Browsed by
Month: October 2014

Pergumulan

Pergumulan

Lukas (11:15-26)

Sekali peristiwa, setelah Yesus mengusir setan, ada beberapa orang yang berkata, “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, kepala setan.” Ada pula yang mencobai Dia dan meminta tanda dari surga. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata, “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah, pasti binasa. Dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jika Iblis juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimana mungkin kerajaannya dapat bertahan? Sebab kalian berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusir setan? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan bersenjata lengkap menjaga rumahnya, amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat daripadanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. Barangsiapa tidak bersama Aku, ia melawan Daku, dan barangsiapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan. Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia mengembara di tempat-tempat yang tandus mencari perhentian; dan karena tidak mendapatnya, ia berkata, ‘Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu.’ Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapih teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat daripadanya, dan mereka masuk dan tinggal di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk daripada keadaannya semula.”

 

Hidup adalah sebuah perjuangan. Setiap hari selalu ada pergumulan. Pertanyaannya, mengapa kita hidup di dunia ini? Sebagai orang Kristen Katolik, salah satu jawaban terhadap pertanyaan tersebut adalah menjadi Kristus yang lain bagi dunia ini. menjadi perpanjangan tangan Tuhan di dunia ini bagi setiap orang yang kita jumpai. Menjadi Kristus yang lain berarti berani memberikan diri bagi orang lain. Menjadi pribadi yang selalu membawa damai sukacita, keadilan dan selalu membawa persatuan bagi satu dengan yang lain.

Setan tidak suka dengan kita yang terus menjadi perpanjangan tangan Tuhan bagi setiap orang yang membutuhkan. Setan suka memecah bela dan menguasai setiap kita yang berkehendak baik. Setan suka gossip, bohong dan omong kosong. Dia membenci rasa hormat. dia suka menyebar ketakutan dan penolakan. Dia suka mengacaukan persahabatan, teman yang tidak jujur, teman yang selalu mementingkan diri danmelayani diri sendiri. dia suka dengan orang yang tidak percaya Tuhan, tidak punya komitment dan tidak mau melayani. dia menyukai orang yang selalu bergantung pada dirinya sendiri. Dia mengundang kita setiap saat untuk memutuskan tali yang menyatukan kita dengan Tuhan.

Dalam situasi dimana kita kadang terjatuh dalam godaan setan, Tuhan tetap optimis berjanji kepada kita sebagaimana Dia menjanjikan Abraham: melalui kamu semua bangsa diberkati. Tuhan masih mempercayakan kita untuk menjadi sarana pembawa keselamatan kepada semua bangsa. Pertanyaan yang mungkin sering terjadi adalah apakah hal itu akan terjadi melalui kita? apakah kita sanggup? Hal inilah yang membuat kita melihat hidup adalah sebuah perjuangan.

Hari ini kita diajak untuk menghadapi setiap pergumulan di dunia ini dengan hati yang penuh cinta, hati yang lemah lembut dan hati yang kuat seperti baja.

Kekuatan Doa

Kekuatan Doa

Lukas 11:5-13

Pada waktu itu, sesudah mengajar para murid berdoa, Yesus bersabda kepada mereka, “Jika di antara kalian ada yang tengah malam pergi ke rumah seorang sahabat dan berkata kepadanya, ‘Saudara, pinjamilah aku tiga buah roti, sebab seorang sahabatku dalam perjalanan singgah di rumahku, dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya’, masakah ia yang di dalam rumah itu akan menjawab, ‘Jangan mengganggu aku; pintu sudah tertutup, dan aku serta anak-anakku sudah tidur. Aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepadamu’. Aku berkata kepadamu: Sekalipun dia tidak mau bangun dan tidak mau memberikan sesuatu meskipun ia itu sahabatnya, namun karena sikap sahabatnya yang tidak malu-malu itu, pasti ia akan bangun dan memberikan apa yang dia perlukan. Oleh karena itu Aku berkata kepadamu, mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, akan menerima; setiap orang yang mencari, akan mendapat, dan setiap orang yang mengetuk, akan dibukakan pintu. Bapa manakah di antara kalian, yang memberi anaknya sebuah batu, kalau anak itu minta roti? Atau seekor ular, kalau anaknya minta ikan? Atau kalajengking, kalau yang diminta telur? Jika kalian yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anakmu, betapa pula Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada siapa pun yang meminta kepada-Nya.”

Bacaan injil hari ini mengingatkan kita akan kekuatan doa dan bagaimana kita bertekun dalam doa. Setiap orang mempunyai pengalaman dimana dalam situasi sulit meminta bantuan Tuhan akan tetapi sering terjadi orang merasa bahwa Tuhan tidak mengabulkan doa mereka. Pertanyaannya, apakah Tuhan tidak mengabulkan doa-doa kita? atau karena kita memaksa Tuhan untuk mengikuti apa yang kita maui sehingga permintaan kita tidak dipenuhi lalu kita menyalahkan Tuhan; atau malah mengancam Tuhan, kalau Tuhan tidak mengabulkan doa saya, saya tidak akan ke gereja lagi dan sebagainya. Satu nasehat yang selalu kita dengar adalah kalau doa kita belum dikabulkan, barangkali Tuhan mempunyai rencana lebih indah buat kita atau belum saatnya. Jalan Tuhan bukan jalan kita. Waktu Tuhan berbeda dengan waktu kita.

Sebagimana Tuhan mengajarkan muridNya untuk berdoa, Dia juga mengingatkan kita untuk senatiasa berdoa. Dalam doa kita membuka diri kita kepada Tuhan. Dalam doa kita menegaskan keyakinan kita kepadaNya. Dalam doa kita menyerahkan ketulusan dan kejujuran hati kita kepadaNya. Ketika kita menghadapi masalah yang bagi kita berat dan tidak sanggup kita pikul, kita harus ingat bahwa sebagai anak Tuhan, Tuhan tidak membiarkan kita terus dalam situasi tersebut. Barangkali ini adalah salah satu cara Tuhan membiarkan kita belajar dari pengalaman kita. Mungkin ini juga cara Tuhan untuk memdorong kita untuk bertumbuh secara rohani dan emosional. dapat kita terutama ketika.

Tuhan, seperti otrang tua yang baik, memberi kepada kita apa yang kita butuhkan, spiritual dan emosional, untuk menghadapi dan menemukan jalan keluar terhadap situasi atau masalah yang kita hadapi. Semuanya itu tergantung pada kita untuk menyadari betapa besar kasih Tuhan bagi kita. Dengan pengalaman yang kita miliki, kita mungkin disiapkan untuk membantu orang lain yang berada dalam situasi yang sama, yang membutuhkan bantuan kita; kita siap untuk membawa mereka semakin dekat dengan Tuhan.

 

Membangun relasi

Membangun relasi

 

Lukas 11:1-4

Pada waktu itu Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya, “Tuhan, ajarlah kami berdoa sebagaimana Yohanes telah mengajar murid-muridnya.” Maka Yesus berkata kepada mereka, “Bila kalian berdoa, katakanlah: ‘Bapa, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu. Berilah kami setiap hari makanan yang yang secukupnya, dan ampunilah dosa kami sebab kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”

 

Dalam sebuah rekoleksi bersama anak-anak sekolah, saya bertanya kepada mereka, “Bagaimana anda membangun relasi yang baik dengan teman-teman akrab anda?” Beberapa jawaban yang menarik dari mereka antara lain: mempunyai waktu yang cukup bersama teman-teman, mendengarkan, saling berbagi cerita, saling memaafkan kalau ada yang salah, dls. Saya bertanya lagi; “apa yang terjadi apabila hal-hal tersebut diatas selalu dilakukan bersama teman-teman anda?” Mereka berkata: semakin memahami satu dengan yang lain dan terutama pemikiran kami mulai sama. Ini adalah kunci dari sebuah persahabatan sejati.

Jesus mau agar kita menjadi sahabat sejati bersama Dia. Apa yang kita butuhkan dalam membangun relasi yang intim dengan Yesus? Kita butuh waktu yang cukup untuk berada bersama Yesus, berbagi cerita dengan Dia, memahai sabdaNya lewat Kitab Suci dan memohon pengampunan dari Dia. Apa yang terjadi jika kita selalu berada bersamaNya? Yang jelas kita akan semakin memahami kehendakNya, pikiran dan hati kita mulai sama dengan pikitan dan hatiNya. Semakin kita mempunyai waktu bersama Dia, semakin kita mulai memahami suaraNya dalam hati kita. Sebaliknya, jika kita tidak mempunyai waktu dalam membagun relasi dengan Yesus, persahabatan kita semakin layu dan menjadi tidak mungkin mendengar suaraNya dalam hati kita,

 

Dalam bacaan injil hari ini, Yesus mengajarkan para muridNya bagaimana berdoa. Yesus memanggil Allah dengan sapaan bapa. sebuah sapaan yang sangat intim antara Yesus dan Allah. Yesus mengajak para muridNya dan kita membangun sebuah relasi yang intim dengan BapaNya, yang selalu mencintai kita secara personal dalam doa. Tentu relasi kita dengan sesama tidak seperti relasi kita dengan Tuhan karena teman, kita bisa dialog secara fisik sedangan Tuhan tidak secara fisik. Akan tetapi Tuhan real dan lebih dari dari temak kita akrab sekali pun. Tuhan yang sama, yang menciptakan alam semesta dan isinya. Dia mengharapkan agar kita mau membangun relasi yang intim denganNya. Tuhan yang sama yang mati di kayu salib duaribu tahun yang lalu demi menebus dosa-dosa kita.

Bagaimana tanggapan kita terhadap undanganNya? Yesus mengajak kita untuk selalu berada bersama Dia setiap saat. Bagaimana tanggapan kita?

 

 

 

 

 

Peringatan Wajib SP. Maria, Ratu Rosario

Peringatan Wajib SP. Maria, Ratu Rosario

Dalam perjalanan ke Yerusalem Yesus dan murid-murid-Nya tiba di sebuah kampung. Seorang wanita bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Wanita itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria itu duduk di dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan sabda-Nya. Tetapi Marta sangat sibuk melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata, “Tuhan, tidakkah Tuhan peduli, bahwa saudariku membiarkan daku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Yesus menjawabnya, “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, padahal hanya satu saja yang perlu. Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”(Lukas 10:38-42)

 

 

Sangat menarik dalam bacaan Injil hari ini, Yesus menegur Marta bukan karena pelayannya kepada Dia, akan tetapi sikap hati Marta yang selalu bersungut-sungut. Yesus berkata,“Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, padahal hanya satu saja yang perlu. Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.” Marta terlalu tenggelam dalam kesibukannya sehingga dia lupa akan hal yang penting sebagai pengikut atau murid Kristus, mempunyai waktu yang intim bersama Kristus dan berkomunikasi dari hati ke hati denganNya.

Merenungkan sikap Marta dan Maria hari ini, kita diajak untuk melihat realitas hidup kita masing-masing. Tak dapat dipungkiri bahwa setiap kita hampir pasti sibukk dengan berbagai tugas dan tanggungjawab yang telah dipercayakan kepada kita msing-masing. Dalam kesibukan kita tersebut apakah kita masih mempunyai waktu untuk bersimpuh di kaki Yesus untuk berkomunikasi dan dialog denganNya. Atau sebliknya, kita selalu bersungut-sungut mempersalahkan Tuhan atau orang lain kalau apa yang kita dibutuhkan tidak dapat tercapai? Apakah kita bersyukur kepada Tuhan akan apa yang kita peroleh? atau sebaliknya selalu meminta dan meminta kepada Tuhan dan kecewa kalau yang diminta tak pernah diperoleh?

Hari ini Yesus menegur tidak hanya Marta tetapi juga kita semua yang terlalu sibuk dengan urusan kita dan selalu mempersalahkan orang lain kalau sesuatu yang kita inginkan tidak terpenuhi. Yesus juga mengingatkan kita yang selalu terjebak dengan berbagai urusan dunia sampai lupa akan urusan terpenting sebagai pengikutNya. Seabagaimana Yesus menegur Marta, kitapun diingatkan kembali untuk tidak terlalu kuatir dan menyusakan diri dengan berbagai perkara dalam hidup ini. Yesus mengajak kita untuk belajar dari Maria, mempunyai waktu untuk bersimpuh dibawah kakiNya, mendengarkan sabdaNya dan menimbah kekuatan dariNya agar apapun yang kita lakukan senantiasa membawa efek positip bagi setiap orang yang ada disekitar kita.

Hari ini kita merayakan Bunda Maria Ratu Rosario, kita mohan Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita agar kita mampu belajar dari dia bagaimana memilih bagian yang terpenting dalam mengikuti Yesus. Kendati dalam hidup kita selalu dipenuhi dengan berbagai tanggungjawab dan kesibukan, kita masih sadar bahwa kita adalah pengikut Kristus dan selalu mempunyai waktu untuk berkomunikasi dengan Tuhan.

 

Translate »