Diam
Kisah kelahiran Yohanes Pembaptis penuh dengan kejutan dalam suasana diam. Ayahnya berasal dari kelompok imam yang biasa mempersembahkan kurban dalam Bait Allah, dan ia menjadi bisu karena melihat malaikat Allah saat ia menjalankan tugasnya. Ia bisu, tak bisa omong selama 9 bulan. Namun ini bukan bisu biasa. Bisu membuat dia lebih bisa mendengarkan suara hati, dan sedikit komentar! Bisu menuntun pada suasana hening sehingga manusia bisa mendengar Allah yang berbicara.
Elisabet juga membisukan diri. Setelah dia tahu bahwa dia hamil di usia senja, Elisabet memilih mengurung diri di rumah. Ia ikut diam bersama suami, dan ingin tahu apa arti peristiwa yang baru saja dialaminya. Dia diam, tapi berfikir dan bermenung. Diam namun mendalam dan kaya pengalaman hati. Diam tapi bergelora dalam iman akan Allah.
Kata-katanya menjadi indah dan mempesona ketika Elisabet bertemu dengan Maria. “Terberkatilah engkau diantara semua wanita, dan terpujilah buah tubuhmu!” katanya pada Maria. Kata-kata ini terus bergema dalam mulut setiap orang ketika berdoa Salam Maria. Ucapan ini hanya akan keluar dari mulut seseorang yang telah bermenung dalam, masuk ke relung batin dan iman. Kata yang dalam dan berarti hanya keluar dari mulut orang yang hidupnya tenang dan mendalam. Kata tanpa arti hanya keluar dari mulut orang yang terlalu banyak bicara, tapi penuh kekosongan.
Dunia kita memuja orang yang banyak omong dan pandai berargumentasi. “Words are powerful and silent is weakness!” Berapa kali setiap hari kita mengkritik orang lain, berargumentasi, dan mempertahankan diri dengan kata-kata yang membuat orang lain bertekuk-lutut, tak mampu menanggapi. Di saat seperti itu, kita merasa menang dan jaya.
Namun Elisabet dan Zakariah punya keyakinan berbeda. Silent is the most powerful one! Dalam kediaman mereka mengerti rencana Allah. Hening menuntut mereka pada batin yang jernih dan bening. Kata-kata mereka tidak kosong, tapi penuh arti, pun indah serta mempesona, karena dilahirkan dari kedalaman jiwa.
Semoga 1 hari menjelang Natal ini, batin kita bisa bening dan hening, mampu melihat Tuhan yang hadir dalam Yesus. Dialah, Tuhan beserta kita setiap hari!