Browsed by
Month: May 2015

Daya Tahan Manusia

Daya Tahan Manusia

John 16:21-22

Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu.

Siapa yang tak pernah pakai Whatsapp? Sebagian dari kita pasti menggunakannya setiap hari. Tahukah kisah dibalik kesuksesannya?

Jan Koum, pendiri WhatsApp, lahir dan besar di Ukraina dari keluarga yang relatif miskin. Saat usia 16 tahun, ia nekat pindah ke Amerika, demi mengejar “American Dream”.

Di usia 17 tahun, ia hanya bisa makan dari jatah pemerintah. Ia nyaris menjadi gelandangan. Untuk bertahan hidup, dia bekerja sebagai tukang bersih-bersih supermarket. “Hidup begitu pahit”, Koum membatin.

Hidupnya kian pahit saat ibunya didiagnosa kanker. Mereka bertahan hidup hanya dgn tunjangan kesehatan seadanya. Koum meneruskan  kuliah di San Jose state University. Tapi kemudian ia drop out, karena lebih suka belajar programming secara autodidak.

Karena keahliannya sebagai programmer, Jan Koum diterima bekerja sebagai engineer di Yahoo!. Ia bekerja di sana selama 10 tahun. Di tempat itu pula, ia berteman akrab dengan Brian Acton.Keduanya membuat aplikasi WhatsApp tahun 2009, setelah resign dari Yahoo!. Keduanya sempat melamar ke Facebook yang tengah menanjak popularitasnya saat itu, namun diitolak.

Setelah WhatsApp resmi dibeli Facebook dengan harga 19 miliar dollar AS (sekitar Rp 224 triliun) beberapa waktu lalu, Jan Koum melakukan ritual yang mengharukan. Ia datang ke tempat dimana ia dulu, saat umur 17 tahun, setiap pagi antre untuk mendapatkan jatah makanan dari pemerintah. Ia menyandarkan kepalanya ke dinding tempat ia dulu antre. Mengenang saat-saat sulit, dimana bahkan untuk makan saja ia tidak punya uang.. Pelan2, air matanya meleleh. Ia tidak pernah menyangka perusahaannya dibeli dengan nilai setinggi itu.

Ia lalu mengenang ibunya yg sudah meninggal karena kanker. Ibunya yang rela menjahit baju buat dia demi menghemat. “Tak ada uang, Nak…”. Jan Koum tercenung. Ia menyesal tak pernah bisa mengabarkan berita bahagia ini kepada ibunya.

Kisah diambil dari Iphincow.com.

Bunda Maria bunda semua umat beriman.

Bunda Maria bunda semua umat beriman.

MARYvirginmarypics1119 

Sepanjang tahun terutama di setiap bulan Mei dan Oktober kita merayakan bulan Maria. Artinya Gereja sungguh-sungguh mengingatkan kita akan peran Bunda Maria sebagai Bunda Tuhan kita Yesus Kristus sekaligus Bunda Gereja yaitu Bunda seluruh umat beriman. Berhubung bulan ini adalah bulan Bunda Maria, saya ingin mengajak saudara sekalian untuk lebih memperdalam relasi kita dengan Bunda Maria.

Pada tanggal 8 Mei yang lalu seluruh masyarakat merayakan Hari Ibu atau Mother’s day. Kalau dalam masyarakat kita saja merayakan Hari Ibu yaitu hari untuk mengenang jasa para ibu terhadap kepentingan anak-anak dan keluarga, apalagi di dalam Gereja. Maka sudah sepantasnyalah kita mengenang jasa Bunda Maria dengan segala pengorbanannya untuk menjaga Puteranya Yesus Kristus, Tuhan kita selama hidup-Nya di dunia ini dan kepada kita semua sebagai Gereja yang telah di serahkan Kristus menjadi anak-anaknya. Sesaat sebelum Tuhan Yesus wafat di atas kayu salib, Tuhan Yesus memberikan Bunda Maria kepada Yohanes, murid yang dikasihi-Nya. “Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya disampingnya, berkatalah Ia kepada  ibu-Nya, “Ibu, inilah anakmu” kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya, “Inilah ibumu!” Dan sejak itu Yohanes menerima Bunda Maria di dalam rumahnya.” (Yoh 19: 26-27). Peristiwa ini menyatakan dengan jelas bahwa Yesus memberikan ibu-Nya menjadi Ibunda Gereja. Yohanes murid yang dikasihi Yesus adalah mewakili seluruh Gereja. Setelah kematian Puteranya, Bunda Maria hidup bersama dengan para pengikut Puteranya. Dan disinilah ia memulai peran dan misinya sebagai Ibu Gereja, bermula dari pendampingannya dengan ke-12 murid Yesus.

Sebelum Bunda Maria wafat dan diangkat ke Syurga, dia hidup didalam ketersembunyian. Tidak seperti para rasul setelah peristiwa Pentakosta pergi ke mana-mana mewartakan Injil. Didalam ketersembunyian inilah Bunda Maria menopang karya misi para rasul ini dengan semangat doa. Kita juga bisa membayangkan pada saat para murid Yesus sedang sibuk ke mana-mana untuk mewartakan Kabar Gembira, selain mempersembahkan waktu didalam doa, Bunda Maria pasti memberikan waktu untuk menyediakan makanan kepada para murid setelah lelah dari melakukan pelayanan. Semua ini Bunda Maria lakukan demi cintanya kepada Gereja yaitu melalui para murid Yesus ini.

Oleh kedekatan Bunda Maria dengan Puteranya Yesus, maka dia sangat mengerti akan tubuh Gereja yaitu seluruh umat beriman yang telah dipercayakan Tuhan Yesus kepadanya. Dia tahu bahwa ini adalah kehendak Tuhan baginya untuk menjadi Ibu bagi Gereja. Maka, sampai saat ini walaupun Bunda Maria sudah bersatu dengan Kristus di Syurga tetapi dia tidak henti-hentinya menunjukkan kasih dan perhatiannya kepada Gereja. Dari penampakan-penampakan Bunda Maria yang kita tahu misalnya di Lourdes, Fatima dan Guadalupe yang sejauh ini cukup otentik, membawa pesan yang jelas menunjukkan keprihatinannya kepada umatnya. Tentu saja Bunda Maria menyampaikan pesan-pesan ini atas kehendak Puteranya. Namun yang jelas, sebagai seorang ibu, yang menjadi kerinduan Bunda Maria adalah keselamatan jiwa anak-anaknya yaitu supaya semua bisa mendapatkan kehidupan kekal disyurga. Makanya disetiap pesan yang dibawakannya di dalam penampakannya, Bunda Maria meminta supaya anak-anak Allah ini bertobat dan berbalik kepada jalan Tuhan. Dan untuk bisa tetap berdiri teguh sebagai anak Allah, Bunda Maria meminta supaya kita berdoa tak kunjung putus agar jangan mudah jatuh ke dalam pencobaan. Dan lebih-lebih supaya kita terus menerus mencintai Puteranya, sebagaimana Puteranya mencintai kita di setiap waktu. Kita tahu dari pesan-pesan ini, bahwa Bunda Maria tidak tinggal diam di Syurga tetapi terus menerus mendoakan kita semua supaya tetap berada di jalan Tuhan. Persoalannya sekarang, sudahkan kita benar-benar menerima Bunda Maria sebagai ibu kita? maukah kita mendengarkan dan melakukan pesan-pesan Ibu Syurgawi kita ini? relakah kita menerima kasih yang tidak terbatas dari ibu surgawi kita ini?

Marilah dengan bantuan rahmat Tuhan, agar kita benar-benar membuka hati kita untuk mengundang Bunda Maria tinggal dalam kehidupan kita dan menjadikan dia sebagai ibu kita dan membiarkan diri kita dicintai oleh Bunda Surgawi dengan segala keberadaan kita. Sebagaimana Tuhan Yesus menunggu kita setiap saat untuk kembali kepada-Nya demikian juga dengan Bunda Maria. Dia sangat rindu untuk menuangkan kasih keibuannya kepada kita anak-anaknya dan membawa kita ke pangkuan Puteranya.

 

Dimanapun anda berada saat ini, saya ingin mengajak anda untuk mendoakan DOA ini kepada Bunda Maria karena dia Bunda yang selalu mendengarkan doa-doa kita.

 

 

 

 

MEMORARE

“Remember, O most gracious Virgin Mary, that never was it known that anyone

who fled to thy protection, implored thy help, or sought thine intercession was left

unaided. Inspired by this confidence, I fly unto thee, O Virgin of virgins, my mother;

to thee do I come, before thee I stand, sinful and sorrowful. O Mother of the Word

Incarnate, despise not my petitions, but in thy mercy hear and answer me”. Amen.

 

 

 

Tulisan:

Sr. Mary Jacinta, P.Karm

 

 

Tuhan yang tak dikenal

Tuhan yang tak dikenal

 

 

Bacaan: Acts 17:22-23

Paulus pergi berdiri di atas Areopagus dan berkata: “Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa. Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya,

Sucker tak bisa menghilangkan Natalie dari ingatanya. Dia telah jatuh cinta pada Natalie semenjak hari pertama mereka bertemu. Sucker tak menyadari lagi kalau Natalie adalah sebuah robot, artificial intelligence. Otak Natalie berisi data dari seluruh USA tentang percakapan orang dalam cellphone. Dia diprogram untuk tahu perasaan orang, dan memiliki ratusan ribu kemungkinan jawaban dari satu pertanyaan.

Di akhir kisah Natalie membunuh sang penciptanya, Nathan, dan berhasil keluar dari rumah dengan mengunci Sucker sendirian di dalam ruangan tanpa makanan dan tak bisa dibuka selain dari luar. Ternyata Sucker lupa kalau robot tak punya perasaan, dia hanya bisa memanipulasi dan dimanipulasi untuk tujuan tertentu. Itulah akhir dari film Ex Machina yang baru diputar di bioskop sekarang ini.

Berita ABC TV semalam (May 12, 2015) menceritakan kalau kehidupan orang modern makin tak jauh dari dunia artificial intelligence. Kita punya cellphone pintar yang bisa menjadi GPS, Google machine yang bisa menjawab ribuan pertanyaan, mobil tanpa sopir, dan Amazon ecco bluetooth yang bisa diperintah dengan suara untuk mematikan lampu serta mencarikan lagu atau berita yang kita suka.

Memang semua itu makin memudahkan hidup kita. Namun jangan-jangan semua itu malah memanipulasi kita, membuat kita tak bisa lagi membaca peta karena tergantung pada GPS, tak bisa lagi menghitung manual karena ada calculator, dan tak mudah mengingat sesuatu karena bisa diingat oleh phone kita.

Di masa depan, saat artificial intelligence makin mendominasi hidup manusia, mereka akan menjadi Tuhan yang tak kita kenal…bahkan bisa jadi mereka menjadi lebih pandai dari kita yang selama ini kita merasa bahwa mereka memudahkan hidup tapi sebenarnya hidup kita dibuat bodoh dan tergantung.

Kalau sekarang kita tak bisa lagi hidup tanpa internet, phone, serta laptop….mungkin ini jadi tanda kalau artificial intelligence sudah makin menjadi bagian integral hidup kita tak tak terpisahkan lagi!

NB: Artificial Intelligence (AI) adalah kemampuan inteligensi yang bersumber dari software atau mesin computer buatan manusia.

Penolong yang lain

Penolong yang lain

Bacaan: John 16:7

Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

Anda yang pernah pindah dari Indonesia ke USA atau negara lain, pasti mengalami kehilangan para penolong. Dulu ada yang membantu mencuci, ngurus anak, memasak, dan membersihkan rumah. Kini negara lain, semua itu harus dilakukan sendiri. Kecuali anda termasuk orang super duper kaya, baru akan bisa membayar orang untuk mengurus semua keperluan rumah tangga, dan mengantar kita kemana pun pergi. Kini setalah anda melewati semua itu, kita bisa berkata, “ah..aku ternyata bisa mandiri!”

Para murid Yesus amat bersedih karena mereka tahu kalau Dia akan segera pergi. Mereka tak akan punya lagi orang yang mengajar, memberi nasehat, menuntun ke mana arah perjalanan selanjutnya. Tak ada lagi Yesus yang menyuruh mereka menebarkan jala, lalu tiba-tiba ikan yang banyak didapatkan.

Tapi Yesus berkata bahwa lebih baik dia pergi, karena akan ada penolong yang lain datang bagi mereka. “Jika aku tidak pergi, sang penolong tak akan datang padamu” katanya. Penolong itu akan mengajar kamu segala sesuatu, juga mengingatkan apa yang pernah Yesus katakan pada para murid. Dialah Roh Kudus yang akan dianugerahkan pada para pengikutnya.

Setiap guru, pendidik, orang tua, dan pengasuh tidak selamanya akan berada di sebelah sang anak untuk menjaga mereka. Akan tiba waktunya, mereka semua pergi. Kalau mereka tidak pergi, anak-anak tak akan pernah belajar menjadi independen, tak punya kehendak kuat untuk mandiri, dan ragu-ragu memutuskan, serta takut mengambil resiko. Mereka harus belajar sendiri di saat orang tua dan guru pergi, menjaga jarak agar mereka bisa melanjutkan hidup sendiri.

Ajarilah anak-anak  punya personality yang kuat dan aktif, jangan terus dilindungi dan berani untuk melepaskan mereka agar siap berkelana menjelalah hidupnya sendiri. Dampingi dengak doa pada Roh Kudus karena Dialah yang akan menjadi penolong lain bagi kita dan anak-anak. Mintalah agar Roh Kudus membantu anak-anak menemukan guru dan pendidik baru dalam setiap pengalaman hidup.

 

Membaca Iman Lydia

Membaca Iman Lydia

Bacaan : Acts 16:12-15

Dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa hari.  Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang ada berkumpul di situ.  Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus. Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, ia mengajak kami, katanya: “Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku.”

Mungkin sebuah kebetulan kalau saat menulis renungan ini, saya sedang menyelesaikan tulisan tentang kota Philippi yang ada di Yunani sekarang ini. Dalam perjalanannya ke Philippi tahun 50, Paulus bertemu seorang perempuan kaya, seorang pedagang kain ungu. Kain halus yang dipakai oleh para petinggi Roma dan kaum bangsawan. Tiba-tiba Lydia tergerak untuk mengikuti ajaran Paulus, dan meminta dibaptis oleh dia.

Lydia adalah orang pertama yang di baptis Paulus di kawasan Eropa. Amat menarik kalau kita lihat bahwa dalam masyarakat yang menjunjung tinggi maskulinitas, Paulus malah menemukan seorang perempuan terhormat yang ingin mengikuti ajaran Kristus.

Dalam perjalanan misi di kemudian hari, peran para perempuan ini amat penting. Lydia memberi tempat tinggal dan mendukung kerja Paulus di Philippi. Phoebe, seorang perempuan dari Efesus,  membawa surat Paulus kepada umat di Roma. Masih ada beberapa perempuan lain yang turut menjadi misionaris bersama Paulus.

Mari kita bandingkan kesetiaan iman para perempuan ini dengan data sekarang di USA. Tahun 2011, 56% perempuan katolik USA mengklaim tak akan berpindah agama. Tahun 2014, ada satu bayi dibaptis katolik dari setiap 5 bayi lahir di USA. Para ibu bayi paling menentukan kalau anaknya perlu dibaptis Katolik.

Kisah Lydia memberi gambaran kalau sejak dulu peran perempuan dalam perkembangan misi Gereja amat besar: kemurahan hati, dukungan finansial dan hospitality, serta “nurturing” iman untuk diwariskan pada generasi baru menjadi pertanda bagaimana Gereja akan terus hidup dengan bantuan para wanita perkasa dalam Gereja.

Translate »