Browsed by
Month: May 2015

DATANG KEPADA TUHAN DENGAN CINTA

DATANG KEPADA TUHAN DENGAN CINTA

 

 

Kis 14:5-18

Yoh 14:21-26

 

Apa yang mendorong kita datang kepada Tuhan Yesus? Biasanya kita datang kepada Nya karena kita butuh pertolongan karena kita menghadapi kesulitan dan tantangan. Ketika keadaan hidup kita lancar-lanjar saja, apakah kita tetap datang kepada Tuhan Yesus? Terkadang manusia kendor dalam doa jika semuanya berjalan lancar.

 

Relasi kita dengan Tuhan Yesus tidak cukup hanya didasarkan pada “ hanya butuh” . Relasi dengan Tuhan perlu murnikan dan ditingkatkan menjadi relasi yang didasari cinta kepada Nya. Mengasihi Tuhan Yesus berarti dengan setia mau melakukan kehendak Nya. Juga mau menderita bersama denganNya ketika melakukan kebaikan dan kebenaran.

 

Ada kebahagiaan yang tidak ternilai ketika kita mau berkurban demi pelaksanaan kehendak Allah, misalnya saat kita memaafkan kesalahan orang yang telah melukai hati kita. Suka-cita dan bahagia muncul setelah kita berani mengambil pilihan untuk mengampuni. Saat itu segera beban yang kita pikul menjadi hilang dan segera setelah itu damai dan suka cita akan kita rasakan. Karena saat kita berkurban demi kebaikan dan kebenaran, Tuhan tahu akan kita lakukan. Dia akan datang untuk mencukupi dan menyediakan apa yang kita butuhkan.

 

Tuhan Yesus, terima kasih, Engkau telah menjadikan kami sebagai murid-muridMu. Semua itu terjadi karena Engkau mengasihi kami. Ajarilah kami untuk juga mengasihi Mu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami, Amin.

Yesus akan selalu bersama kita memenuhi dan menjalani ajaranNya

Yesus akan selalu bersama kita memenuhi dan menjalani ajaranNya

Kisah Para Rasul 13:44-52
Yohanes 14:7-14
    Dalam bahasa Ingris ada ungkapan yang mengatakan: “the do and the don’t.” Ungkapan ini begitu singkat, tetapi mengandung arti yang sangat dalam, karena sejak kecil kita sudah harus belajar dari orangtua kita masing-masing tentang etika. Kita diajarkan untuk bisa membedakan mana yang baik dan yang tidak baik. Meskipun demikian para orangtua selalu memberikan kita kebebasan untuk bisa memilih dan menentukan yang baik bagi kehidupan kita nanti. Selain itu para orangtua juga menunjukkan konsekwensi dari keputusan yang keliru, karena kita tidak jeli, tidak kritis, dan tidak mau membuka diri untuk belajar mendengarkan orangtua kita. Namun kalau kita menghadapi kesulitan menghadapi tantangan/hambatan dalam hidup ini, orangtua selalu bersedia mendukung atau memberikan support agar kita bisa kuat dan tabah. Semakin kita menanjak dewasa, kita kemudian baru sadar bahwa kita bertumbuh dan berkembang dalam situasi yang boleh dibilang aman…meskipun kadang-kadang kita menjadi cemas dan gelisah. Sebagai orang yang dewasa seringkali kita masih harus mencari pertolongan, meminta pendapat dan atau nasihat: “apa yang harus dilakukan.” Karena kita tidak mau membuat keputusan yang keliru, atau kita tidak mau membuat kekeliruan yang sama. Seperti pepatah mengatakan: “sebodoh-bodohnya keledai, tidak mau terantuk pada batu yang sama.”
    Para rasul dan para murid Yesus pernah mengalami persoalan yang sama dalam hidup dan kehidupan mereka sebagai orang yang telah dipanggil dan dipilih oleh Yesus sendiri. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus coba menyampaikan kepada para muridNya, nanti kalau Yesus sudah tidak bersama-sama mereka lagi, cintaNya dan perlindunganNya masih akan selalu menyertai mereka. Mereka boleh percaya bahwa “Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diriKu sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaanNya.”. Tetapi para murid sepertinya masih tidak percaya akan apa yang Yesus katakan. Karena mereka belum mengerti sepenuhnya. Saudara-saudari terkasih, bagaimana caranya mereka bisa yakin dan mengetahui apa yang harus mereka lakkukan?
    Disini Yesus mengingatkan mereka bahwa untuk percaya kepadaNya, mereka percaya kepada Bapa; dan untuk mengenal Yesus berarti mereka mengenal Bapa. Yesus selanjutnya mengatakan, apabila mereka mau melakukan perintah Bapa, mereka telah mengikuti Dia yang diutus Bapa, Dia adalah Yesus, Putera Allah. Yesus tidak pernah mengatakan bahwa dengan demikian hidup mereka akan menjadi lebih aman dan mudah, tetapi Yesus mengatakan: …“apa juga yang kamu minta dalam namaKu, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam namaKu, Aku akan melakukannya.”

Saudara-saudariku terkasih, dalam kehidupan kita masing-masing, apakah kita pernah mengalami kesulitan dalam membuat keputusan, dan atau kita sering membuat kekeliruan yang hanya membuat persoalan menjadi sangat rumit, bahkan menciptakan persoalan baru? Siapapun yang pernah menjawab panggilan Yesus, dalam panggilan hidup seperti apapun seringkali menjadi bimbang dan ragu-ragu membuat keputusan kalau yang bersangkutan sudah tidak mampu meneruskan panggilannya. Takut membuat keputusan karena takut, nanti orang bilang apa tentang dia? Takut nanti dicemoohkan orang? Sangat mungkin tantangan itu menyangkut kejujuran di tempat kerja, kejujuran dan ketaatan kepada pembesar. Atau sangat mungkin tantangan itu karena ia mau mempertahankan kebenaran dan kejujuran serta keadilan. Sangat mungkin karena ia mau mempertahankan dan menegakkan martabat kemanusiaan yang Tuhan berikan kepada setiap manusia…tidak mau diinjak-injak oleh pembesar yang hanya mau menunjukkan kekuasaan dan kedudukannya. Jangan lupa, bahwa dalam menghadapi kesulitan seperti apapun, yakinlah bahwa Yesus pernah mengatakan bahwa Ia akan selalu menyertai kita dan yang paling penting bahwa kita tidak putus-putusnya memelihara kesatuan dan keintiman kita dengan Dia yang telah menghadirkan kita di dunia ini melalui orangtua kita. Kita menyadari bahwa hidup dalam kasih dan pengampunan seperti yang Yesus ajarkan, tidak selamanya menjadi suatu kebajikan yang mudah untuk dilaksanakan, tetapi penghayatan dan pelaksanaannya adalah konsekwensi dari keputusan kita mengikuti Yesus. Amin.

Translate »