Browsed by
Month: May 2014

You are what You eat

You are what You eat

Bacaan I               : Kisah Para Rasul 7: 51-8: 1a

Injil                         : Yohanes 6: 30-35

 

 

Santo Agustinus pernah berujar demikian, “You are what you eat” (Kamu adalah apa yang kamu makan”. Mosok sih demikian? Ternyata kalau dirunut memang demikian adanya. Coba mari kita lihat. Tubuh kita ini ternyata berasal dari setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh kita yang kemudian diproses sedemikian rupa hingga akhirnya menjadikan tubuh kita bisa tumbuh dan berkembang. Aha…ternyata benar bahwa kita adalah apa yang kita makan. Maka bila apa yang kita makan adalah baik maka tubuh kitapun akan baik,sebaliknya, bila apa yang kita makan kurang baik maka tubuh kitapun akan menjadi kurang baik.

Dalam Injil-Nya hari ini, Tuhan menegasakan akan hal ini. Ia mengatakan bahwa Dia adalah Roti Hidup. Tuhan mengatakan demikian, “Akulah roti hidup ; barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi, an barang siapa percaya kepadaKu, ia tidak akan haus lagi”. Lewat sabdaNya ini Tuhan menawarkan diriNya kepada kita sekalian sebagai makanan. Hal ini terutama dapat kita peroleh dalam Ekaristi. Kita sungguh-sungguh menerima Tuhan sebagai makanan yang menghidupkan kita. Maka benar seperti yang dikatakan oleh Santo Agustinus, bahwa kita dalah apa yang kita makan. Maka, bila kita memakan tubuh Yesus sudah selayaknya kitapun juga menjadi seperti Yesus. Bila kita makan tubuh Yesus maka sifat dan sikap keilahiannya hendaknya juga terpancar pada hidup kita. Oleh karena itu marilah senantiasa kita mohon kepada Tuhan agar kita diberi kekuatan untuk mau selalu menerima Ekaristi sesering mungkin agar hidup kita ini sungguh diubah menjadi seperti hidup Tuhan Yesus. Amin.

Hati Yang Maha Luas

Hati Yang Maha Luas

Bacaan I               : Kisah Para Rasul 6: 8-15

Injil                         : Yohanes 6: 22-29

 

Salah satu kecenderungan kita umat manusia adalah keinginan kita untuk memuaskan rasa ingin tahu kita yang tanpa batas. Karena didorong oleh rasa haus dan lapar akan pengetahuan maka kita terus berusaha mencari dan memenuhi hidup kita dengan pengetahuan dan bahkan materi tanpa batas. Maka alangkah menderitanya kita jika hal ini terjadi pada kita. Memang hati kita ini diciptakan sedemikian luasnya oleh Allah, sehingga apapun yang kita masukkan dalam hati kita tidak pernah akan memuaskan diri kita. Oleh karena itu hati kita yang maha luas hanya dapat dipuaskan oleh Tuhan sendiri. bila hati kita dipenuhi oleh Tuhan, pada saat itulah hati kita akan terpuaskan.

Hari ini dalam Injil kita mendengar bagaimana Tuhan Yesus menegur banyak orang yang berbondong-bondong datang kepadaNya. Ia tidak menyalahkan mereka, namun yang Ia tidak sukai adalah motivasi mereka datang menemui Yesus. Mereka bukan datang untuk menemui Yesus namun pertama-tama hanya ingin tahu Yesus itu seperti apa, ingin melihat mujizat yang diperbuat oleh Yesus, ingin merasakan makan roti hasil mujizat sim salabim dan lain sebagainya. Sekali lagi Yesus tidak menyalahkan mereka namun Yesus ingin membetulkan motivasi mereka. Oleh karena itu Yesus memberi mereka pesan bahwa bila mereka ingin dapat diterima oleh Allah maka mereka harus melakukan pekerjaan-pekerjaan yang diminta oleh Allah. dan pekerjaan itu adalah supaya mereka “percaya kepada Dia yang telah diutus Allah”.

Percaya kepada Allah berarti kita memberikan hati kita kepada Allah untuk hanya diisi oleh Allah semata-mata. Karena hanya dengan cara inilah maka hidup kita akan terpuaskan, kita tidak akan lagi lapar dan haus akan pengetahuan, materi maupun hal-hal lain yang terkadang membelenggu hidup kita. Mintalah rahmat kepada Tuhan agar hidup dan karya kita sungguh dipenuhi oleh Allah. Amin.

Translate »