Header image alt text

indonesian catholic online evangelization

Sabtu, 27 April 2019

Posted by admin on April 26, 2019
Posted in renungan 

1. Bacaan I : Kis 4: 13-21

2. Injil : Markus 16: 9-15

Yesus sudah menampakan diri pada Maria Magdalena dan dua orang murid yang berjalan ke Emaus, namun cerita mereka tidak begitu saja dipercai oleh para murid yang saat itu belum melihat Yesus yang bangkit secara langsung. Mereka lebih berkutat pada rasa sedih dan suasana yang penuh dengan perkabungan sehingga semua cerita yang mereka dengan selalu dianggap bohong dan mungkin juga dianggap tidak masuk akal. Tidak bisa disalahkan juga bahwa para murid tidak mudah percaya dengan apa yang diceritakan, perasaan sedih seolah begitu menguasai mereka sehingga tidak mudah percaya. Namun Yesus yang memahami sungguh murid-muridNya akhirnya menyapa mereka secara langsung supaya mereka sungguh-sungguh percaya. Yesus yang menyapa ini lagi-lagi memberikan tanggungjawab pada para murid untuk mau mewartakan kebangkitan Yesus itu pada semua orang. Mereka diajak untuk keluar dari rasa sedih dan suasan berkabung karena sudah bukan waktunya mereka selalu meratapi kesedihan. Mereka diajak untuk keluar dan dengan bangga serta penuh dengan semangat mewartakan kebangkitan Yesus agar makin banyak orang percaya.

Masing-masing dari kita juga pernah ada dalam dan pernah mengalami kesedihan. Kesedihan membuat kita seolah berkubang dalam lumpur hidup yang membuat kita tidak berkembang dan selalu ada di dalamnya tanpa ada daya untuk melanjutkan hidup kembali. Kita diajak untuk mau melepaskan situasi itu agar kesedihan tidak menguasi kita karena hidup harus berlanjut dengan penuh harapan.

Jumat, 26 April 2018

Posted by admin on April 25, 2019
Posted in renungan 

1. Bacaan I : Kis 4: 1-12

2. Injil : Yoh 21:1-14

Penampakan Yesus pada para murid yang ada di danau dan tengah menjala ikan seolah ingin mengulang kembali saat-saat dimana Ia memanggil para murid untuk mengikutiNya dulu. Sapaan personal yang dilakukan oleh Yesus pada para murid yang sudah kembali ke kehidupan rutinitas mereka seolah ingin menunjukkan bahwa Yesus yang bangkit ingin menyampaikan kebangkitanNya secara personal sesuai dengan cara hidup yang para murid jalani. Penampakan Yesus dengan cara demikian ingin menunjukkan secara makin jelas bahwa Ia tetap sama antara sebelum Ia wafat dan kini setalah Ia bangkit. Yesus yang mengajak para muridNya untuk makan dan berkumpul bisa jadi ingin mengulang kembali apa yang selama ini mereka lakukan bersama dalam perjalanan pewartaan antara Guru dan para muridNya. Ada hal yang menarik dari sikap Yesus ini, mungkin Yesus ingin mengatakan, “dulu waktu Aku belum mati kita sudah makan bersama, sekarang setelah aku bangkit aku juga masih makan bersama dengan kamu. Maka sesudah ini aku juga akan terus bersama denganmu selalu”. Penampakan Yesus yang demikian seolah ingin memberikan suatu peneguhan pada para murid untuk mau melanjutkan karya Yesus dengan semangat kebangkitan dan keyakinan bahwa Yesus akan selalu menyertai karya-karya para murid.

Bagi kita, kita juga diajak untuk menyakini bahwa Yesus yang sudah bangkit juga akan selalu menyertai setiap perjungan hidup kita, walau secara fisik kita tidak bisa melihat dan merabaNya.

Kamis, 25 April 2019

Posted by admin on April 24, 2019
Posted in renungan 

1. Bacaan I : Kis 3: 11-26

2. Injil : Lukas 24: 35-48

Kamu adalah Saksi dari Semuanya ini

Setelah Yesus menampakan diri pada para Murid yang berjalan ke Emaus, hari ini Yesus kembali melanjutkan menampakan diri pada para murid dengan jumlah yang lebih banyak. Yesus memberikan bukti yang lebih manusiawi pada para murid lewat apa yang bisa mereka lihat, mereka raba, dan mereka dengarkan. Yesus yang bangkit juga ingin menunjukkan bahwa kebangkitanNya bukanlah kebangkitan jiwa atau rohnya saja namun lengkap dengan jiwa dan badannya yang kini sungguh-sungguh hidup dan ada di depan para murid. Jika melihat lebih dalam perasaan para murid, kita mungkin akan menemukan ada perasaan takut, heran, takjub, dan tidak percaya yang bercampur aduk menjadi satu. Namun Yesus yang sungguh memahami para murdinya mencoba untuk meyakinkan para murid agar mereka yakin bawa gurunya telah bangkit sesuai dengan apa yang pernah Ia katakan semasa hidupnya. Akan tetapi Yesus menghendaki agar Ia yang kini sungguh-sungguh telah bangkit juga mengajak para murid agar kebangkitanNya tidak hanya “dinikmati” sendiri dengan rasa sukacita yang membuncah. Ia menyampaikan bahwa ada tanggungjawab yang diterima oleh para murid sesudah mereka menyaksikan sendiri Yesus yang sudah bangkit. Para murid diajak untuk mau mewartakan kebangkitan Yesus dengan menjadi saksi agar semakin banyak orang tahu dan percaya pada kebangkitan Yesus yang kini sungguh-sungguh hidup.

Kita pun diajak untuk mau menjadi saksi bagi kebangkitan Yesus lewat cara hidup yang kita jalani sehari-hari. Amin

Rabu, 24 April 2019

Posted by admin on April 23, 2019
Posted in renungan 

1. Bacaan I : Kis 3:1-10

2. Injil : Luk 24:13-35

Hari ini bacaan Injil mengajak kita untuk merenungkan sikap para murid Yesus yang pergi ke Emaus karena Guru yang selama ini mereka yakini dan ikuti justru harus mati dengan cara yang sangat tragis. Jika melihat lebih dalam situasi perasaan batin yang dirasakan oleh dua murid yang tengah berjalan ini, kita akan menemukan ada perasaan kecewa yang mungkin amat besar mereka rasakan. Mereka sudah banyak berharap pada Yesus yang saat hidupnya sungguh-sungguh meyakinkan melaui kata-kata dan pengajarannya. Bisa saja perasaan kecewa itu membuat mereka akhirnya memutuskan untuk kembali pada cara hidup mereka sebelumnya; sebelum mengikuti Yesus atau bisa juga mereka pergi ke Emaus untuk bersembunyi karena takut jangan-jangan setelah sang Guru dibunuh akan tiba giliran para Murid yang akan dikejar dan dibunuh. Perasaan kecewa yang amat besar seolah menjadi selaput yang menutup mata dan akhirnya juga menutup hati mereka. Perasaan Kecewa yang amat besar itu membuat mereka tidak sadar akan kehadiran Yesus yang sepanjang perjalanan ada bersama dengan mereka. Bukannya menyadari kehadiran Yesus, mereka justru mempertanyakan apakah Yesus satu-satunya orang yang tidak tahu dengan apa yang baru saja terjadi.

Apa yang terjadi pada dua murid yang berjalan ke Emaus bisa jadi terjadi pada kita masing-masing. Perasaan-perasaan negatif yang kita rasakan dalam diri kita kerap kali membuat kita tidak mudah menemukan Allah dalam setiap perjalanan hidup yang ada. Allah yang sebenarnya selalu bersama dengan kita justru selalu kita salahkan dan kita pertanyakan keberadaannya. Kita yang tidak menyadari karena perasaan negatif kita, namun Allah yang kita salahkan karena kita menganggapnya tidak peduli dengan masalah yang kita hadapi. Semoga kita tidak selalu terjebak dalam perasaan negatif sehingga kita mampu untuk menemukan Allah yang sebenarnya tetap setia dan tetap menyertai setiap dinamika hidup yang kita alami. Amin.

Berita Duka (koreksi)

Posted by admin on April 22, 2019
Posted in news 

Bersama ini kami ingin meluruskan berita, bahwa telah kembali ke Rumah Bapa
Suster kami yang tercinta,
Sr. Christela, P. Karm, dari Komunitas Sabah, hari ini, 22 April 2019, jam 9.45 di RS Boromeus, Bandung. 
Jenasah akan dikebumikan di Pertapaan Karmel, Tumpang.

Kami mengucapkan ikut berduka cita yang mendalam dan mohon maaf atas kekeliruan informasi terdahulu .

Translate »