MEWARTAKAN KERAJAAN ALLAH
Kis 11:21b-26, 13:1-3
Mat 10:7-13
Yesus mengutus para muridNya untuk pergi mewartakan Kerajaan Surga. Perutusan tersebut mengingatkan kita juga bahwa Sakramen Baptis yang telah kita terima adalah kepercayaan dan anugerah Allah yang diberikan kepada kita. Anugerah Sakramen Baptis tersebut menjadikan kita menjadi anak Allah dan dipercaya untuk menjadi Saksi Kristus. Dalam hal menjadi Saksi Kristus inilah kita diutus dimanapun kita berada untuk mewartakan Kerajaan Allah. Dengan demikian didalam diri setiap murid-murid Kristus sudah melekat tanggungjawab untuk ambil bagian dalam meluaskan Kerajaan Surga di dunia ini.
Caranya bagaimana? Perutusan tersebut bisa dilaksanakan ketika kita menghayati iman sebagai murid-murid Kristus. Penghayatan iman bisa terwujud dalam kata dan tindakan yang nyata, bukan berhenti pada kata-kata belaka. Iman akan Yesus Kristus mendorong semua murid Kristus untuk senantiasa hidup dalam Kasih. Karena sebenarnya Kasih lah yang menjadi isi pewartaan tersebut. Jika orang hidup dalam Kasih, maka bisa dijamin hidupnya akan sejalan dengan kehendak Allah. Karena seperti yang ditulis oleh Injil Yohanes 4:8 dinyatakan bahwa Allah sendiri adalah Kasih.
Kerajaan Allah adalah Kerajaan Kasih, semua orang yang hidup dalam cinta kasih dengan demikian sudah bisa mengalami Kerajaan Allah itu di sini, di dunia ini. Kepenuhan Kerajaan Allah tersebut akan terwujud ketika kita kembali kepada Allah di surga.
Tuhan Yesus, terima kasih atas Kasih Mu yang sungguh nyata dalam hidup kami. Sekalipun kami adalah orang yang berdosa namun Engkau memilih kami menjadi anak-anak Mu dan menjadikan kami sebagai pewarta kasih. Hanya karena kuasa Mu kami bisa melaksanakan tugas mulia tersebut. Kini kami mohon berkat, agar kami setia. Demi Kristus, Tuhan dan mengantara kami. Amin.