Browsed by
Month: November 2024

KERAJAAN ALLAH ADA DIANTARA KITA

KERAJAAN ALLAH ADA DIANTARA KITA

RENUNGAN LUBUK HATI
Kamis, 14 November 2024
Hari Biasa, Pekan Biasa XXXII

Rm Ignatius Adam Suncoko O.Carm

LECTIO:
Lukas 17:20-25.

MEDITATIO:
Bulan November, bagi saya menjadi pengalaman yang indah untuk mengenang butir rahmat Tuhan yang dihadirkan lewat orang-orang yang pernah menjadi bagian kehidupan saya. Ketika saya mendengar kabar bahwa Msgr. Yohanes Pujasumarta meninggal secara spontan saya langsung berdoa bagi Beliau. Ada rasa dan pengalaman yang tidak pernah saya lupakan saat Beliau memberi Retret sebelum saya ditahbiskan menjadi imam 23 tahun yang lalu. Kata-kata yang selalu terngiang-ngiang: “Para frater nanti kalau ditahbiskan menjadi imam sampai kapanpun nikmatilah Kerajaan Allah dalam aneka peristiwa hidup anda, apapun peristiwanya!”. Benar adanya Msgr. Pujasumarto telah menghidupi Kerajaan Allah sampai akhir dalam suka-duka dengan syukur dan gembira. Kerajaan Allah ada di antara kita, dalam hidup kita baik suka maupun duka. Terima kasih Msgr. Puja kesaksian hidupmu, selalu menginspirasi perjalanan imamatku. Amazing Grace!

Dalam Injil hari ini, Yesus menegaskan: “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu” (Luk 17:20-21). Kerajaan Allah tidak jauh dari kehidupan kita, ada dalam hidup kita yang pasti dalam suasana dan peristiwa apapun juga. Saat kita bergembira, berhasil, sukses, damai dimampukan bersyukur. Saat kita dalam pergumulan: kesedihan, gagal, banyak masalah, menderita sakit, dan lain-lain; kita dimampukan tetap tangguh. Bagaimana dengan hidup kita saat ini? Sudahkah kita semakin peka dengan kehadiran Kerajaan Allah dalam hidup kita? Pengalaman seperti apa itu? PenyelenggaraanNya selalu indah pada waktunya.

CONTEMPLATIO:
Renungkan kembali firman Tuhan hari ini! Rasakan dan nikmati sapaan SabdaNya untuk hidup anda! Ingat sejenak peristiwa dan pengalaman hidup anda! Sudahkah anda semakin peka dengan kehadiran Kerajaan Allah dalam hidup anda? Pengalaman seperti apa itu?

ORATIO:
Tuhan Yesus, aku bersyukur atas rahmatMu yang selalu hadir dalam peristiwa dan pengalaman hidupku. Aku percaya dan yakin, Engkau sedang merenda, menempa dan membentuk aku menikmati suasana KerajaanMu. Tuhan tambahkanlah imanku, agar semakin peka dengan tanda kehadiran KerajaanMu. Aku percaya penyelenggaraanMu selalu indah pada waktunya. Amin

MISSIO:
Aku akan belajar peka dengan tanda kehadiran Tuhan dalam aneka hidupku.

SELAMAT BERKARYA DEMI KEMULIAAN TUHAN. DOMINUS VOBISCUM

“Belajar Bersyukur dari Hal Sederhana”

“Belajar Bersyukur dari Hal Sederhana”

Rabu, 13 November 2024

Bacaan Injil Lukas 17:11-19

      Sebagai manusia yang terlahir dengan kisah hidupnya masing-masing, suka duka hidup pastinya datang menghampiri silih berganti. Cerita hidup setiap orang memanglah unik, tetapi pergumulan batin tetaplah dirasakan sama oleh siapa pun. Rasa cemas, takut, bimbang, percaya, tertekan, dan lain sebagainya akan senantiasa ada dalam kisah hidup manusia apa pun latar belakangnya. Tak terkecuali peristiwa sakit dan kesembuhan yang pernah kita alami. Pengalaman kesembuhan atau pulih dari sakit bisa saja dipandang sebagai pengalaman yang kebetulan saja; bisa pula dimengerti sebagai efek dari usaha kita untuk berobat dan berusaha sembuh; bisa juga dimaknai sebagai pengalaman iman campur tangan Allah yang bekerjasama dengan usaha manusiawi. Sebagai orang beriman tentunya dan semestinya kita menempatkan diri bahwa pengalaman kesembuhan dari sakit fisik maupun sakit batin ini merupakan berkat campur tangan Allah yang diiringi usaha manusia.

      Kisah 10 orang kusta yang mengalami kesembuhan dalam Injil Lukas hari ini memberikan satu pembelajaran bagaimana bertumbuh dalam iman. Ada 10 orang kusta yang datang kepada Yesus dan meminta mengasihani mereka. Lantas, Yesus meminta mereka pergi memperlihatkan diri kepada imam. Namun, sementara dalam perjalanan mereka mejadi tahir. Hal yang menarik perhatian ialah hanya seorang saja yang sadar untuk memuliakan Allah dan kembali kepada Yesus sembari mengucap syukur. Di manakah yang lainnya? Apakah mereka tidak menyadari bahwa kesembuhan tersebut berkat campur tangan kuasa Yesus? Inilah situasi yang juga terjadi dalam kehidupan manusia moderen saat ini, terlebih dengan pengetahuan yang tinggi dan kemajuan teknologi yang canggih. Kehadiran Allah dalam kisah hidup manusia menjadi semakin samar dan terasa semakin hambar.

      Kebiasaan berterima kasih, mengucap syukur, dan memuji keagungan Allah tidaklah muncul seketika dalam diri seorang beriman. Semakin besar kesadaran diri merasakan dicintai, diperhatikan, dan dipercaya oleh Allah melalui hidup keluarga, pekerjaan, pelayanan, dan tanggungjawab yang kita lakukan setiap harinya, maka kesempatan dan peluang untuk berterima kasih, bersyukur, dan mengagumi betapa luar biasa penyertaan Allah. Maka dari itu, tepatlah nasihat rohani sederhana yang selalu kita terima: sediakanlah waktu untuk berdoa; sediakanlah waktu untuk membaca dan merenungkan Sabda Allah; sediakanlah waktu untuk hadir dalam Perayaan Ekaristi; sediakanlah waktu untuk mendengarkan kesaksian iman; sediakanlah waktu untuk mendoakan mereka yang membutuhkan doa-doa kita. Semua kebiasaan dan ulah kesalehan rohani sederhana ini adalah pupuk dan obat untuk terus merawat rasa terima kasih, rasa syukur, dan rasa kagum pada Allah yang tidak pernah lelah dan selesai memberkati dan menyemalatkan umat manusia dari waktu ke waktu, dari satu peristiwa ke peristiwa lain. Jangan biarkan media sosial dan kesibukan kita merenggut momen-momen indah menemukan Allah yang bisa hadir dan menyapa melalui segala hal dalam hidup ini. (RD Daniel Aji Kurniawan)

Translate »