Sepanjang tahun terutama di setiap bulan Mei dan Oktober kita merayakan bulan Maria. Artinya Gereja sungguh-sungguh mengingatkan kita akan peran Bunda Maria sebagai Bunda Tuhan kita Yesus Kristus sekaligus Bunda Gereja yaitu Bunda seluruh umat beriman. Berhubung bulan ini adalah bulan Bunda Maria, saya ingin mengajak saudara sekalian untuk lebih memperdalam relasi kita dengan Bunda Maria.
Pada tanggal 8 Mei yang lalu seluruh masyarakat merayakan Hari Ibu atau Mother’s day. Kalau dalam masyarakat kita saja merayakan Hari Ibu yaitu hari untuk mengenang jasa para ibu terhadap kepentingan anak-anak dan keluarga, apalagi di dalam Gereja. Maka sudah sepantasnyalah kita mengenang jasa Bunda Maria dengan segala pengorbanannya untuk menjaga Puteranya Yesus Kristus, Tuhan kita selama hidup-Nya di dunia ini dan kepada kita semua sebagai Gereja yang telah di serahkan Kristus menjadi anak-anaknya. Sesaat sebelum Tuhan Yesus wafat di atas kayu salib, Tuhan Yesus memberikan Bunda Maria kepada Yohanes, murid yang dikasihi-Nya. “Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya disampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya, “Ibu, inilah anakmu” kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya, “Inilah ibumu!” Dan sejak itu Yohanes menerima Bunda Maria di dalam rumahnya.” (Yoh 19: 26-27). Peristiwa ini menyatakan dengan jelas bahwa Yesus memberikan ibu-Nya menjadi Ibunda Gereja. Yohanes murid yang dikasihi Yesus adalah mewakili seluruh Gereja. Setelah kematian Puteranya, Bunda Maria hidup bersama dengan para pengikut Puteranya. Dan disinilah ia memulai peran dan misinya sebagai Ibu Gereja, bermula dari pendampingannya dengan ke-12 murid Yesus.
Sebelum Bunda Maria wafat dan diangkat ke Syurga, dia hidup didalam ketersembunyian. Tidak seperti para rasul setelah peristiwa Pentakosta pergi ke mana-mana mewartakan Injil. Didalam ketersembunyian inilah Bunda Maria menopang karya misi para rasul ini dengan semangat doa. Kita juga bisa membayangkan pada saat para murid Yesus sedang sibuk ke mana-mana untuk mewartakan Kabar Gembira, selain mempersembahkan waktu didalam doa, Bunda Maria pasti memberikan waktu untuk menyediakan makanan kepada para murid setelah lelah dari melakukan pelayanan. Semua ini Bunda Maria lakukan demi cintanya kepada Gereja yaitu melalui para murid Yesus ini.
Oleh kedekatan Bunda Maria dengan Puteranya Yesus, maka dia sangat mengerti akan tubuh Gereja yaitu seluruh umat beriman yang telah dipercayakan Tuhan Yesus kepadanya. Dia tahu bahwa ini adalah kehendak Tuhan baginya untuk menjadi Ibu bagi Gereja. Maka, sampai saat ini walaupun Bunda Maria sudah bersatu dengan Kristus di Syurga tetapi dia tidak henti-hentinya menunjukkan kasih dan perhatiannya kepada Gereja. Dari penampakan-penampakan Bunda Maria yang kita tahu misalnya di Lourdes, Fatima dan Guadalupe yang sejauh ini cukup otentik, membawa pesan yang jelas menunjukkan keprihatinannya kepada umatnya. Tentu saja Bunda Maria menyampaikan pesan-pesan ini atas kehendak Puteranya. Namun yang jelas, sebagai seorang ibu, yang menjadi kerinduan Bunda Maria adalah keselamatan jiwa anak-anaknya yaitu supaya semua bisa mendapatkan kehidupan kekal disyurga. Makanya disetiap pesan yang dibawakannya di dalam penampakannya, Bunda Maria meminta supaya anak-anak Allah ini bertobat dan berbalik kepada jalan Tuhan. Dan untuk bisa tetap berdiri teguh sebagai anak Allah, Bunda Maria meminta supaya kita berdoa tak kunjung putus agar jangan mudah jatuh ke dalam pencobaan. Dan lebih-lebih supaya kita terus menerus mencintai Puteranya, sebagaimana Puteranya mencintai kita di setiap waktu. Kita tahu dari pesan-pesan ini, bahwa Bunda Maria tidak tinggal diam di Syurga tetapi terus menerus mendoakan kita semua supaya tetap berada di jalan Tuhan. Persoalannya sekarang, sudahkan kita benar-benar menerima Bunda Maria sebagai ibu kita? maukah kita mendengarkan dan melakukan pesan-pesan Ibu Syurgawi kita ini? relakah kita menerima kasih yang tidak terbatas dari ibu surgawi kita ini?
Marilah dengan bantuan rahmat Tuhan, agar kita benar-benar membuka hati kita untuk mengundang Bunda Maria tinggal dalam kehidupan kita dan menjadikan dia sebagai ibu kita dan membiarkan diri kita dicintai oleh Bunda Surgawi dengan segala keberadaan kita. Sebagaimana Tuhan Yesus menunggu kita setiap saat untuk kembali kepada-Nya demikian juga dengan Bunda Maria. Dia sangat rindu untuk menuangkan kasih keibuannya kepada kita anak-anaknya dan membawa kita ke pangkuan Puteranya.
Dimanapun anda berada saat ini, saya ingin mengajak anda untuk mendoakan DOA ini kepada Bunda Maria karena dia Bunda yang selalu mendengarkan doa-doa kita.
MEMORARE
“Remember, O most gracious Virgin Mary, that never was it known that anyone
who fled to thy protection, implored thy help, or sought thine intercession was left
unaided. Inspired by this confidence, I fly unto thee, O Virgin of virgins, my mother;
to thee do I come, before thee I stand, sinful and sorrowful. O Mother of the Word
Incarnate, despise not my petitions, but in thy mercy hear and answer me”. Amen.
Tulisan:
Sr. Mary Jacinta, P.Karm