Kejadian 18:1-15
Matius 8:5-17
Saudara-saudariku terkasih,
Bacaan-bacaan pada akhir pekan ini memberi kita kesempatan untuk merenung dan kalau sempat bertanya kepada diri kita masing-masing, “seberapa besar dan dalamnya iman kita”? Betapa tidak mudah bagi Abraham dan Sarah untuk percaya kepada pesan atau berita Tuhan yang sampai ke telinga mereka. Suatu pesan yang telah mereka nantikan sekian lama bahwa mereka akan diberi keturunan; dan bahkan Allah sudah menjanjikan kepada mereka seorang anak laki-laki.
Sementara dari bacaan Injil hari inipun seorang perwira dari Kapernaum, bukan seorang beriman, dan yang tidak percaya kepada Allah Israel, telah memberikan satu contoh iman yang sangat besar untuk kita. Atas dasar imannya yang besar itu akhirnya Yesus meresponse dengan mengatakan: “…iman sebesar ini tidak pernah Akku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.” Sang perwira Kapernaum, sebagai orang asing dengan segala kerendahan hati dan sadar akan keberadaannya memohon agar Yesus menyembuhkan hambanya yang sakit. Perwira itu sangat prihatin kepada keadaan hambanya yang menderita sakit…berani datang kepada Yesus memohon bantuan. Betapapun dalam pandangan masyarakat sekitar perwira itu mempunyai kedudukan yang terhormat, tetapi dihadapan Yesus ia merasa bahwa ia samasekali bukan apa-apa dihadapanNya. Oleh karena itu ketika Yesus mengatakan bahwa Yesus akan datang ke rumahnya, sang perwira itu menjawab: …“Tuan aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.” Iman perwira itu sungguh luarbiasa. Katekismus Gereja Katolik mengajarkan bahwa “kepercayaan kita kepada Tuhan, yang telah menyatakan diriNya dan memberikan diriNya untuk kita, pada saat yang sama telah memberikan kita terang yang berkelimpan agar kita boleh mencapai kesempurnaan akan arti kehidupan yang telah kita terima.”
Saudara-saudari terkasih,
Abraham, Sarah dan perwira Kapernaum benar-benar percaya kepada Tuhan dan kemahakuasaanNya, telah membuat mereka mampu melihat arti yang paling dalam dari kehidupan yang telah mereka terima. Kalau kita juga sebagai orang beriman, sebagai orang yang percaya dan yang juga sedang mencari arti dan makna kehidupan ini, saat ini adalah suatu kesempatan yang sangat bagus untuk melihat pengalaman tokoh-tokoh iman yang kita jumpai dari bacaan-bacaan hari ini. Sangat boleh jadi saudara-saudariku terkasih, lewat bacaan-bacaan hari ini, anda merasa sebagai orang yang lagi mencari Tuhan atau sangat mungkin sebagai orang yang sudah menemukan Tuhan dan kehadiranNya dalam setiap langkah kehidupanmu, meyakinkan anda bahwa Tuhan selalu hadir dan mau menjawab apa yang anda minta. Seperti perwira Kapernaum itu berani datang kepada Yesus, tanpa ragu-ragu dan segala kerendahan hati memohon kepada Yesus untuk menjawab keprihatinannya akan hambanya yang sakit. Dari pengalaman tokoh-tokoh iman dalam bacaan-bacaan hari ini membantu kita untuk selalu sadar bahwa Tuhan adalah tumpuan harapan dan kekuatan kita. Dengan demikian kitapun akan selalu menempatkan Tuhan pada tempat yang pertama dan terutama dalam seluruh kehidupan kita.
Saudara-saudariku terkasih,
Contoh iman yang kita jumpai hari ini, seperti imannya Abraham, Sarah dan perwira Kapernaum itu, membantu dan memotivasi kita agar mau berusaha menjadi seperti mereka, ketika kita mengalami, menghadapi setiap persoalan dalam kehidupan ini dan atau ketika kita menerima Yesus dalam perayaan Ekaristi hari ini, kita sadar akan sikap perwira Kapernaum yang mengatakan, “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh”. Amin.