1. Bacaan I : Kis 4: 13-21
2. Injil : Markus 16: 9-15
Yesus sudah menampakan diri pada Maria Magdalena dan dua orang murid yang berjalan ke Emaus, namun cerita mereka tidak begitu saja dipercai oleh para murid yang saat itu belum melihat Yesus yang bangkit secara langsung. Mereka lebih berkutat pada rasa sedih dan suasana yang penuh dengan perkabungan sehingga semua cerita yang mereka dengan selalu dianggap bohong dan mungkin juga dianggap tidak masuk akal. Tidak bisa disalahkan juga bahwa para murid tidak mudah percaya dengan apa yang diceritakan, perasaan sedih seolah begitu menguasai mereka sehingga tidak mudah percaya. Namun Yesus yang memahami sungguh murid-muridNya akhirnya menyapa mereka secara langsung supaya mereka sungguh-sungguh percaya. Yesus yang menyapa ini lagi-lagi memberikan tanggungjawab pada para murid untuk mau mewartakan kebangkitan Yesus itu pada semua orang. Mereka diajak untuk keluar dari rasa sedih dan suasan berkabung karena sudah bukan waktunya mereka selalu meratapi kesedihan. Mereka diajak untuk keluar dan dengan bangga serta penuh dengan semangat mewartakan kebangkitan Yesus agar makin banyak orang percaya.
Masing-masing dari kita juga pernah ada dalam dan pernah mengalami kesedihan. Kesedihan membuat kita seolah berkubang dalam lumpur hidup yang membuat kita tidak berkembang dan selalu ada di dalamnya tanpa ada daya untuk melanjutkan hidup kembali. Kita diajak untuk mau melepaskan situasi itu agar kesedihan tidak menguasi kita karena hidup harus berlanjut dengan penuh harapan.