Browsed by
Month: December 2020

Panggilan untuk Menjadi sumber Bahagia

Panggilan untuk Menjadi sumber Bahagia

Markus Juhas Irawan

“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada semua makhluk”

Panggilan kita sebagai murid Kristus pada akhirya juga mengajak kita untuk mengambil tanggungjawab lebih atas pilihan “Ya” yang kita ambil. Panggilan untuk menjadi murid Yesus dengan segala suka dan dukanya tidak boleh hanya menjadi harta berharga yang kita nikmati seorang diri saja. Jawaban “Ya” untuk menjadi murid Yesus akhirnya harus sampai pada satu kesadaran akan tanggungjawab untuk mewartakan kabar sukacita yang ada. Kita diajak untuk mau hadir bagi orang lain, dan kehadiran kita bukan pertama-tama hanya untuk ada; namun harus pada sebuah panggilan untuk memberikan kebahagiaan dan sukacita Injili. Suka cita injili rasanya hanya bisa dihadirkan oleh kita jika di dalam hati kita juga ada sikacita yang memancar hingga bisa dirsakan dan dialami oleh orang lain. Pertanyaan yang sepertinya bisa kita renungkan adalah apakah kita sadar bahwa kebahagiaan terbesar seorang murid Kristus adalah saat kebahagiaan itu bisa dirasakan dan akhirnya juga bisa jadi sumber kebahagiaan bagi orang lain.  Panggilan yang kita tanggapi sudah selayaknya kita lanjutkan dengan kesediaan hati untuk mau memberikan diri, mau keluar, dan akhirnya hadir dalam kasih pada sesama. 

Kasih sebagai Dasar setiap Motivasi Pilihan

Kasih sebagai Dasar setiap Motivasi Pilihan

Markus Juhas Irawan

“Hatiku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini”

Dalam setiap pilihan hidup kita selalu ada motivasi yang melatarbelakanginya, ada yang melakukan segala susuatu untuk “mendapat”; entah itu mendapat keuntungan atau mungkin juga relasi baik dan lain sebagainya. Hari ini Yesus dalam kata-katanya pada para murid juga menunjukan motivasi dalam setiap pilihan tindakan yang dilakukan Yesus. Di saat hari mulai petang dan Ia melihat banyak orang yang membutuhkan makan, Yesus memilih untuk memberikan arahan pada para murid untuk mengusahakan makanan, padahal jika dilihat lagi tanggungjawab memberikan makan para orang banyak itu bukanlah tanggungjawab Yesus. Yesus yang banyak menyembuhkan orang, memberikan kebahagiaan karena sudah bertemu dengan diriNya sebetulnya sudah lebih dari cukup kepada banyak orang yang datang itu, namun Yesus ingin lebih dari itu. Yesus ingin memilih untuk total dalam pelayanannya, bukan hanya sekedar agar banyak orang yang datang itu menjadi puas, namun lebih kepada sebuah tindakan kasih. Tindakan kasih pada sesama adalah sebentuk ungkapan hati yang dengan iklas dan rela mau untuk memberikan diri pada orang lain, walau resikonya harus repot dan mungkin sulit. Kasih adalah sebuah dorongan dimana kita mau dengan bahagia memberkan kebahagiaan kepada banyak orang walau dengan jalan dan resiko yang sulit. Yesus dalam ungkapan kasihnya juga tidak meminta agar banyak orang itu membalas apa yang sudah ia buat, dan ini juga adalah ajakan bagi kita semua.

Translate »