Hendaknya kita selalu murah hati
Rm. Gunawan Wibisono O.Carm
Rm. Gunawan Wibisono O.Carm
RENUNGAN LUKAS 6:36-38
Dalam Injil ini, Yesus mengajak kita untuk hidup dengan ukuran yang berbeda dari dunia. Ia berkata, “Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati… Jangan menghakimi… Ampunilah… Berilah…” Lalu Ia menambahkan gambaran yang sangat indah: takaran yang baik, dipadatkan, digoncang, dan tumpah keluar akan dicurahkan ke dalam pangkuan kita.
Yesus sedang berbicara tentang hukum rohani: apa yang kita tabur, itu juga yang kita tuai. Bukan sekadar soal materi, tetapi sikap hati.
Bayangkan seorang pedagang beras di pasar tradisional. Ketika menakar beras untuk pembeli, ada yang hanya meratakan takaran sesuai garis, bahkan sedikit dikurangi. Tetapi ada juga yang dengan murah hati menambahkan segenggam kecil di atasnya. Pembeli yang menerima takaran lebih itu biasanya tersenyum dan suatu hari akan kembali lagi. Sikap murah hati menciptakan lingkaran kebaikan.
Begitu pula dalam hidup sehari-hari. Saat kita memilih untuk tidak membalas komentar tajam dengan kata-kata pedas, saat kita memberi maaf lebih dulu, atau saat kita membantu tanpa menghitung untung-rugi, kita sedang “menambahkan segenggam” dalam relasi kita. Dan sering kali, tanpa kita sadari, kebaikan itu kembali kepada kita dalam bentuk yang tak terduga: dukungan, doa, atau pertolongan saat kita membutuhkannya.
Yesus tidak mengajak kita menjadi orang lemah. Ia mengajak kita menjadi anak-anak Bapa yang hatinya luas.
Pertanyaan Reflektif
Doa
Tuhan Yesus yang murah hati,
ajarilah aku untuk mengampuni seperti Engkau mengampuni,
memberi tanpa perhitungan,
dan tidak mudah menghakimi sesamaku.
Lapangkanlah hatiku agar menyerupai hati-Mu.
Amin.
RD. YUSUF DIMAS CAESARIO