“Mereka yang berjalan dalam kegelapan telah melihat terang”
Baru saja saya merayakan Misa Natal bersama umat paroki St. Jerome di El Cerrito. Ada banyak wajah baru yang tak pernah terlihat dalam misa mingguan. Sebagian orang yang hadir dalam misa adalah mereka yang pernah dibesarkan di El Cerrito. Kini mereka tinggal terpisah dengan orang tua, dan menjalani kehidupan sendiri di kota lain. Bagi banyak orang Amerika, Natal adalah kesempatan untuk berkumpul kembali dengan sanak saudara dan tekan dekat. Ada suasana kekeluargaan yang mendalam saat merayakan misa sore ini karena sebagian dari umat mengenal satu sama lain semenjak mereka anak-anak.
Seusai misa, dalam pertemuan kecil umat, salah satu mereka berkata, “kami mengenal dia sejak sekolah dasar. Namun dalam perjalanan kami berpisah. Dia mengambil jalan terang, dan jalan saya lebih gelap.” Lalu mereka tertawa lepas! Meski saya tak tahu apa maksud kata-kata itu, tapi ada keyakinan bahwa setiap orang adalah peziarah yang menjalani kehidupan masing-masing. Terang dan gelap, buram, serta samar datang silih berganti dalam hidup kita.
Saat hati kita terbuka pada kasih Allah, kita berjalan pada terang dan mengerti pilihan hidup yang sedang kita lalui. Sebaliknya saak hati tertutup, kegelapan mendominasi dan menguasai kehidupan. Hasilnya adalah kesombongan, egoisme, dan pencarian nama diri. Yohanes berkata, “barang siapa membenci saudaranya, ia hidup dalam kegelapan (1 Yohanes 2:11). Sebaliknya, mereka yang membuka mata untuk sesama akan melihat terang dan berjalan dalam kebaikan Tuhan.
Kelahiran Yesus menegaskan bagaimana Allah masuk dalam sejarah hidup manusia. Paus Fransiscus dalam kotbahnya berkata, “Allah yang maha besar telah membuat dirinya kecil, ia yang kaya membuat dirinya miskin, dan ia yang jauh menbuat dirinya dekat dengan kita.” Yesus menghadirkan Allah yang turut berjalan dalam peziarahan manusia di dunia.
Hari ini marilah kita berbagi kegembiraan dan rahmat yang kita terima dari Allah. Terlebih, tebarkanlah kebaikan dan pertolongan bagi mereka yang kekurangan dan tak beruntung seperti kita. Sebab hari ini, Allah telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita. Ia Yesus yang mengusir kegelapan dan memberi jalan terang bagi kita yang sedang berziarah di dunia.
Selamat Natal 2013! (renungan diinspirasi dari kotbah Paus Fransiscus di hari Natal 24 Desember 2013)
Seluruh staff termasuk Romo dan Suster , mengucapkan “Selamat Hari Natal”, semoga terang Natal menyinari kehudpan kita , dan kita Bayi Yesus lahir juga didalam karya dan hati kita masing2.
Sabtu, 21 Desember 2013