Kebangkitan dan Hidup
Selasa, 29 Juli, 2014: Peringatan Santa Marta
Yohanes 11: 19-27
Santo Fransiskus Asisi adalah seorang kudus yang penuh kedamaian. Ia tidak pernah punya musuh atau sesuatu yang ia takuti. Bahkan kematianpun tidak. Ia menyebut maut sebagai saudari maut. Hal ini sungguh memberi gambaran betapa ia tidak takut akan kematian. Ia yakin bahwa kematian dan hidup saling berhubungan, saling menyokong satu sama lain. Ada hidup maka harus ada mati. Dan ternyata pula apa yang dipikirkan oleh Santo Fransiskus Asisi ini juga sungguh diimani oleh Santa Marta. Ia menyatakan bahwa Yesus adalah jalan kebangkitan dan hidup. Kebangkitan mengandaikan adanya kematian. Tanpa kematian maka tak ada kebangkitan.
Yesus dalam Injil hari ini ditampilkan oleh Yohanes sebagai jalan kebangkitan dan hidup. Santa Marta adalah saksi yang memberikan keterangan akan hal tersebut. Marta menjadi saksi hidup akan apa yang dikatakan oleh Yesus ini. Dan memang benar bahwa Yesus adalah jalan kebangkitan dan kehidupan. Setiap orang hanya mungkin memperoleh kebangkitan dan kehidupan jika bersatu dengan Yesus. Tanpa persatuan dengan Yesus maka mustahil bagi kita untuk memperoleh kebangkitan dan kehidupan. Santa Marta, doakanlah kami untuk selalu berani menyerahkan diri kami kepada kerahiman Tuhan, sang Jalan Kebangkitan dan Kehidupan. Amin.