Browsed by
Month: November 2024

MENYAMBUT KESELAMATAN PENUH HARAPAN

MENYAMBUT KESELAMATAN PENUH HARAPAN

Rm Ignatius Adam Suncoko O.Carm
Kamis 28 November 2024
Hari Biasa, Pekan Biasa XXXIV
Lukas 21:20-28

Kita berada di hari-hari terakhir tahun liturgi gereja; tahun liturgi baru dimulai pada hari Minggu, Minggu Adven Pertama. Sebagai akhir tahun gereja, kita mendengar bacaan tidak hanya tentang akhir Yerusalem, bahkan akhir kosmos. Dalam kondisi seperti itu, Yesus datang dengan kemuliaanNya. Maka Yesus berbicara tentang kedatangannya sendiri sebagai Anak Manusia yang mulia, membawa pembebasan bagi mereka yang menunggu kedatangannya.

Pada saat semuanya tampak hilang dan hancur, ada sebuah realitas baru mulai muncul. Tuhan mencurahkan anugerahnya dengan cara memberi kehidupan di tengah kematian dan kehancuran. Mungkin ada kegelapan besar di dunia, kegelapan kejahatan dan penderitaan, tetapi terang Tuhan bersinar di dalamnya dan kegelapan tidak akan mengalahkan terang itu. Keyakinan inilah yang membuat kita tetap berharap bahkan di tengah rasa sakit, kehilangan, dan kematian. Itulah sebabnya dalam kata-kata bacaan Injil, kita selalu dapat berdiri tegak dan mengangkat kepala kita tinggi-tinggi dalam semangat keyakinan penuh harapan bahwa kedatangan Tuhan yang membebaskan itu pasti, tidak peduli seberapa gelap dan menyedihkannya peristiwa hidup itu. Semoga kita selalu siap sedia menyambut kapan saja saat keselamatan itu terjadi bukan dengan ketakutan, tetapi dengan harapan pasti. Semoga!

Kegelapan hidup pernah kita alami
Rasa sakit, kehilangan, kematian nyata
Keagungan cinta dan harapan bersemi
Dalam Dia dihapuslah tetes air mata.

“Teguh di Tengah Goncangan”

“Teguh di Tengah Goncangan”

Fr. Yusuf Dimas Caesario

Ketika Yesus berada di Bait Allah, beberapa orang terkesima melihat keindahannya: batu-batu yang besar, hiasan indah, dan persembahan yang megah. Namun, Yesus berkata, “Semua ini akan runtuh, tidak ada satu batu pun yang akan tinggal terletak di atas batu yang lain.” Kata-kata ini mungkin mengejutkan para pendengar-Nya. Siapa yang tidak terkejut mendengar bahwa sesuatu yang tampak begitu kokoh bisa hancur?

Pernahkah kita merasa seperti Bait Allah itu? Hidup kita tampak kokoh, berjalan lancar, semua rencana sesuai harapan, tetapi tiba-tiba sesuatu menghantam kita: pekerjaan hilang, kesehatan terganggu, relasi rusak, atau krisis lainnya. Apa respons kita? Panik, putus asa, atau mencari Yesus yang memberi ketenangan?

Alkisah, suatu hari seorang petani tua sedang duduk santai di depan rumahnya ketika tetangganya datang dengan panik, “Pak Tani, cepat! Rumahmu di ujung ladang hampir roboh karena angin kencang!” Dengan tenang, si petani menjawab, “Tidak apa-apa, rumah itu sudah saya ikhlaskan sejak tahu kayunya mulai keropos.” Tetangganya heran, “Kalau begitu, bagaimana dengan ladangmu yang hampir banjir?” Si petani tetap tenang, “Oh, air itu mau numpang lewat saja.” Tetangga bertanya lagi, “Lalu apa yang membuatmu khawatir?” Si petani tersenyum, “Yang saya khawatirkan hanya iman saya, kalau-kalau ikut roboh saat badai hidup datang.”

Kisah itu mengajarkan kepada           kita bahwa kekhawatiran dunia sering membuat kita lupa memegang erat yang paling penting: iman kepada Tuhan.

Dalam Lukas 21:5-11, Yesus mengingatkan tentang tanda-tanda akhir zaman: perang, gempa bumi, kelaparan, dan wabah. Namun, pesan utama-Nya bukanlah ketakutan, melainkan pengharapan. “Jangan terkejut,” kata Yesus. Seolah-olah Dia berkata, “Tetaplah setia, meski dunia di sekitar berguncang.” Yesus mengajak kita untuk tidak terlalu terpaku pada apa yang terlihat indah di luar—kekayaan, karier, atau prestasi—karena semua itu bisa runtuh. Fokus kita adalah hubungan dengan Tuhan, yang memberi damai di tengah badai. Saat goncangan datang, bukannya bertanya, “Mengapa ini terjadi pada saya?” namun kita bisa bertanya, “Apa yang Tuhan kehendaki saya bisa lakukan dari peringatan akan akhir zaman ini?”

Refleksi:
Apakah kita sudah membangun hidup kita di atas fondasi iman kepada Tuhan? Ataukah kita masih bergantung pada hal-hal duniawi yang sifatnya sementara?

Doa Singkat:

Tuhan Yesus, di tengah goncangan hidup, ajarilah aku untuk tetap setia kepada-Mu. Berilah aku iman yang teguh, hati yang tenang, dan pengharapan yang tak tergoyahkan. Pimpinlah aku agar selalu melihat kasih-Mu, meskipun badai hidup datang. Amin.

Translate »