Membangun relasi

Membangun relasi

 

Lukas 11:1-4

Pada waktu itu Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya, “Tuhan, ajarlah kami berdoa sebagaimana Yohanes telah mengajar murid-muridnya.” Maka Yesus berkata kepada mereka, “Bila kalian berdoa, katakanlah: ‘Bapa, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu. Berilah kami setiap hari makanan yang yang secukupnya, dan ampunilah dosa kami sebab kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”

 

Dalam sebuah rekoleksi bersama anak-anak sekolah, saya bertanya kepada mereka, “Bagaimana anda membangun relasi yang baik dengan teman-teman akrab anda?” Beberapa jawaban yang menarik dari mereka antara lain: mempunyai waktu yang cukup bersama teman-teman, mendengarkan, saling berbagi cerita, saling memaafkan kalau ada yang salah, dls. Saya bertanya lagi; “apa yang terjadi apabila hal-hal tersebut diatas selalu dilakukan bersama teman-teman anda?” Mereka berkata: semakin memahami satu dengan yang lain dan terutama pemikiran kami mulai sama. Ini adalah kunci dari sebuah persahabatan sejati.

Jesus mau agar kita menjadi sahabat sejati bersama Dia. Apa yang kita butuhkan dalam membangun relasi yang intim dengan Yesus? Kita butuh waktu yang cukup untuk berada bersama Yesus, berbagi cerita dengan Dia, memahai sabdaNya lewat Kitab Suci dan memohon pengampunan dari Dia. Apa yang terjadi jika kita selalu berada bersamaNya? Yang jelas kita akan semakin memahami kehendakNya, pikiran dan hati kita mulai sama dengan pikitan dan hatiNya. Semakin kita mempunyai waktu bersama Dia, semakin kita mulai memahami suaraNya dalam hati kita. Sebaliknya, jika kita tidak mempunyai waktu dalam membagun relasi dengan Yesus, persahabatan kita semakin layu dan menjadi tidak mungkin mendengar suaraNya dalam hati kita,

 

Dalam bacaan injil hari ini, Yesus mengajarkan para muridNya bagaimana berdoa. Yesus memanggil Allah dengan sapaan bapa. sebuah sapaan yang sangat intim antara Yesus dan Allah. Yesus mengajak para muridNya dan kita membangun sebuah relasi yang intim dengan BapaNya, yang selalu mencintai kita secara personal dalam doa. Tentu relasi kita dengan sesama tidak seperti relasi kita dengan Tuhan karena teman, kita bisa dialog secara fisik sedangan Tuhan tidak secara fisik. Akan tetapi Tuhan real dan lebih dari dari temak kita akrab sekali pun. Tuhan yang sama, yang menciptakan alam semesta dan isinya. Dia mengharapkan agar kita mau membangun relasi yang intim denganNya. Tuhan yang sama yang mati di kayu salib duaribu tahun yang lalu demi menebus dosa-dosa kita.

Bagaimana tanggapan kita terhadap undanganNya? Yesus mengajak kita untuk selalu berada bersama Dia setiap saat. Bagaimana tanggapan kita?

 

 

 

 

 

Comments are closed.
Translate »