Browsed by
Month: June 2023

DINYATAKAN UNTUK ORANG KECIL

DINYATAKAN UNTUK ORANG KECIL

Jumat, 16 Juni 2023



Matius 11:25-30

Tuhan Yesus mengetahui bagaimana pergulatan setiap orang untuk bisa bertahan hidup dengan baik ditengah-tengah kesulitan-kesulitan dan berhadapan dengan kelemahan- kelemahan diri mereka sendiri. Oleh karena itu, Dia tidak ingin membiarkan mereka sendiri, sebaliknya Dia datang untuk menawarkan pengampunan dan pertolongan serta kekuatan kepada mereka. “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”(Mat 11:28). Apakah tawaran kasih Allah ini dengan mudah diterima oleh manusia? Tidak jarang dan tidak sedikit tawaran tersebut diabaikan oleh manusia. Mengapa? karena mereka tidak percaya dengan Tuhan Yesus Kristus dan cenderung lebih percaya dengan hal-hal lain yang profan misalnya uang dan kekuasaan,dll. Mereka berfikir dengan uang mereka memiliki power dan semuanya bisa didapat dan dimiliki.

Dengan demikian tawaran kasih Allah tersebut tidak akan berlaku dan tidak bisa diterima bagi orang-orang yang “pandai” menurut padangan dunia, namun akan diterima oleh mereka yang dipadang rendah dan kecil oleh dunia.  “Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.”(Mat 11:25).

Oleh karena itu, setiap murid Kristus diharapkan bersikap rendah hati, sebab hanya dengan sikap tersebut mereka bisa percaya kepada Tuhan Yesus, dan Dia akan hadir di dalam hidup mereka serta memberkati mereka. “Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”(Yakobus 4:6).

Didik, CM 

BERJALAN BERSAMA DENGAN TUHAN

BERJALAN BERSAMA DENGAN TUHAN

Kamis, 15 Juni 2023



Matius 5:20-26

Yesus menyatakan bahwa hidup murid-murid Kristus adalah suatu kesaksian yang mengungkapan iman akan Kristus dengan hidup yang baik dan benar. Dengan demikian, setiap orang beriman menjalankan hidupnya bukan sebatas mengikuti aturan-aturan seperti yang dilakukan oleh orang-orang Farisi, namun melakukan segala hal, karena kesadaran sebagai orang yang telah ditebus dan karena dorongan akan kasih mereka kepada Tuhan Yesus. “Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.”(Mat 5:20).

Mengapa demikian penting menyertai setiap tindakan  orang beriman dengan relasi dengan Tuhan?  Karena hal itu akan mengarahkan hidup mereka kepada kebenaran, ketulusan, kerendahan hati, dan kekudusan, sesuai dengan kehendak Allah. Oleh karena itu, mereka akan lebih peka akan suara hati yang merupakan bisikan dari Roh Kudus sendiri, sehingga mereka tidak akan mengambil tindakan yang bertentangan dengan kehendak Allah sendiri. Sebaliknya segala tindakan mereka akan menyatakan kebaikan Allah yang murah hati. “Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,  tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.”(Mat 5:23-24).

Dengan demikian, perjalanan orang beriman merupakan perziarahan yang bersama dengan Tuhan Yesus. Sekalipun dalam perjalanan mereka harus jatuh dan bangun dalam pemperjuangankan kesetiaan iman mereka, namun karena sikap imannya yang terbuka dengan pendampingan Tuhan, maka akan selalu dikuatkan dan diberkati oleh-Nya.

Didik, CM 

PERCAYALAH

PERCAYALAH

Rabu, 14 Juni 2023



Matius 5:17-19

Yesus menegaskan bahwa kehadiran-Nya adalah untuk menggenapi hukum Taurat dan bukan untuk meniadakannya. Artinya bahwa hukum Taurat yang berisi tentang karya belas kasih Allah, janji-Nya untuk membebaskan manusia dari belenggu dosa dengan mengutus Mesias ,dan berisikan juga 10 perintah Allah yang mengatur relasi antara Allah dan manusia, serta antara manusia dan sesamanya, kini semua itu terjawab dan terpenuhi dengan kehadiran Yesus Kristus. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.”(Mat 5:17). Oleh karena itu, semua orang diajak untuk tidak lagi ragu, menunggu akan bukti cinta kasih Allah dan jalan atau cara untuk sampai kepada Bapa sebagai Kesempuran hidup dan keselamatan kekal, karena semuanya sudah jelas ada di dalam Tuhan Yesus Kristus. “Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”(Yoh 14:6). 

Dengan demikian, melalui Yesus Kriatus, semua orang yang percaya kepada-Nya dan dengan setia mengikuti-Nya menerima jaminan akan harapan, damai, dan keselamatan kekal. Sekali lagi semua itu terjadi karena kemurahan hati Allah dan sekaligus jawaban masing-masing orang yang dengan sadar, bebas, dan menghendaki untuk milih percaya, dan mengikuti Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Mesias. “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.”(Yoh 14:1). 

Didik, CM 

TANGGUNG JAWAB YANG TIDAK MUDAH

TANGGUNG JAWAB YANG TIDAK MUDAH

Selasa, 13 Juni 2023



Matius 5:13-16

Tuhan Yesus menyatakan bahwa mereka yang percaya dan mengikuti Kristus adalah garam dan terang dunia. “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi.”(Mat 5:13). Artinya, mereka diutus dimana mereka berada untuk memberikan kesaksian hidup dengan melakukan yang baik, benar, dan rendah hati untuk menyatakan bahwa Allah itu sungguh baik dan dengan demikian layak dan pantas untuk dimuliakan nama-Nya. “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”(Mat 5:16).

Dengan demikian tujuan hidup mereka manusia bukan sebatas mengejar dan meraih mimpi yaitu kesusksesan dibidang karir dan jabatan, namun yang penting juga untuk mewujudkan kebaikan Allah di dalam setiap keputusan-keputusan yang mereka ambil, sehingga tindakan mereka baik dan benar, serta membawa berkat bagi banyak orang, sejalan dengan kehendak-Nya yaitu menjadi terang dunia. “…tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.” (Yoh 3:21).

Oleh karena itu, setiap murid Kristus memiliki tanggung jawab yang tidak mudah untuk memastikan hidup mereka agar tidak berhenti pada kepentingan diri sendiri dan masuk dalam  bahaya dosa yang akan merusak dan mengaburkan terang Kristus di dalam diri mereka , dan membuat tawar garam yang menjadi identitas mereka. Dengan demikian sangat dibutuhkan sikap rendah hati dan penyerahan diri kepada Allah, agar setiap murid Kristus terberkati dan terlindungi dari segala yang jahat oleh kuasa Allah yang Maha kuasa. “….dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.”(Mat 6:12-13).

Didik, CM 

DAMAI KRISTUS

DAMAI KRISTUS

Senin, 12 Juni 2023



Matius 5: 1-12

Yesus Kristus menganugerahkan Sabda Bahagia kepada para murid dan semua pengikut-Nya. Sabda Bahagia tersebut berisi tentang Nilai-nilai atau keutamaan-keutamaan Injil yang menghantar pada hidup yang damai, sejahtera di dalam hati, dan keselamatan kekal bagi semua orang yang mengikuti-Nya. “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.”(Mat 5:3)

Keutamaan-keutamaan tersebut antara lain  adalah hati yang miskin dalam arti merasa butuh dan rindu akan belaskasih Allah, kesabaran dalam menanggung duka, hati yang lemah lembut, hati yang terbuka dan siap berjuang demi kebenaran, hati yang murah hati, hati yang tulus-suci, hati yang siap mengusahakan perdamaian, hati yang siap berkorban demi iman, dan hati yang selalu gembira karena percaya akan penyertaan Allah dalam menanggung derita demi Injil-Nya. “Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”(Mat 5:12).

Dengan demikian, Tuhan Yesus merindukan semua murid dan pengikut-Nya bisa mendapatkan kebahagian yang sejati, yang diukur bukan dengan ukuran dunia atau manusia, namun menurut ukuran Allah sendiri. Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. “Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”(Yoh 14:27).

Didik, CM 

Translate »