Browsed by
Month: April 2014

Misa Paskah KKIOC (April, 20, 2014) di St. Philip Benizi, Fullerton.‏

Misa Paskah KKIOC (April, 20, 2014) di St. Philip Benizi, Fullerton.‏

April 3, 2014

Dear Umat KKIOC:

Dengan ini diberitahukan bahwa Misa Paskah KKIOC 2014 akan diadakan di gereja ST. PHILIP BENIZI, FULLERTON.

Keterangan lengkapnya adalah sebagai berikut:


Hari / tanggal: Minggu, 20 April, 2014

Jam: 3:30 PM.

Tempat: di gereja St. Philip Benizi, Fullerton.

Alamat: 235 South Pine Drive, Fullerton, CA 92833

Celebrant: Romo Gregorius Tulus Sudarto, PR.

Setelah misa akan dilanjutkan dengan Bazaar di hall St. Philip Benizi.

Pelupa

Pelupa

Bacaan: Keluaran 32:7-8

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Pergilah, turunlah, sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak lakunya.  Segera juga mereka menyimpang dari jalan yang Kuperintahkan kepada mereka; mereka telah membuat anak lembu tuangan, dan kepadanya mereka sujud menyembah dan mempersembahkan korban, sambil berkata: Hai Israel, inilah Allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.”

Dia terengah-engah sembari mengetuk keras-keras pintu pasturan. “Ada apa pastur?” tanyaku. “Apa aku bisa pinjam buku ibadat arwah? aku lupa membawa” sahutnya. Dia harusnya memimpin ibadat arwah di pemakaman umum 20 menit yang lalu. Terpaksa dia harus pergi dulu mencari gereja terdekat untuk meminjam buku liturgi pemakamam. Untunglah gereja kami tak jauh dari tempat pemakamam itu.

Orang menjadi pelupa karena sudah lanjut usia. Faktor lain penyebap kelupaan adalah karena pengaruh konsumsi obat-obatan, kurang waktu tidur, kebanyakan alkohol, terlalu stress dan depresi. Namun lupa juga bisa jadi satu budaya sebuah bangsa.

Kita dikenal sebagai bangsa yang pelupa, mudah melupakan masa lalu dan tak mau mengingat kisah lampau, bahkan tidak belajar dari masa lampau. Persoalan yang sama selalu berulang karena kita melupakan kalau peristiwa itu sudah terjadi dulu, tapi tak diselesaikan dan dibiarkan.

Sikap pelupa membawa orang pada petaka. Kita tidak terbiasa mendokumentasikan pengalaman, mencatat dalam buku, dan mengajarkan pada anak cucu. Orang pelupa menjadi tak maju-maju, terperangkap pada persoalan yang sama, tapi tak mau belajar darinya.

Bangsa Israel lupa akan kisah penyelamatan Allah yang luar biasa saat keluar dari penjajahan di Mesir. Mereka menyembah dewa asing dan mengabaikan Allah. Mereka lupa jadi dirinya dan tak belajar dari sejarah, hingga mereka salah jalan dalam pilihan hidup.

semoga kita tidak menjadi orang yang pelupa! Tetap mengingat masa lalu sebagai bagian dari sejarah hidup untuk membantu kita melangkah di masa depan.

Bekerja

Bekerja

Bacaan: Yohanes 5:17

“Bapaku bekerja sampai sekarang, dan akupun bekerja juga” kata Yesus

“Kalau yang terlahir bayi perempuan akan kubunuh, sedangkan kalau laki-laki akan kubiarkan hidup” kata Nuh pada anaknya Shem dan istrinya. Seluruh keluarganya terkejut dan marah. “Mengapa engkau melaksanakan kehendak Allah dengan membunuh bayi tak berdosa?” kata istri Nuh. “Allah memberi hukuman pada kita, dan menginginkan tak ada lagi manusia jahat di dunia. Hanya binatang tak berdosa akan terus hidup!” jawab Nuh.

Sesudah air bah reda, Nuh bercakap dengan istri shem, “Aku tak tahu mengapa aku tak ingin membunuh bayimu!” “Itulah yang Tuhan berikan padamu! cinta dan pilihan. Engkau memilih kehidupan, bukan menghancurkan!” kata istri Shem. “Allah memberi kesempatan kedua pada kita!

Itulah bagian kisah film NOAH yang baru diputar di bioskop USA. Sayang film ini tak lulus sensor di Indonesia! (Percakapan mereka di atas saya modifikasi sendiri)

Nuh berfikir bahwa Allah mengirim banjir besar untuk memperbaiki ciptaan termasuk dengan menghancurkan cucunya sendiri. Tidak! Allah bekerja memperbaiki ciptaan dengan bantuan kehendak manusia yang penuh cinta. Bukan membunuh tapi mencintai kehidupan. Seorang teolog, Karl Rahner berkata bahwa kerja dan pilihan hidup manusia setiap hari membawa orang pada kepenuhan dan tujuan hidup akhir yaitu kebahagiaan bersama Allah.

Kerja yang kita lakukan setiap hari bukanlah hal rutin biasa yang hanya berfungsi ekononis dan sosial, tidak hanya untuk mencari uang dan mengisi waktu saja. Kerja menjadi aktualisasi diri kita untuk terlibat dalam memperbaiki ciptaan, meneruskan menjaga martabat hidup yang luhur, serta ikut berpartisipasi dalam karya Allah yang terus mencipta sampai sekarang lewat tangan manusia.

Semoga kerja kita hari ini menjadi tanda tanggung jawab kita untuk melestarikan lingkungan, memperbaiki ciptaan, dan meluhurkan martabat kehidupan.

Selamat bekerja!

Translate »