Browsed by
Month: January 2025

Menanggapi Tawaran Keselamatan

Menanggapi Tawaran Keselamatan

RP Yakobus Hugo Susdiyanto O.Carm

Mark 3:22-30

Senin, 27 Januari 2025

Kita tentu akrab dengan peribahasa, “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”, artinya: segala sesuatu akan berhasil apabila dikerjakan secara bergotong-royong, bersama-sama. Peribahasa ini kiranya bisa membantu kita memahami sabda Tuhan hari ini. Manusia pertama jatuh ke dalam dosa, karena mereka memisahkan diri dari Allah atau tidak taat kepada Allah. Sebaliknya mereka justru lebih taat kepada perkataan iblis.

Dalam kenyataan hidup ini tampaknya iblis lebih menarik daripada Allah. Seperti Adam dan Hawa yang lebih taat pada Iblis, demikian pula para ahli Taurat yang menuduh Yesus kerasukan Beelzebul, dan mengusir setan dengan kuasa penghulu setan. Tuduhan tersebut lahir dari rasa iri, sebagimana manusia pertama yang ingin menjadi seperti Allah [bdk. Kej 3:5]. Jika manusia sudah menjadi seperti Allah, maka selanjutnya mereka tidak membutuhkan Allah. Jika hal ini terjadi inilah kiranya yang disebut dengan “dosa menghojat Roh Kudus”. Difirmankan bahwa dosa menhujat Roh Kudus tidak mendapat ampun selama-lamanya. Mengapa demikian? Tuhan ada Roh [2 Kor 3:17-18]. Jika Tuhan yang adalah Roh, Dia yang berkuasa mengampuni dihujat, ditolak, tidak dibutuhkan lagi, siapakah yang bisa mengampuni?

Telah difirmankan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” [Yoh 3:16]. Itulah sebabnya, Yesus yang dituduh para ahli Taurat kerasukan setan, mengusir setan dengan penghulu setan, tetap tenang dan tidak marah. Sebab Ia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. Bagi Yesus, para ahli Taurat adalah termasuk yang tersesat. Yesus berupaya untuk memberikan penjelasan dengan berbagai argumen. Dengan harapan para pendengar-Nya mau mendengarkan-Nya dan hidup berdasarkan firman-Nya.

Keselamatan adalah sebuah tawaran, bukan paksaan. Allahpun hanya bisa menawarkan keselamatan itu. Maka melaui Yesus Putra-Nya, Allah menawarkan keselamatan itu. Apakah para ahli Taurat dan juga kita menanggapi tawaran tersebut? Semoga kita bersedia menanggapi tawaran keselamatan itu dalam hidup dan kehidupan kita sehari-hari. Mari kita bersatu dengan Tuhan, dan bukan bersekutu dengan setan.

Jumat Pekan Biasa II

Jumat Pekan Biasa II

Fr. Gunawan Wibisono O.Carm
24 Januari 2025
Ibr 8: 6-13 + Mzm 85 + Mrk 3: 13-19

Lectio
Pada suatu kali naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan. Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh, selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.

Meditatio
Pada suatu kali naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan. Ada dua tugas yang diberikan Yesus, yakni menyertai sang Guru, tentunya ke mana saja Dia pergi. Para murid diminta membantu dan melayani Dia dalam karya pewartaan. Tugas lainnya adalah memberitakan Injil. Namun sejauh mana mereka ambil bagian dalam karya pewartaan Injil Allah? Apakah kelak dilakukan setelah kebangkitanNya? Yesus tidak hanya menyuruh mereka, tetapi memperlengkapi mereka dengan kuasa ilahi untuk mengusir kuasa kegelapan.
Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh, selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia. Yesus tentunya mengenal mereka satu per satu. Petrus dan Andreas, Yohanes dan Yakobus diceritakan secara istimewa oleh Markus dalam Injilnya. Namun mengapa Andreas tidak digandengkan langsung dengan Simon Petrus dalam Injilnya? Apakah panggilan Yudas Iskariot hendak menegaskan, bahwa iman tetap mengandaikan intervensi Tuhan dalam diri setiap orang? Panggilan olehNya tidak memperhitungkan kelayakan dan predikat seseorang? Bahkan seorang pribadi mempunyai hak dan kebebasan untuk melanggar dan melawan kehendak Allah? Itulah realitas kehidupan.

Oratio
Yesus Kristus, Engkau memanggil setiap orang untuk menikmati keselamatan yang indah dan sukacita hidup yang terpancar dalam tingkah laku. Semoga kami hari demi hari semakin menghayati panggilanMu itu, dan siap membagikannya juga kepada sesame kami. Amin.

Contemplatio
Yesus menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil.

Translate »