Browsed by
Month: July 2022

JALAN BAGI TUHAN

JALAN BAGI TUHAN

Sabtu, 2 Juli 2022



Matius 9:14-17

Yesus memberikan pesan kepada para murid-Nya untuk memiliki hati yang siap untuk menerima berkat-berkat dari Allah. Sebab kasih dan kebaikan Tuhan akan bisa diterima oleh manusia, jika mereka siap untuk menerima-Nya. Kalau tidak siap, maka mereka menyia-nyiakan kasih dan kebaikan Tuhan tersebut. “Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.”(Mat 9:17). 

Dengan demikian bisa dipahami bahwa kebaikan Tuhan dicurahkan kepada manusia yang memiliki kesiapan hati dengan iman dan kerendahan hati. Sebab tanpa iman maka semuanya tidak akan ada nilainya. Dengan iman inilah berkat Tuhan sekecil apa pun akan membawa orang yang menerimanya merasa disegarkan dan karenanya mereka bersyukur dan memuji Allah. Akan tetapi jika seseorang tidak percaya akan kebaikan Tuhan, maka berkat sebesar apa pun tidak akan membuat mereka bahagia.

Oleh karena itu poin pentingannya ada di dalam tanggapan setiap orang kepada Tuhan. Hati yang siap menerima kasih Tuhan adalah iman dan kerendahan hati. Sebab akan kesombongan menutup pintu bagi Tuhan, dan kerendahan hati membuka jalan bagi Tuhan.  “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?”(Mikha 6:8).

Didik, CM 

TANDA SYUKUR

TANDA SYUKUR

Jumat, 1 Juli 2022



Matius 9:9-13

Yesus menerima Matius menjadi murid-Nya. Pilihan Yesus ini menimbulkan pro dan kontra karena banyak orang terutama orang-orang Farisi tahu bahwa Matius adalah pemungut cukai yang sering dipandang sebagai orang berdosa. Mereka memprotes Yesus, mengapa memilih Matius. “Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” (Mat 9:11).

Mereka yang menolak keputusan dan tindakan Yesus memilih Matius adalah mereka yang belum memahami alasan dan latar belakang dibalik keputusan tersebut. Alasan Tuhan Yesus adalah menyelamatkan orang berdosa dan tujuan Yesus hadir di dunia adalah untuk hal itu. “Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”(Mat 9:13).

Oleh kerana itu, Allah Bapa tidak rela anak-anak-Nya hidup tanpa harapan dan tanpa masa depan. Melalui kehadiran Yesus Kristus maka Allah memberikan pengampunan dan keselamatan kepada manusia yang berdosa. “Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,”(Efesus 1:7). Dengan demikian dihadapan-Nya, setiap pribadi manusia berharga.

Dengan kesadaran bahwa dirinya berharga dihadapan Allah, setiap orang yang percaya kepada Kristus akan selalu bersyukur kepada Allah dan sebagai wujud syukurnya ia akan berjuang untuk menjaga apa yang telah dianugerahkan Allahnya dengan menjalin relasi yang dekat dengan Kristus dan hidup baik, sesuai yang diharapkan Tuhan kepada anak-anak-Nya.

Didik, CM 

Translate »