Browsed by
Month: November 2016

Sabtu, 26 November 2016

Sabtu, 26 November 2016

Sabtu, 26 November 2016

Why 22:1-7

Luk 21:34-36

Saatnya Tuhan datang dan memanggil manusia tidak ada orang satupun yang bisa mengetahui kapan datangnya tiba. Oleh karena sikap yang perlu diusahakan adalah berjaga-jaga untuk menyonsong kedatangan Tuhan. Berjaga-jaga artinya senantiasa hidup baik seturut dengan kehendak Allah. Seringkali kecenderungan manusia ingin mengatur diri sendiri berdasarkan perasaan dan keinginan-keinginan nya. Inilah tantangan utama yaitu mengalahkan diri sendiri agar Allah menjadi pusat hidup.

Sikap berjaga-jaga menuntut keberanian untuk berkurban demi kesetiaan kepada Tuhan. Pengurbanan yang dilakukan tersebut bukan sesuatu yang sia-sia, sebab dengan pengurbanan tersebut menghadirkan damai dan keselamatan. Sikap berjaga-jaga senantiasa terpelihara ketika kita memiliki relasi yang dekat dengan Allah. Dengan demikian ketekuan berdoa dan merenungkan sabda menjadi faktor penting untuk selalu berjaga-jaga.

Jika orang mengabaikan tentang sikap berjaga-jaga maka yang terjadi adalah hidupnya dikuasai dengan ambisi untuk menguasai segala-galanya. Kondisi semacam ini akan mudah orang jatuh pada kesombongan dan keserakahan. Sikap sombong dan keserakahan membuat orang jauh terpisah dari Tuhan sumber keselamatan. Oleh karena itu perlu sekali menjaga hidup rohani agar kita selalu siap-siaga.

Marilah berdoa,

Allah Yang Maha Kasih, terima kasih atas pendampinganMu. Jagalah kami agar tetap setia mengikuti jalan yang Engkau tujukkan kepada kami. Tanpa kekuatan Mu kami tidak bisa berbuat apa-apa, Demi Kristus Tuhan dan penyelamat kami, Amin.

Jumat, 25 November 2016

Jumat, 25 November 2016

Jumat, 25 Desember 2016

Why 20:1-4,11-21:2

Luk 21:29-33

Semua yang ada di dunia akan berlalu dan musnah, namun Sabda Yesus Kristus tidak akan pernah berlalu atau mati. Sabda Tuhan Yesus adalah janji keselamatan kekal bagi orang yang percaya kepada Nya. Setiap orang yang setia kapada Tuhan Yesus akan menerima mahkota kesetiaannya yaitu kehidupan kekal. Manusia hidup didunia yang fana yang akan hancur namun karena iman jiwa manusia tidak akan mati melainkan tetap hidup untuk selama-lamanya.

Orang beriman berjalan di dunia yang fana namun tujuannya tidak berhenti di dunia melainkan hidup kekal. Dengan demikian karena iman kita selalu mengarahkan seluruh jiwa dan raga kepada Allah sendiri. Suka-duka, gagal-berhasil, sedih-gembira, menjadi suatu peristiwa iman dimana pada saat itu Tuhan bersabda melalui peristiwa yang sedang dihadapi. Karena imannya, ketika orang jatuh dalam kegagalan, ia tidak menjadi putus asa sebaliknya menemukan makna hidup yang membuat bijaksana. Ketika ia berhasil, maka orang tersebut tidak berlaku sombong melainkan tetap rendah hati

Sabda Tuhan yang diterima menjadi sumber harapan bagi semua orang yang percaya. Harapan yang ditawarkan oleh Yesus Kristus bukan harapan fana akan hancur namun harapan yang abadi. Kita tidak akan kehilangan harapan tersebut karena Kristus tinggal dalam hati kita. Sabda Tuhan yang hadir dalam hidup kita, membuat kita berjalan dalam kepastian menuju jalan yang benar dan pada akhirnya sampai pada kehidupan kekal.

Marilah berdoa,

Allah yang maha Kasih, Dikaulah sumber hidup kami. Hanya kepada Dikau kami bersandar. Teguhkanlah iman kami agar semakin berkembang dan akhirnya berbuah dalam banyak tindakan kasih. Demi Kristus Tuhan dan penyelamat kami,

Kamis, 24 November 2016

Kamis, 24 November 2016

Kamis, 24 November 2016

Why 18:1-2,21-23

Luk 21:20-28

Akhir jaman adalah peristiwa dan realita yang akan terjadi. Kapan saatnya datang tidak ada orang yang mengetahuinya. Datangnya akhir jaman ditandai terlebih dahulu dengan berbagai persoalan yang menyangkut manusia dan alam semesta. Namun apakah dengan demikian kedatangan akhir jaman bisa segera bisa ditentukan saatnya? Akhir jaman adalah realita yang akan terjadi dan semua orang tanpa kecuali akan melalui pintu yang sama.

Berkat kehadiran Yesus Kristus muncul harapan baru. Dalam Yesus Kristus kematian dikalahkan dengan kasih yang dinyatakan lewat pengurbanan di kayu salib. Harapan yang dianugerahkan Tuhan Yesus adalah jaminan keselamatan bagi orang yang percaya kepada Nya. Dengan demikian di dalam Kristus terdapat kehidupan abadi. Kecemasan dan ketakutan akan kematian dihapus oleh Yesus Kristus karena Dia memberikan jaminan Hidup Abdi bagi orang yang percaya.

Kendatipun dunia hancur namun jiwa manusia tetap abadi dan mendapatkan tempat dalam kerajaan surga berkat kasih dan pengurbanan Yesus Kristus. Kini tidak ada ada alasan lagi untuk takut karena Kristus telah mengalahkan maut dan menganugerahkan keselamatan kekal. Ketika kita berjalan bersama dengan Kristus maka yang kita rasakan adalah rasa damai dan penuh harapan. Inilah yang dirindukan oleh setiap orang, namun apakah mereka percaya dan mau mengikuti Kristus? Jalan dan pintu masuk untuk menemukan damai dan harapan adalah Yesus Kristus.

Marilah berdoa,

Allah yang Maha Kasih terima kasih atas anugerah iman yang membuat kami mengerti dan merasakan kehandiranMu yang membawa damai dan kasih. Sertailah dan doronglah kami agar dengan tekun menghayati iman dalam kehidupan sehari-hari. Demi Krisus Tuhan dan penyelamat kami.

Rabu, 23 November 2016

Rabu, 23 November 2016

Rabu, 23 November 2016

Why 15:1-4

Luk 21:12-19

Tantangan sebagai murid Kristus semakin hari semakin bertambah besar. Tantangan ada didalam diri sendiri yaitu mengalahkan egoisme; kecenderungan untuk mencari enak dan kesenangan diri sendiri. Menjadi murid Kristus ditantang untuk berani menjadi Saksi Kristus. Kesaksian yang benar-benar bermanfaat adalah keberanian untuk berkurban dan berani untuk membela kebenaran ditengah-tengah masyarakat.

Kesaksian ditunjukkan melalui kata dan perbuatan. Lewat kesaksian hidup tersebut kita menghadirkan wajah Kristus sendiri kepada masyarakat dunia. Agar bisa mewujudkan kesaksian hidup maka pertama-tama orang mengalami terlebih kasih dan kebaikan Tuhan. Untuk bisa mengalami kasih Tuhan maka dibutuhkan relasi yang dekat dengan Tuhan. Penyangkalan diri dilakukan untuk bisa memberikan perhatian untuk bisa melaksaan kehendak Allah.

Belum tentu kesaksian hidup tersebut bisa diterima oleh orang lain. Sering kali justru orang yang baik dimusuhi oleh sesamanya. Bahkan orang-orang terdekatnya bisa iri hati kepada orang tersebut. Itulah yang juga dialami Yesus saat Dia masuk ke kota Yerusalem, Yesus dikhianati, di dera dan disalibkan. Kendatipun Yesus tidak bersalah namun Dia rela menerima perlakukan yang tidak adil. Yesus tetap setia melaksakan misi Nya menyelamat umat manusia.

Yang dibutuhkan kesetiaan, ketulusan dan keberanian untuk mengikuti dan melaksanakan kehendak Allah. Orang tidak bisa mengandalkan diri sendiri, namun perlu selalu bersandar pada Allah yang penuh kasih. Disanalah sumber damai dan keselamatan kekal.

Marilah berdoa,

Allah yang Maha Kasih, terima kasih atas cinta Mu yang selalu mengalir dalam kehidupan kami. Ajarlah kami untuk selalu siap untuk menjadi saksi-saksi yang mewartakan belas kasihMu kepada masyarkat dunia. Topanglah kami agak senantiasa kami kuat.

Translate »