Browsed by
Month: June 2015

MEWARTAKAN KERAJAAN ALLAH

MEWARTAKAN KERAJAAN ALLAH

 

 

Kis 11:21b-26, 13:1-3

Mat 10:7-13

 

Yesus mengutus para muridNya untuk pergi mewartakan Kerajaan Surga. Perutusan tersebut mengingatkan kita juga bahwa Sakramen Baptis yang telah kita terima adalah kepercayaan dan anugerah Allah yang diberikan kepada kita. Anugerah Sakramen Baptis tersebut menjadikan kita menjadi anak Allah dan dipercaya untuk menjadi Saksi Kristus. Dalam hal menjadi Saksi Kristus inilah kita diutus dimanapun kita berada untuk mewartakan Kerajaan Allah. Dengan demikian didalam diri setiap murid-murid Kristus sudah melekat tanggungjawab untuk ambil bagian dalam meluaskan Kerajaan Surga di dunia ini.

 

Caranya bagaimana? Perutusan tersebut bisa dilaksanakan ketika kita menghayati iman sebagai murid-murid Kristus. Penghayatan iman bisa terwujud dalam kata dan tindakan yang nyata, bukan berhenti pada kata-kata belaka. Iman akan Yesus Kristus mendorong semua murid Kristus untuk senantiasa hidup dalam Kasih. Karena sebenarnya Kasih lah yang menjadi isi pewartaan tersebut. Jika orang hidup dalam Kasih, maka bisa dijamin hidupnya akan sejalan dengan kehendak Allah. Karena seperti yang ditulis oleh Injil Yohanes 4:8 dinyatakan bahwa Allah sendiri adalah Kasih.

 

Kerajaan Allah adalah Kerajaan Kasih, semua orang yang hidup dalam cinta kasih dengan demikian sudah bisa mengalami Kerajaan Allah itu di sini, di dunia ini. Kepenuhan Kerajaan Allah tersebut akan terwujud ketika kita kembali kepada Allah di surga.

 

Tuhan Yesus, terima kasih atas Kasih Mu yang sungguh nyata dalam hidup kami. Sekalipun kami adalah orang yang berdosa namun Engkau memilih kami menjadi anak-anak Mu dan menjadikan kami sebagai pewarta kasih. Hanya karena kuasa Mu kami bisa melaksanakan tugas mulia tersebut. Kini kami mohon berkat, agar kami setia. Demi Kristus, Tuhan dan mengantara kami. Amin.

KASIH ADALAH KESEMPURNAAN HUKUM (06-10)

KASIH ADALAH KESEMPURNAAN HUKUM (06-10)

 

 

2Kor 3:4-11

Mat 5:17-19

 

Yesus datang untuk mengenapi Hukum Taurat. Oleh karena itu, Yesus tidak mengurangi isi hukum Taurat. Yesus mengenapinya dengan Hukum Cinta Kasih. Di dalam Hukum Kasih seluruh yang ada dalam kitab Taurat tercakup semuanya dan disempurnakan. Yesus ingin agar kita melandasi semua pelaksanaan aturan dan hukum dengan Kasih. Ketika semuanya dilakukan dengan Kasih maka semuanya akan menjadi baik, jujur, benar, aman dan damai. Sebaliknya jika aturan dan hukum dilandasi hanya dengan hukum dan aturan itu sendiri dan dipisahkan dari kasih, maka hukum-hukum bisa menjadi penghambat untuk mengungkapkan iman dan kebenaran.

 

Oleh karena itu Tuhan Yesus sangat menekankan Cinta Kasih menjadi dasar atau landasan dalam kehidupan. Cinta-kasih adalah jalan untuk menuju hidup yang bahagia dan untuk mencapai persatuan dengan Allah (Surga ), sebab Allah itu sendiri adalah Kasih. Dalam kehidupan sehari-hari, sangat aktual bahwa ajaran Yesus ini diterapkan karena semua orang sebenarnya merindukan kehidupan yang damai dan bahagia. Jalan untuk menuju kesana adalah dengan Kasih.

 

Tuhan Yesus, kami bersyukur atas kehadiranMu di dunia, kehadiranMu membuat kami sadar bahwa Kasih Allah sangatlah besar kapada kami. Tambahkanlah iman kapada kami, agar kami semakin malandasi segala yang kami kerjakan dengan Kasih, Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami, Amin.

 

MENJADI GARAM DAN TERANG DUNIA (06-09)

MENJADI GARAM DAN TERANG DUNIA (06-09)

 

 

2 Kor 1:18-22

Mat 5:13-16

 

Yesus menyatakan indetitas yang melekat pada setiap murid Nya yaitu sebagai Garam dan Terang dunia. Menjadi garam dan terang dunia berarti hidup sebagai orang yang selalu siap menjadi pelayan. Menjadi pelayan dituntut selalu berkuban untuk orang lain dan untuk menegakkan apa yang baik dan benar. Oleh karena itu setiap murid Kristus perlu keberanian untuk menyangkal diri dan berserah kepada Tuhan.

 

Ditengah-tengah hidup yang modern ini, sebagai murid-murid Kristus didorong untuk tidak semakin jauh dari Gereja dan Tuhan, sebaliknya semakin dekat dengan Nya, karena semakin besar tantangannya. Pelita hati yaitu iman kepada Kristus jangan sampai redup. Oleh karena itu agar PELITA tidak redup perlu usaha menjaganya dengan mengisi hati kita dengan Kasih Tuhan. Relasi kita dengan Tuhan Yesus adalah sumber Kasih/PELITA.

 

Tuhan Yesus yang Baik, Engkau telah memberikan kami hidup. Trima kasih atas segala Kasih yang Engkau curahkan dalam hidup kami. Kami ingin menjadi pewarta Kasih Mu. Tambahkanlah iman dan kasih dalam diri kami. Agar dimanapun kami berada dan dalam segala situasi, kami tetap bisa menjadi Garam dan Terang dunia, Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

MENGEJAR KEBAHAGIAN SEJATI (06-08)

MENGEJAR KEBAHAGIAN SEJATI (06-08)

 

 

2 Kor 1:1-7

Mat 5:1-12

 

Dalam Sabda Bahagia, Tuhan Yesus menegaskan berbahagialah orang yang baik. Orang yang baik adalah mereka yang miliki iman yang kuat, rendah-hati, mau berkurban dan menderita demi kebenaran, murah hati, suci dan murni dalam pikiran, membawa damai, dan selalu mengampuni ketika dicela dan dianiaya. Orang yang baik dengan demikian mereka yang hatinya dipenuhi dengan cinta kasih Tuhan. Mereka dekat dengan Tuhan dan selalu berpusat pada Nya.

 

Dengan demikian orang yang bahagia tidak sama dengan pandangan dunia, yang lebih menekankan ukuran bahagia dengan hal-hal yang materi dan kenikmatan jasmani. Belum tentu orang yang hartanya banyak dan jabatannya tinggi memiliki kabahagian. Karena kebahagiaan yang sejati ada didalam hati manusia. Hal itu bisa diperolah ketika hatinya penuh dengan cinta-kasih.

 

Tuhan yang Maha Kasih, terima kasih atas pengajaranMu yang membuat kami menyadari bahwa kebahagian ada didalam diri orang yang benar , penuh kasih dan yang selalu bersandar kepada Mu. Bimbinglah kami selalu, agar kami selalu tinggal didalam kasih Mu, Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami, Amin.

Translate ยป