariot, yang tidak tahu berterima kasih dan bersyukur serta mengingkari cinta Tuhan? Ataukah seperti Petrus, yang mudah mengucapkan janji, namun pada saat datang kesulitan dan tantangan berbalik menyangkal Yesus dan meninggalkan iman? Cara yang pantas membalas kebaikan Yesus adalah dengan mau mengikuti Dia dengan setia, baik dalam suka maupun dalam duka. Mengikuti artinya mau melaksanakan apa yang dikehendaki-Nya. Dengan demikian tidak hanya berhenti dalam kata-kata dan doa, namun mau memanggul salib bersama dengan Dia.
Mengikuti Yesus, tidak perlu banyak kata-kata, tetapi lebih baik banyak berbuat. Semakin banyak kata maka semakin banyak pula orang berbohong. Semakin banyak berbuat kasih maka semakin banyak berkat Allah yang kita taburkan. Yesus ingin, para murid-Nya berani berbuat yang baik dan benar dalam segala situasi, agar nama-Nya dimuliakan disetiap waktu.
Marilah berdoa:
Tuhan Yesus, kami bersyukur atas kasih dan kebaikan-Mu kepada kami, orang yang lemah ini. Engkau menunjukan kebesaran hati Mu, dengan rela menghadapi semua penderitaan yang diakibatkan oleh kesombongan dan ketidak-setiaan kami. Ampunilah kami dan baharuilah kami, agar kami berani mewartakan kasihMu dan setia dalam segala situasi hidup kami. Demi Kristus Tuhan pengantara kami. Amin.